
Oleh: Yuda Wibiksana (Spiritualis dan Tokoh Budaya Cirebon 089676653226)
Bismillahirrahmaanirrahiim.
SUKU BADUY merupakan suku yang menempati kawasan hutan di kabupaten Lebak – Banten dengan memiliki suasana suara derasnya aliran sungai, bersiul-siulnya burung-burung, suara pepohonan yang ditiup angin, menjadikan suasana hati dan perasaan menjadi tenang. Sangat berbeda dengan suasana hiruk pikuk di kota, dengan kebisingan-kebisingan yang dibuatnya. Dengan jauhnya tempat tinggal Suku Baduy dari kota menjadikan mereka salah satu suku yang ada di Indonesia yang masih kuat memegang teguh adat dan tradisi mereka, dengan berbagai adat dan tradisi mereka yang masih dijalankan hingga saat ini. Dan dalam melaksankan adat dan tradisi Suku Baduy tidak lepas dari mantra-mantra yang digunakan, hampir setiap tradisi-tradisi adat mereka selalu membaca mantra – mantra atau yang lebih sering mereka sebut dengan istilah jampe jampe dan jampe jampe tidak hanya digunakan dalam setiap tradisi ritual-ritual atau adat suku baduy, tetapi jampe-jampe juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat suku baduy.
● PIKUKUH SUKU BADUY
Dalam hal kepercayaan Suku Baduy, memuja dan mempercayai dengan roh para leluhur dan Kepercayaan Suku Baduy, dikenal dengan kepercayaan “Slam Sunda Wiwitan” atau lebih dikenal dengan “Sunda Wiwitan”. Dimana konsep dasar kepercayaan Sunda Wiwitan adalah karuhun dan pikukuh.
Karuhun adalah generasi pendahulu yang sudah lama meninggal (nenek moyang orang Baduy), sedangkan pikukuh adalah aturan adat mutlak yang wajib diikuti oleh
semua penduduk Suku Baduy.
Sunda Wiwitan merupakan agama yang dianut oleh masyarakat “Suku Baduy. Dalam sistem kepercayaan masyarakat adat mememiliki berbagai macam pantangan yang perlu dihindari, yang dikenal dengan “Teu Wasa” (Tidak Melanggar), dalam hal ini ada dua macam patangan yang ditunjukkan oleh Suku Baduy, yaitu
Pertama, buyut adam tunggal yang berlaku untuk Baduy di Kanekes (Baduy dalam), pantangan ini meliputi turunannya dan materi esensial
Kedua, buyut nahun yang terjadi untuk panamping dan dangka (warga desa di luar Kanekes) atau Baduy Luar
Agama Sunda Wiwitan mengakui bahwa Batara Tunggal (Tuhan Yang Maha Esa) adalah adalah Allah, Batara Jagat (Penguasa Alam) dan Batara Seda Niskala (Yang Gaib). Suku Baduy juga mempercayai Sang Hiyang Keresa (Yang Maha Kuasa) atau Nu Ngersakeun (Yang Menghendaki) sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Tuhan Sunda Wiwitan bersemayam di Buana Nyungcung (Dunia Atas). Bahkan, diyakini bahwa semua dewa agama Hindu (Brahma, Wisnu, Siwa, Indra, Yama, dan lain-lainnya) tunduk terhadap Batara Seda Niskala. Dan orang Baduy sangat percaya terhadap gaib. Mereka mempercayai hal-hal yang gaib dan magis, yang tidak bisa dilihat dengan mata, tetapi dapat diraba dengan hati yang jernih, putih dan lurus dalam ajaran suku baduy juga meyakini Nabi-nabi yang diimani secara eksplisit adalah Nabi Adam dan Nabi Muhammad. Suku Baduy – Mereka beriman kepada hidup, sakit, mati dan nasib adalah titipan. Namun demikian orang Baduy juga memiliki kalimat syahadat yang mirip dengan Islam, di dalam kalimatnya termaktub asma Allah dan Nabi Muhammad saw. Syahadat orang Baduy ada dua macam, hal ini karena Suku Baduy terbagi dua wilayah, jadi syahadatnya satu lain sedikit berbeda, yaitu: “Syahadat Baduy Dalam” dan “Syahadat Baduy Luar” dan yang akan saya ijazahkan adalah “SYAHADAT BADUY DALAM, SYAHADAT BATIN DAN RONGKAH BADUY” dimana sangat dahsyat sekali dan hampir sangat jarang yang memiliki.
