oleh

Ketika Jiwa Mengingat Rumahnya

Oleh: Mas Ipoy (Owner SPIRITUAL STUDIO Losari Cirebon – 0822-9589-7077)

ADA suatu masa dalam hidup ketika manusia berhenti sejenak. Bukan karena lelah, bukan karena putus asa, tetapi karena ada sesuatu yang bergetar dari dalam. Getaran itu bukan suara, bukan firasat, bukan pula kata-kata tetapi ia adalah panggilan.Panggilan yang tidak datang dari bumi, melainkan dari asal-usul kita yang paling tua yaitu : RUMAH JIWA.  

Rumah itu bukan tempat, Bukan lokasi.Bukan ruang yang bisa diukur.Rumah jiwa adalah keadaan, sebuah frekuensi yang pernah kita kenal jauh sebelum tubuh ini terbentuk.

Ketika jiwa mengingatnya, manusia mulai merasakan kerinduan yang aneh — kerinduan yang tidak bisa dijelaskan kepada siapa pun, kerinduan yang tidak memiliki objek, tetapi terasa sangat nyata.Itulah panggilan sunyi yang tidak bisa diabaikan.Pada saat seperti itu, hidup biasanya berubah perlahan.Pikiran mulai mempertanyakan arah.Hati mulai menolak kebisingan yang dulu dianggap penting.Energi mulai mencari jalur pulang.

Pada titk ini banyak orang yang mulai bertanya:

  • “Mengapa saya merasa tidak cocok dengan dunia sekitar?”
  • “Kenapa saya tidak bisa lagi berpura-pura?”
  • “Mengapa saya seperti ditarik menuju sesuatu yang tidak saya mengerti?”

Jawabannya sederhana yaitu : JIWAMU SEDANG MENGINGAT SIAPA DIRIMU….  Dan proses mengingat ini sering datang dalam bentuk kekosongan, kehampaan, bahkan kegelisahan.Karena ingatan spiritual tidak selalu muncul sebagai pencerahan yang indah.Kadang ia datang sebagai guncangan yang memaksa manusia keluar dari identitas palsu yang ia bangun bertahun-tahun.

Ketika panggilan itu mulai kuat, dunia luar terasa seperti gema.Hubungan, pekerjaan, reputasi, dan ambisi mulai terlihat rapuh.Manusia mulai menyadari bahwa sebagian besar hal yang dikejarnya bukanlah kebutuhan jiwanya, melainkan kebutuhan egonya.

Panggilan sunyi itu mengajak manusia untuk kembali menjadi murni, kembali jujur pada dirinya sendiri, kembali menyelaraskan langkah dengan frekuensi yang membuatnya hidup.

Awalnya memang membingungkan.Tetapi siapa pun yang berani menjawab panggilan itu akan menemukan hal yang menakjubkan.

Semakin dekat ia dengan rumah jiwanya, maka akan semakin bersahabat semesta dengannya.Bukan karena semesta tiba-tiba berubah baik, tetapi karena ia akhirnya berjalan sesuai irama asal-usulnya.Seperti kunci yang kembali menemukan pintu yang cocok, atau burung yang menemukan arah angin yang benar.

Rumah jiwa bukan tujuan akhir.Ia adalah titik orientasi.Ia adalah tempat di mana manusia mengingat :

  •  Untuk apa ia hidup
  • Siapa ia sebenarnya
  • Dan kemana ia harus berjalan

Dan panggilan itu, meski sunyi, tidak pernah padam.Ia selalu ada, menggetarkan dengan lembut, menunggu hingga manusia cukup berani menoleh.Maka ketika jiwamu mulai bergetar dengan kerinduan aneh yang tak bisa dijelaskan, jangan buru-buru menutupnya.Jangan kau alihkan dengan distraksi.Jangan kau matikan dengan kesibukan.

Sebab bisa jadi,itulah pertama kalinya dalam hidupmu, jiwamu mengingat rumahnya dan semesta sedang memanggilmu kembali kepada dirimu yang sejati.Panggilan itu tidak keras. Tidak memaksa.Tetapi ia begitu dalam, begitu murni, dan begitu pasti… Hingga mustahil untuk diabaikan oleh mereka yang sudah siap mendengarnya.Dan ketika kau menjawabnya, hidupmu tidak akan pernah sama lagi.(****

 CATATAN:

Nah,bagi anda yang berminat menimba keilmuan al hikmah maupun sekedar Konsultasi Spiritual-Supranatural, Pemesanan Media dan Gemblengan Keilmuan hubungi Mas Ipoy Owner SPIRITUAL STUDIO Losari Cirebon – WA: 0822-9589-7077 (****