oleh

MTsN 3 Tasikmalaya Launching Kelas Robotic STEM, Wujud Nyata Digitalisasi Madrasah

Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA — MTsN 3 Tasikmalaya secara resmi meluncurkan Kelas Robotic STEM sebagai bagian dari penguatan program digitalisasi madrasah, dalam rangkaian kegiatan Workshop Robotic STEM 4.0 yang dilaksanakan di lingkungan madrasah.

Kepala MTsN 3 Tasikmalaya, Andes Yulianda, S.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan kelas digital ini berawal dari langkah sederhana pada tahun 2023, saat dirinya pertama kali ditugaskan di madrasah tersebut. Kala itu, MTsN 3 Tasikmalaya baru membuka satu kelas digital dengan sarana yang sangat terbatas.

“Awal mulanya di tahun 2023, kami hanya memiliki satu kelas digital dengan fasilitas seadanya, yaitu satu unit smartboard. Namun dengan semangat dan komitmen bersama, saat ini kami telah memiliki enam smartboard yang menunjang pembelajaran berbasis digital,” kata andes dalam laporan pada Upacara Pembukaan Workshop Robotik dan Peresmian Kelas Digital MTsN 3 Tasikmalaya. Kamis, (16/04/2026).

Ia menambahkan bahwa pengembangan ini tidak terlepas dari dukungan program prioritas Kementerian Agama, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, yang mendorong digitalisasi layanan pendidikan di madrasah. Hal tersebut menjadi inspirasi utama dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kelas Digital yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada teknologi semata, namun juga mengintegrasikan berbagai keterampilan masa depan seperti desain grafis dan robotik dalam satu ekosistem pembelajaran modern.

Selain itu, MTsN 3 Tasikmalaya juga tetap konsisten dalam mengembangkan program unggulan lainnya, seperti Tahfudz Al-Qur’an, kelas olahraga, serta pembiasaan penggunaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dalam aktivitas sehari-hari siswa.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Patoni, MM, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan, termasuk madrasah, untuk mengambil peran aktif.

“Pilihan kita hari ini sederhana, apakah ingin menjadi penonton atau menjadi pelaku dalam penyesuaian teknologi. Madrasah harus mengambil peran sebagai pelaku, bukan hanya mengikuti, tetapi juga berinovasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa madrasah memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan lembaga pendidikan umum, khususnya dalam porsi pendidikan keagamaan yang mencapai sekitar 40 persen. Namun demikian, keunggulan tersebut harus diiringi dengan kemampuan beradaptasi dan daya saing di tingkat nasional bahkan global.

“Madrasah harus memiliki daya jual. Selain kuat di bidang keagamaan, juga harus mampu menunjukkan kompetensi di bidang teknologi dan sains. Potensi anak-anak kita sangat besar, tinggal bagaimana kita memberikan rangsangan agar mereka mampu bersaing hingga tingkat dunia,” tambahnya.

Ia pun menilai bahwa launching Kelas Robotic STEM ini merupakan langkah inovatif yang luar biasa dan strategis dalam meningkatkan citra madrasah di tengah masyarakat.“Ini adalah inovasi yang sangat baik. Kegiatan ini tidak hanya menguatkan identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga menunjukkan transformasi digital yang nyata di madrasah,” pungkasnya.

Melalui launching Kelas Robotic STEM ini, MTsN 3 Tasikmalaya diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kompetensi di bidang sains dan teknologi, serta siap menghadapi tantangan era digital.

Kegiatan Workshop Robotic STEM 4.0 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat transformasi pendidikan madrasah menuju arah yang lebih inovatif, kreatif, dan berdaya saing.(ADE BACHTIAR ALIF)****