oleh

Menguak Kisah Letkol Dhomber, Putra Dayak Ahli Penyamaran

Namanya sesingkat kilat “Dhomber”. Ia adalah putra asli Dayak dari pedalaman Kalimantan yang berangkat ke Jawa saat usianya baru 15 tahun untuk berjuang. Namun, pertempuran paling heroik yang mengukir namanya di TNI Angkatan Udara (AU) bukanlah duel udara di atas kokpit pesawat, melainkan sebuah misi penyusupan intelijen paling berani dan gila yang pernah dilakukan. Bayangkan ini: seorang pejuang kemerdekaan menyamar menjadi orang Filipina demi menembus blokade Belanda dan menyalakan api perlawanan di jantung rimba Kalimantan. Siapakah Letnan Kolonel Dhomber, dan bagaimana ia berhasil melakukan penyamaran yang mengubah peta perjuangan di Borneo?

Pertempuran Senyap di Balik Lini Musuh

Letnan Kolonel Psk (Purn.) Dhomber (1924–1997) adalah salah satu tokoh penting Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang berasal dari Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kisah heroiknya erat kaitannya dengan upaya gigih Indonesia untuk mempertahankan Kalimantan dari cengkeraman Belanda (NICA) setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Kisah Heroik dan Strategi Penyamaran:

Pelatihan Elite di Udara, Dhomber memulai perjuangannya sejak remaja. Setelah bergabung dengan pemuda Kalimantan di Jawa, ia mengikuti Sekolah PARA AURI (Pasukan Payung) di Maguwo pada tahun 1947. Pelatihan ini bukan hanya tentang terjun payung, tetapi juga tentang infiltrasi, penyamaran, dan penguasaan bahasa lokal (termasuk bahasa Solog/Sulu), yang vital untuk operasi rahasia.

Misi Penyusupan Ganda, Ketika rekan-rekannya seperti Mayor Tjilik Riwut melakukan penerjunan payung pertama di Kotawaringin untuk memulai perlawanan, Dhomber ditugaskan dalam misi yang jauh lebih berbahaya dan senyap: Operasi Penyusupan ke Kalimantan Timur.

Menembus Blokade Total, Pada 18 Oktober 1947, Dhomber tidak ikut terjun. Ia disusupkan menggunakan pesawat Dakota C-47 RI-002 yang dipiloti warga negara Amerika, Robert Earl Freberg. Rute yang diambil sungguh di luar dugaan: melalui Filipina.

Penyamaran sebagai Orang Filipina, Berbekal keahlian penyamaran dan penguasaan bahasa yang dipelajari di Sekolah PARA AURI, Dhomber menyusup ke Kalimantan Timur. Dengan menyamar sebagai orang Filipina, ia berhasil menembus pengawasan ketat Belanda dan membangun pos penghubung intelijen di berbagai titik strategis seperti Tawao (Sabah), Nunukan, Tarakan, dan Balikpapan.

Mengorganisir Perlawanan, Perjuangan Dhomber bukanlah pertempuran fisik semata, melainkan pertempuran pembentukan jaringan. Keberhasilannya menjalin komunikasi dan mengorganisasi elemen-elemen pejuang asli Kalimantan sangat penting. Informasi intelijen yang ia kirimkan vital bagi Komando Pusat di Jawa. Kontribusinya ini kemudian berperan besar dalam perintah pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kalimantan pada 6 Desember 1947, di mana ia menjadi pengorganisasi utama pejuang lokal.

Kisah Letkol Dhomber adalah simbol dari perjuangan tanpa pamrih yang dilakukan di balik layar, menunjukkan bahwa kecerdasan strategis, keberanian dalam penyamaran, dan kemampuan adaptasi adalah senjata yang sama mematikannya dengan peluru. Namanya kini diabadikan sebagai nama Pangkalan TNI Angkatan Udara di Kalimantan Timur, Lanud Dhomber (Dmb) di Balikpapan, sebagai pengakuan atas jasa-jasanya.

Sumber:

TNI Angkatan Udara (TNI AU). Letnan Kolonel PSK (Purn) Dhomber. (Diakses melalui situs resmi TNI AU).

Wikipedia. Dhomber. (Mengacu pada biografi militer).

Media Daring (Contoh: SindoNews, Detikcom) yang merujuk pada arsip dan data TNI AU mengenai Letkol Dhomber dan operasi penyusupan di Kalimantan.

#sejarah#fakta#misteri#viral video #sejarahdunia#sejarah#bumipusaka#sejarah#fakta#misteri#viral video #beranda#faktaunik#sejarahindo#faktamenarik#sejarahindo#bumipusaka#sejarah#fakta#sejarahindo

Komentar