
Oleh: Yuda Wibiksana | Spirit meets Science & Tokoh Budaya Sunda di Cirebon
RATU dan RORO itu sama-sama gelar tertinggi bangsawan Jawa bagi perempuan….Hanya saja Ratu itu terkait kepemimpinan, sedangkan Roro terkait dengan strata sosial bangsawan Jawa..
Nyi Roro Kidul
Badai besar, deburan ombak yg tinggi atau perubahan cuaca secara ekstrem itu pertanda kemunculan Dewi Nawang Wulan yang dikenal ditanah Jawa dengan nama Nyi Roro Kidul , Aktivitas seperti itu dapat memicu ketakseimbangan tekanan atmosfer yg menciptakan badai disertai sambaran² kilat mendadak di sekitar lokasi kemunculannya. Dalam teknologi modern, “kereta” dapat dimaknai sebagai kendaraan antigravitasi dengan sistem pendorong plasma atau medan gravitasi negatif, yang mana propulsi mesin seperti itu dapat memicu distorsi medan elektromagnetik lokal sehingga menimbulkan efek-efek fisis seperti getaran kuat memicu gelombang besar di lautan, suara gemuruh & muatan listrik statis yg besar di udara sehingga memicu timbulnya petir-petir saling menyambar. Munculnya kabut kehijauan yg kerap dikaitkan dengan warna keramat itu merupakan proses ionisasi intensif dari sistem propulsi wahana interdimensional. Partikel-partikel bermuatan yang terionisasi dalam skala besar akan berinteraksi dengan uap air di atas laut selatan, membentuk warna spektrum yang dominan hijau. Propulsi yang menggunakan partikel bermuatan eksotik seperti tachyon atau axion akan menghasilkan ionisasinya yg tampak mistis dengan pancaran radioaktif yang kuat sehingga sangat berbahaya bagi manusia & dalam dosis radiasi itu, efeknya bisa gila atau tewas saat menyaksikan kemunculan Nyi Roro Kidul.
Munculnya kabut kehijauan yang kerap dikaitkan dengan warna keramat itu merupakan proses ionisasi intensif dari sistem propulsi wahana interdimensional. Partikel-partikel bermuatan yg terionisasi dalam skala besar akan berinteraksi dengan uap air di atas laut selatan, membentuk warna spektrum yang dominan hijau. Propulsi yg menggunakan partikel bermuatan eksotik seperti tachyon atau axion akan menghasilkan ionisasinya yang tampak mistis dengan pancaran radioaktif yang kuat sehingga sangat berbahaya bagi manusia & dalam dosis radiasi itu, efeknya bisa gila atau tewas saat menyaksikan kemunculan Nyi Roro Kidul
Dari legenda yg kita dengar,Nyi Roro Kidul kerap kali digambarkan mengendarai semacam kereta kerajaan yang ditarik naga atau ular raksasa. Dan perlu digaris bawahi, aslinya kereta kencana Nyi Roro Kidul itu bukan ditarik dengan kuda, namun ditarik oleh ular raksasa yang kerap dikenal dengan naga. Sedangkan ”naga” dalam berbagai mitologi seringkali melambangkan kekuatan kosmik, kecerdasan & kehendak bebas,jika kendaraan Nyi Roro Kidul benar-benar ditarik oleh para naga maka itu mengindikasikan suatu unit entitas plasmik yang diprogram oleh Makhluk etentitas tak kasat mata, sehingga traksi medan elektromagnetik multidimensi untuk memandu perjalanan menembus ruang dengan menyingkat jarak, sekaligus mengindikasikan bahwa naga sebagai seekor ular merupakan simbol interpretasi fisika peradaban dengan menggunakan mekanisme spacetime warp (gravitasi perjalanan waktu), dimana dalam perjalanan-nya dapat mendistorsi ruang-waktu atau pembengkokan medan gravitasi lokal untuk berpindah antar dimensi dengan cepat dan itu sesungguhnya bukan melulu soal fenomena mistis, namun akibat dari intervensi sistem transportasi non-konvensional.
Bagi Nti Roro Kidul sangat mudah saja untuk mengendalikan “kereta” atau memerintahkan para naga hanya dengan intensi mental. Saat kendaraan berteknologi tinggi dari dimensi lain memasuki planet Bumi , maka akan terjadi chaos antara geometri ruang-waktu jalur kereta dengan medan gravitasi lokal, yang dapat menyebabkan fluktuasi tensor gravitasi yaitu ketakstabilan lokal dalam medan gravitasi yang mempengaruhi arus jetstream (aliran udara yang sangat cepat) di atas samudra. Saat kereta Roro Kidul muncul di laut selatan, dapat dipastikan dalam kawasan tersebut mengandung titik singularitas lokal yang dalam istilah Jawa adalah susuhin angin , semacam lorong dimensi atau lubang cacing stabil yang dibuat oleh ras naga & mereka memilih area lautan yang dalam sebagai radiator mesin tachyonik saat suhu maupun tekanan bergolak akibat distorsi ruang. Kereta Roro Kidul memanfaatkan portal tersebut untuk menyembunyikan dirinya dari radar visual maupun detektor gelombang elektromagnetik manusia. Aktivitas keluar-masuk dimensi inilah yang menyebabkan lautan bergelombang tak biasa, berputar-putar menciptakan tornado besar atau munculnya suara mesin seperti raungan binatang raksasa.
Beberapa pelaut lepas pantai selatan mengalami pingsan, kesurupan atau mengalami gangguan jiwa akibat efek interferensi elektromagnetik dari mesin “kereta” Nyi Roro Kidul yg memancarkan gelombang ELF (extremely low frequency) gelombang skalar yg ekstrem ,secara langsung dapat melumpuhkan kinerja otak manusia (neural scrambling) , terutama bagian hipotalamus & amighdala. Kereta Nyi Roro Kidul sering tak kasat mata karena memiliki sistem kamuflase berbasis adaptative light bending cloak (pelindung pembengkokan cahaya) yang secara dinamis menyelaraskan bayangan dengan lingkungan sekitar. (****
TEAM PARANORMAL EDUCATION & ANALISIS MISTIS NUSANTARA









Komentar