oleh

Kementerian Sosial Republik Indonesia Salurkan Santunan Korban Banjir Bandang di Kabupaten Tasikmalaya.

Kab.Tasik, LINTAS PENA

Bertempat di Desa Bojongsari Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan sebesar Rp.962.558.750 kepada pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (9/11/2018). Hadir pada kesempatan tersebut Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat,  Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kemensos RI, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat, Direksi Bank BRI, serta unsur terkait lainnya.

Bantuan dari Kemensos RI tersebut terdiri dari santunan kepada 6 korban meninggal dunia akibat banjir bandang sebesar Rp.90.000.000 dan bantuan logistik sebesar Rp.853.855.750. “Bagi korban meninggal dunia masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp.15.000.000. Bantuan ini supaya digunakan sebaik baiknya,” kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat saat menyampaikan arahannya kepada korban bencana banjir bandang sungai cipatu, di gerbang desa Bojongsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Kedatangan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat tersebut didampingi   Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto yang disambut baik oleh masyarakat penerima bantuan korban bencana dan penerima Program Keluarga Harapan.

Harry Hikmat menyampaikan sesuai arahan Presiden Jokowi untuk warga yang terdampak bencana harus secepatnya diberikan bantuan. Untuk itu, Menteri Sosial secara langsung memerintakan jajarannya agar memberikan bantuan kepada warga Kabupaten Tasikmalaya yang terkena bencana. “Sesuai arahan Presiden Joko Widodo jika terjadi bencana maka keesokan harinya menteri terkait harus mengambil langkah-langkah penanganan. Presiden juga berpesan agar jangan sampai korban tidak ada yang menangani. Kemensos sendiri bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak”, tegas Harry.

Selain itu, Harry menambahkan pemerintah juga mencairkan bansos PKH tahap IV diawali di desa ini. Sebanyak 350 KPM PKH pada hari ini telah mencairkan dana mereka dicounter agen Brilnk Bank BRI. “Ibu-ibu gunakan bantuan ini sebaik-baiknya, bila perlu ditabung. Pencairan tahap IV diseluruh Indonesia di mulai dari desa Bojongsari,” pesan Harry kepada KPM PKH.

Jumlah bantuan sosial dari Kementerian Sosial untuk Kabupaten Tasikmalaya sebesar 313.509.530.000 rupiah pada tahun 2018. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan Program Keluarga Harapan sebesar 147.776.930.000 rupiah untuk 78.087 keluarga dan Bantuan Pangan Non Tunai sebesar 165.732.600.000 rupiah.

Akibat banjir bandang ini, Kementerian Sosial mencatat sebanyak 852 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 2.045 harus mengungsi akibat banjir bandang tersebut. Dari jumlah tersebut terdapat korban Keluarga Penerima Manfaat PKH sebanyak 65 orang.

Bantuan Penanggulangan untuk Kabupaten Tasikmalaya sebesar 853.855.750 rupiah yang diwujudkan berupa beras 2.000kg, tenda serbaguna keluarga 5 unit, tenda gulung 650 lembar, velbed 325 unit, kasur 300 unit, paket sandang 40 paket, selimut 20 lembar, family kit 250 paket, kids ware 250 paket, food ware 150 paket, makanan anak 350 paket, mie instan 6.000 bungkus, dan matras gulung 100 lembar. Total bantuan penanggulangan bencana untuk Kabupaten Tasikmalaya adalah 962.558.750 rupiah.

Sementara itu,   Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan dengan cepat kepada warganya. “Kami sampaikan juga dan tolong sampaikan kepada pimpinan kami Bapak Presiden Republik Indonesia, kebanggaan yang luar biasa dari kami warga Kabupaten Tasikmalaya atas langkah – langkah yang luar biasa dan cepat, sehingga kurang dari 24 jam Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini hadir di tengah – tengah kita, sehingga saya selaku Wakil Bupati pun terkaget – kaget karena kurang dari 24 jam kebutuhan kami sebagian besar telah terpenuhi oleh pemerintah pusat”, terang Wakil Bupati Tasikmalaya.

Ada 16 titik terdampak bencana banjir bandang tersebut. Keenam belas daerah itu membutuhkan bantuan dengan segera diantaranya perahu karet dan alat berat. “Kita masih membutuhkan bantuan alat berat untuk membuka jalan yang tertimbun longsong akibat banjir dan hujan lebat. Selama ini warga secara swadaya menggunakan cangkul untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor,” tambahnya.

Bupati juga menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya telat menegakan status tanggap darurat di Kabupaten Tasikmalaya untuk mempercepat penanganan banjir dan longsor yang terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, yakni Kecamatan Cipatujah banjir terjadi di Desa Ciheras dan Desa Ciandum, Kecamatan Karangnunggal banjir terjadi di Desa Cikupa dan Desa Ciawi, serta di Kecamatan Culamega banjir menggenangi wilayah Desa Cikuya. Bencana banjir dan tanah longsor yang terbaik mengakibatkan enam orang meninggal dunia serta sejumlah warga mengungsi di tenda pengungsian.(***)

Komentar