oleh

Ketua MASDA Jabar  Hadiri Acara Tradisi Upacara Pajang Jimat Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2026

CIREBON—- Pada hari Rabu 26 Agustus 2026, Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan mendampingi Sultan Sepuh XV Keraton Cirebon , Pangersa YM Pangeran Arif Lukman.,SH., MH., MA. pada acara upacara Tradisi Pajang jimat Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026 di Keraton Kasepuhan Cirebon .

Sebagaimana diketahui, bahwa tradisi upacara prosesi Pajang Jimat merupakan tradisi turun temurun yang sudah ada sejak jaman Sultan Syech Syarif Hidayatullah di abad ke XVI, yang diawali dengan mencuci benda benda pusaka keraton dan menyajikan benda benda simbol kehidupan & kesejahteraan seperti : nasi tumpeng , nasi uduk, buah-buahan dll .

Acara dimulai dari Bangsal Panembahan dalam keraton, kemudian ramai ramai diarak ke Mesjid Sang Cipta Rasa. diiringi dengan sholawat nabi dan bacaan kitab berjanji.  Arak arakan ini terdiri dari 7 kelompok barisan utama, yang mana di tiap barisan dikawal abdi dalem yang membawa lilin menyala  sebagai simbol penerang kehidupan. Arak-arakan ini diikuti oleh para pangeran,  sesepuh keraton sampai kepada abdi dalem . dimana dalam prosesi arak-arakan tsb. pelaksanaanya menyimbolkan tentang proses kelahiran anak manusia  yang mengisyaratkan bahwa sejak lahir manusia itu harus dipersiapkan & diawali dengan simbol simbol kesucian & kebaikan,mulai dari pemberian nama, makanan, pakaian dll agar kelak bisa menjadi manusia yang baik dan bermanfaat serta utamanya bisa menteladani ahlak Rosulullah SAW yang menang mempunyai misi untuk menyempurnakan ahlakul kharimah bagi seluruh umat manusia.

Karena itulah dalam acara inipun di bacakan kisah riwayat keteladanan nabi besar Muhammad SAW,  agar betul betul bisa menjadi cermin dan pedoman bagi kita semua.

Dalam kesempatan sambutannya, Sultan Lukman menyampaikan : ”Jangan hanya sebatas memperingati hari maulid kelahiran saja, tetapi yang paling penting apakah ahlak-akhlak mulia Rasulullah SAW tsb sudah hadir atau belum dalam diri kita masing-masing, sudah hadirkan nilai kejujuran dalam diri kita? Sudah hadirkan nilai kesabaran ? Nilai tawadhu kerendah hatian, nilai kepedulian, nilai persaudaraan dan kebersamaan dll.

Sementara itu, Abah Anton ketika ditanya awak media dilapangan menyampaikan, hendaknya Keraton Kasepuhan Cirebon tetap bisa menjadi garda terdepan dalam pelestarian nilai nilai adat dan tradisi yang mampu memadukan nilai nilai agama, nilai nilai budaya serta nilai nilai nasionalisme dan cinta tanah air sebagai satu kesatuan yang utuh yang tidak boleh terpisahkan satu sama lain, untuk mewujudkan sikap perilaku sebagai warga negara yang baik. pungkasnya

Setelah  pajang jimat benda benda pusaka diarak, kemudian dilanjutkan dengan syukuran botram makan bersama para undangan dan seluruh masyarakat yang hadir dalam acara oajang jimat tsb.(REDI MULYADI)***