oleh

Nama Bupati dan Wabup Bengkalis Dicatut Untuk Menipu Bendahara Pengurus Masjid Jami’atul Ikhlas Senggoro

Bengkalis,LINTAS PENA— Nasib naas menimpa bendahara masjid Jami’atul Ikhlas Desa Senggoro Bengkalis H Basri. Mantan Kabag Humas Pemkab Bengkalis itu harus kehilangan semua tabungan di rekeningnya sebesar Rp.48 juta dikuras oleh oknum penipu yang mengaku mengirimkan sejumlah bantuan untuk pembangunan masjid Jami’atul Ikhlas dari Bupati Bengkalis, Wabup Bengkalis, Sekda Bengkalis, ketua DPRD Bengkalis dan dari Dinas Sosial.

Kronologinya begini, pada Sabtu malam (18/2) H Basri yang juga adalah ketua pembebasan lahan pembangunan masjid Jami’atul Ikhlas yang kebetulan sedang getol mencari dana untuk pembebasan lahan dan pembangunan masjid Jamiatul Ikhlas, mendapat pesan melalui WA dari orang yang mengaku Bagus Santoso, sembari memperkenalkan diri ke Basri bahwa dia adalah wabup dan bermaksud memberikan bantuan untuk masjid Jami’atul Ikhlas, sekaligus menjelaskan bahwa ada program donasi sekali lima tahun dari Pemkab Bengkalis untuk masjid yakni dari Bupati, Wabup, sekda, ketua DPRD dan Dinas Sosial.

Menurutnya, nanti akan ada orang dari Dinas Sosial yang akan mengirimkan bantuan tersebut sembari meminta nomor rekening masjid. Kemudian tak lama setelah itu ada orang yang mengaku dari Dinas Sosial bernama Maulana Ihsan mengabari ke H Basri bahwa dia sudah mentrasnfer uang sejumlah 18 jt ke rekening masjid. Dan tak lupa bukti transfernya dikirim ke H Basri. Untuk ucapan terima kasih, H Basri kemudian meneruskan bukti transferan atas nama Bagus Santoso itu ke orang yang mengaku wabup itu dan mengucapkan terima kasih.

“Dan saat meneruskan bukti transfer kepada orang yang mengaku wabup Bagus Santoso, dia mengatakan uang yang 18 juta itu untuk bantuan masjid Jami’atul Ikhlas hanya Rp.8 juta, sisanya adalah untuk bantuan untuk panti asuhan sebesar Rp.8 juta dan 2 juta untuk saya pribadi. Lalu dia minta saya mentranferkannya kembali bantuan untuk panti asuhan sembari dia mengirimkan no rekening ,” cerita H Basri.

Lebih lanjut, Maulana mengirimkan lagi bukti tranfer ke rekening masjid atas nama Kasmarni sebesar Rp.20 juta, bukti transfer atas nama sekda sebesar Rp.45 juta, kemudian dari Khairul Umam sebesar 30 juta dan dari Dinas Sosial 22 juta. Pihak pengurus masjid diminta untuk dapat menerima kunjungan Wabup, sekda, dan ketua DPRD Ba’da Zuhur pada Minggu (19/2) untuk menjelaskan perihal bantuan tersebut.

“Orang yang mengaku dari Dinas Sosial bernama Maulana itu mengatakan pula bahwa bantuan yang ditransfer adalah bantuan dari Bupati Kasmarni sebesar Rp,10 juta untuk masjid dan untuk panti asuhan 10 juta. Sementara yang dari ketua DPRD untuk masjid sebesar 15 juta dan untuk panti asuhan 15 juta. Demikian juga transfer yang dari Sekda, untuk masjid hanya 25 juta dan sisanya untuk panti asuhan, Kemudian dari Dinas Sosial untuk masjid hanya 15 juta dan sisanya untuk panti asuhan. Dia minta yang untuk panti asuhan itu ditransferkan kembali malam itu juga,”kata Basri.

Dikatakan Basri, Ia sudah memberikan alasan bahwa dirinya tak bisa melakukan transfer balik dikarenakan berhubung hari libur. Dan juga karena rekening masjid tidak ada kartu ATM, dan lagi buki rekening masjid belum bisa diprint out untuk melihat ada tidaknya uang masuk. namun si penipu meminta Basri untuk menanggulangi dulu dengan rekening pribadinya.

“Iya, dia terus minta tolong agar bantuan untuk panti asuhan yang sudah terkirim ke rekening masjid itu di tranfer balik ke nomor rekening yang dikirim ke saya. Kebetulan di rekening saya ada simpanan untuk biaya kuliah anak saya sebesar Rp.48 juta. Sementara jumlah yang harus ditransfer untuk panti asuhan itu sebesar Rp.60 juta. Si penipu mengatakan tak apalah transfer berapa yang ada aja, besok boleh ditransfer sisanya . Karena memang percaya dengan bukti transfer uang benar-benar seperti bukti transfer asli, ditambah pula profil di WA yang mengatasnamakan wabup benar-benar foto Bagus Santoso, saya pun mengirimkan uang yang ada di rekening saya semuanya sebanyak 48 juta,”urai Basri.

Selanjutnya, Pagi Minggu, Basri pun memberitahu ketua masjid Jamiatul Ikhlas ustad Arjon jika ada bantuan masuk dari Bupati, Wabup, Sekda, Ketua DPRD dan Dinas Sosial. Dan nanti Ba’da Zuhur Wabup bersama Sekda dan Ketua DPRD akan berkunjung ke Masjid Jamiatul Ikhlas menjelaskan perihal penyerahan bantuan tersebut.

Usai shalat zuhur, ketua masjid Jamiatul Iklhas menyampaikan ke jamaah bahwa nanti ada kunjungan Bupati, Wabup dan Sekda. Pada pukul 15.00 wib pengurus masjid masih menunggu kedatangan rombongan, namun yang ditunggu tak kunjung datang. Dan sebagian pengurus masjid pun sudah ada pada pulang ke rumah masing-masing.

“Saya sudah mulai curiga, kenapa Handphone orang yang mengaku dari Dinas Sosial itu tidak dapat lagi dihubungi. Dan juga nomor Handphone orang yang mengaku Wakil Bupati Bagus Santoso sudah hilang berikut dengan foto di profilnya. Saya pun mendatangi panti asuhan Dayang Derma apakah ada rombongan dari Pemkab yang akan menyerahkan bantuan, ternyata tidak ada sama sekali. Disitulah saya sadar jika sesungguhnya saya sudah tertipu. Lenyaplah tabungan untuk biaya kuliah anak saya ,” lirih Basri.(MAHIR RITONGA/deliknews.com)***

Komentar