Kab. Tasik LINTAS PENA – Khanza Aqila siswi kelas IV SDN 01 Tawangbanteng Sukaratu meraih kejuaraan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten , dan tentunya akan menjadi pewakilan kabupaten Tasikmalaya di ajang FTBI Tingkat Jawa Barat Tahun 2023, yang digelar di Hotel Sutan Raja Soreang Kabupaten Bandung tgl 14 /15 November 2023
Khanza Aqila yang meraih Juara I Lomba Maca Sajak Sunda menjadi Duta kabupaten Tasikmalaya, untuk tandang makalangan diajang FTBI Tingkar Provinsi Jawabarat. Prestasi tersebut terbilang luar biasa, karena tidak mudah untuk mengikuti ajang FTBI Tingkat Jabar yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jabar ini, Selain pesaingnya banyak, FTBI itu juga diikuti perwakilan peserta yang meraih kejuaraan FTBI tingkat kabupaten.
“Peserta yang mengikuti FTBI tingkat Jabar ini adalah siswa yang sudah menjadi juara tingkat kecamatan dan kabupaten” ujar Asep Mulyadi S.Pd,M.Pd, Kepala SDN1 Tawangbanteng ketika ditemui di SDN tersebut, Senin (09/10/23)
Sebelum ke tingkat Jabar, tutur Asep Mulyadi, pihaknya bersama para guru pembina ,Dewi Yulianti S.Pd,mempersiapkan dulu di tingkat Kecamatan Sukaratu Selama itu pula pihak sekolah melakukan pembinaan untuk mata lomba tersebut, sampai akhirnya ketika diikutkan dalam lomba tingkat kecamatan dan tingkat Kabupaten Tasikmalaya, SDN 01Tawangbateng meraih juara.
“Untuk ke tingkat provinsi, persiapan kami lebih inten, Untuk pembinaan kepada peserta lomba Maca Sajak Sunda, saya tugaskan Ibu Yulianti ” ungkap Asep Muyadi S.Pd, M.Pd
Khanza Aqila juara 1 Maca Sajak Sunda lomba Tingkat Kabupaten di ajang FTBI ini, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensuportnya.
“Kepada kedua orang tua, kepada Bapak kepala sekolah dan bapak ibu guru pembimbing, serta kepada semua teman-teman saya sampaikan terima kasih atas bimbingan dan dukungannya,” kata Khanza Aqila yang didampingi Dewi Yulianti saat ditemui di SDN 01 Tawangbanteng Sukaratu.
Kepala SDN 1 Tawang Banteng Asep Mulyadi S.Pd, M.Pd, dalam sesi paparannya mengajak peserta mempelajari strategi, mengumpulkan daya konsentasi peserta didik, dan memahami tiga tujuan pembelajaran Maca Sajak, yakni kedisiplinan, Kepedulian,dan kejujuran. Pada Maca Sajak guru jangan menghitung emosi anak, tetapi biarkan mereka mengekspesikan emosi agar mengenalinya, ujar Asep Mulyadi dalam paparannya. Beliau juga mengajarkan cara melatih vokakal, ekpresi, dan cara pembacaan sajak. pungkasnya (JOHAN. R.) *
