oleh

Keracunan MBG Anak Sekolah Diduga Kuat Ada Unsur Sabotase Terencana Yang Ingin Jatuhkan Program Unggulan Indonesia Maju Prabowo

BANDUNG—-Maraknya kasus keracunan massal anak anak sekolah tingkat SD-SLTA akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) menyedot perhatian banyak pihak. Kasus keracunan massa; yang dialami para siswa tersebut telah terjadi di sejumlah daerah. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), hingga September 2025 telah terjadi 6.452 kasus keracunan anak setelah menerima MBG. Bahkan, Kabupaten Bandung Barat menetapkan kasus keracunan MBG sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat keracunan MBG dalam jumlah yang sangat banyak, sekitar 1.000 siswa.

            Peristiwa keracunan massal dalam jumlah besar yang menimpa para siswa akibat mengkonsumsi menu MBG tersebut mendapat perhatian serius dari mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr. H.Anton Charliyan, dirinya mengaku prihatin atas peristiwa yang beruntun tersebut, dan mengkhawatirkan akan terulang kembali jika tak ada upaya untuk mengatasinya.

            Bahkan secara blak-blakan, Anton Charliyan mengaku mencurigai adanya dugaan pihak lain ”bermain” melakukan sabotase terhadap program MBG di pemerintahan Prabowo-Gibran. ”Kita tidak boleh menuduh,tetapi kita patut mencurigai adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Saya melihat adanya kejanggalan kejanggalan pada peristiwa keracunan massal program MBG, sehingga diduga kuat ada unsur pihak lain melakukan sabotase secara terencana, yang tujuannya ingin menjatuhkan program unggulan Indonesia Maju Prabowo Subianto,”ungkapnya

            Anton Charliyan tidak asal bicara,karena dia banyak menerima masukan dari berbagai pihak yang berkompeten dan berpengalaman sebagai penyidik dalam menangani kasus kasus besar saat masih aktif di Polri, misalnya kasus  pembunuhan tokoh pegiat hak asasi manusia Munir Said Thalib, ketua tim pengungkapan misteri kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah tahun 1993 silam, mengungkap penyeludupan mobil mewah jenis jaguar yang merugikan negara dengan barang bukti 420 mobil jaguar, dan banyak kasus besar lainnya.

            Karena itu, ketika terjadinya peristiwa keracunan massal dialami para siswa sekolah setelah mengkonsumsi MBG terlebih dalam satu wilayah kota, Anton Charliyan mencurigai ada pihak lain yang bermain dan mengingatkan agar mewaspadai  adanya gerakan sabotase terencana, yang berniat  ingin jatuhkan program unggulan Indonesia Maju Prabowo.

            Mantan Kadiv Humas Polri ini mengingatkan pula kepada para pemilik dapur dalam pelaksanaan program  MBG  tidak boleh mengedepankan kepentingan bisnis semata dengan mengabaikan aspek kesehatan dan kebersihan makanan. Sebab, masalah kesehatan dan kebersihan itu menjadi penting. Terlebih, belakangan bermunculan kasus diduga keracunan menu MBG. “Jika ada dapur  MBG atau pemilik dapur yang dengan sengaja tidak memenuhi standar operasional. Hal itu patut diduga sebagai bentuk upaya sabotase agar program  MBG  ini gagal,” tuturnya

            Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan menambahkan, masyarakat sebagai penerima manfaat juga memiliki peran penting untuk memastikan kelancaran program. Dalam hal ini, warga dapat bergotong-royong bahkan bergiliran menjaga dapur agar proses pengolahan makanan benar-benar sesuai mekanisme yang ditetapkan.

”Program MBG sendiri menjadi salah satu terobosan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Khususnya bagi kalangan pelajar dan kelompok rentan.   Karena itu, aspek transparansi, pengawasan, serta partisipasi aktif warga dinilai sangat penting demi keberhasilan implementasinya,” pungkasnya.

            Sebagaimana diketahui,pengawasan terhadap program MBG menjadi sorotan publik setelah banyaknya laporan kasus keracunan yang dialami siswa. Tercatat, ratusan siswa di 16 provinsi mengalami keracunan usai menyantap menu MBG dengan total mencapai 5.626 kasus.Dari 5.000-an kasus keracunan MBG itu, Jawa Barat menempati peringkat tertinggi dengan laporan sebanyak 2.051 kasus. (REDI MULYADI)****

Komentar