oleh

Nagara Sundanesia Nusa Jaya, Sudah Ada Diluar Desain Waktu Nyata ?

Oleh: Abah Yusuf Bahtiar Kabuyutan

KONSEP dasar dan filosofi negara kemakmuran Mongol Raya yang diciptakan oleh Ratu Maharani Xianyi Zhuangsheng, sejak awal didesain telah melibatkan para aktor Polimatik Nestorian dan Muhammaden yang memiliki kredibilitas mistik ilmiah. Terutama kaum Muhammaden yang memilik Pege Gnoseos, ciptaan para “penguasa kerajaan langit”.

Sejak tahun 2000, kaum Nestorian populer dengan istilah Gereja Ortodoks Suriah. Hingga kini, mereka tetap disebut sebagai masyarakat Ahli Kitab dan komunitas warga Dhimmi,  dari kaum Muhammaden untuk melindungi tradisi kekristenan dan judaisme kaum Nestorian global.

Kecerdasan spiritual Ratu Maharani Xianyi Zhuangsheng sebagai  penganut Kristen Nestorian, terinspirasi utuh dari keistimewaan hubungan sosok-sosok Polimatik Nestorian yang menjadi penasehat spiiritual sosok Khadijah binti Kuwailid, ketika mengarahkan jalannya pemikiran negara kemakmuran suaminya, Nabi Muhammad SAW.

Misi-misi perdagangan luar negeri yang dipimpin oleh sosok konglomerat wanita Khadijah binti Kuwailid, tercatat rapi dalam sejarah masyarakat Ahli Kitab dan komunitas warga Dhimmi sepanjang Jalur Sutra Cina, India, Rusia, Turki, Iran, Saudia, Yaman, Mesir, Suriah, Indonesia, Italia, Spanyol, Portugis, Yunani, Palestina dan Israel.

Termasuk catatan-catatan peristiwa tahun 431 Masehi, ketika kaum Nestorian yang sebelumnya disebut sebagai orang-orang suci Kristen, Yahudi, Persia, Arab dan India oleh Gereja Timur Asiria di Persia, Gereja Antiokhia kekaisaran Romawi, hingga mereka dikutuk sebagai aliran sesat oleh uskup agung Konstatinopel pada Konsili Efesus kedua pads tahun 431 Masehi.  Semua komunitas Nestorian yang dikafirkan dan diusir, diijinkan mengungsi di wilayah Sundanesia oleh raja-raja Salakanagara hingga Tarumanagara. Mereka ikut berkontribusi mendesain konsep negara kemakmuran dan mendukung misi-misi perdagangan global kerajaan-kerajaan di wilayah Sundanesia.

Era dinasti Cina, Tang, dari tahun 618-907 Masehi, mencatat semua jejak perjalanan kaum misionaris Nestorian dan pedagang-pedagang Timur Tengah sejak abad pertama Masehi. Termasuk ke wilayah Sundanesia, sejak era kerajaan Sassania, Salankayana, Salakanagara hingga Tarumanagara.(****

Komentar