● PANTANGAN HARI MEMBACA MANTRA SUKU BADUY
Dalam tradisi suku Baduy Jampe-Jampe merupakan hal yang tertutup, tidak diajarkan dan dibicarakan secara terbuka, ada waktu dan hari khusus jika ingin membicarakan dan belajar tentang jampe-jampe suku baduy yaitu pada “malam rabu dan hari rabu serta pada malam jumat dan hari jumatnya”.
Adapun hari yang menjadi pantangan atau dilarang membicarakan tentang jampe-jampe yaitu hari selain yang tadi disebutkan terutama pada “di malam sabtu dan hari sabtu”. Dihari hari itu suku baduy pantang dan menolak jika ada yang menanyakan dan meminta hal-hal yang berkaitan dengan jampe-jampe.
● PANTANGAN PENGGUNAAN MANTRA ADAT SUKU BADUY
Pantangan Pengguna Jampe-Jampe
Dalam adat suku Baduy ada beberapa larangan yang diberlakukan kepada sesorang pengguna jampejampe, bahkan tidak sebatas pengguna jampe-jampe tetapi keseluruhan masyarakat suku Baduy. Seperti tidak boleh bobogohan (pacaran), bobojoan tanpa nikah (zinah diluar nikah), karena itu kurang suci, dan akan melemahkan ke ilmu-ilmu tersebut sirik ke orang lain baik dalam rezeki dan kehidupan orang lain, setidaknya hal-hal yang dianggap perbuatan buruk itu yang menjadi pantangan seseorang pembaca jampe-jampe suku baduy. Pengguna jampe-jampe harus jujur mempunyai sikap yang baik, percuma jika seseorang memiliki koleksi jampe-jampenya banyak kalo tidak jujur, sikapnya tidak baik gak bakal mempan atau
mujarab dan manjur.
● Cara Mendapatkan Jampe-Jampe Ilmu Suku Baduy
Secara keseluruhan jampe itu digunakan dengan cara bacaan-bacaan yang diucapkan oleh lisan. Untuk bisa mendapatkan bacaan-bacaan jampe-jampe biasanya orang yang menginginkannya mendekati kekolot-kolot baduy (ketua adat suku baduy) untuk bisa meminta diajarkan bacaan-bacaan jampe tertentu.
Dan orang yang memberinya juga biasanya teliti dalam memberikan sebuah jampe-jampe, tidak asal memberi jampe-jampe, mereka akan melihat terlebih dahulu apakah orang yang ingin meminta dan belajar jampe-jampe ini orang jujur atau tidak. Makanya tidak langsung dikasih, orang yang akan dberi jampe-jampe mereka akan ditiley (dinilai) lebih dahulu, tingkahnya, dan saya tiley akang orang jujur, baik, dan amanah Karena dibaduy itu kalo melakukan hal terlarang, atau melanggar ketentuan adat mereka akan cepat terasa, baik berupa kena penyakit, atau tiba-tiba sakit. Susah
rezekinya, biasanya jika ingin sembuh dia harus mengakui perbuatan dengan cara taubat kepada kekolot-kekolot
kampung kalu sudah melakukan hal yang salah dan Pemberian jampe-jampe dilakukan secara mulut-kemulut
KARMA MALIK TALI (Berbalik memakan diri kita sendiri)
Perhatikan dengan serius !!
Mantra mantra dari suku baduy jangan dibuat main-main, karena apabila tidak sungguh-sungguh dan dibuat main main (termasuk disebarkan tanpa izin) maka akan terjadi karma yang disebut dalam masyarakat suku baduy, yaitu “karma malik tali atau berbalik memakan diri kita sendiri”
- Syahadat Baduy Dalam & Syahadat Batin Baduy Dalam
Syahadat Baduy Dalam adalah syahadat Sunda Wiwitan yang dikrarkan kepada Puun (Pemimpin tertinggi Suku Baduy), Sedangkan, syahadat Baduy Luar adalah syahadat Islam yang diikrarkan hanya pada saat pernikahan berlangsung.
- Rongkah Baduy
Rongkah adalah jampi jampi mempunyai nilai-nilai yang luhur karena merupakan ciri
serta ekspresi darii kebudayaan suku baduy yang tersebar secara lisan
Syahadat Baduy Dalam, Syahadat Batin Baduy Dalam dan Rongkah Baduy merupakan ucapan jampi jampi klasik yang mendatangkan daya gaib dapat dan mengandung kekuatan gaib dan Setiap pandangan hidup leluhur mereka harus
dijaga dan wariskan secara regenerasi begitu pula dalam tradisi pikukuh yang di dalamnya ada jampe dan mantra para kekolot (sesepuh) Suku Baduy.(***









Komentar