Kab. Tasik LINTAS PENA – Dua pelajar asal Kontingen Cisayong Kabupaten Tasikmalaya kembali menorehkan prestasi di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2022 tingkat Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala Sekolah SDN 2Cisayong Ati Kusmayati S.Pd, M.SI menjelaskan, FTBI ini merupakan puncak kegiatan revitalisasi bahasa daerah sebagai implementasi Merdeka Belajar Episode yang ke-17.
Selain itu juga menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai media promosi kepada penutur muda yang akan menjadi penutur aktif bahasa dearahnya.“Dalam Festival tersebut Kontingen Cisayong memperoleh 2 Presetasi terbaik dari cabang lomba yang diikuti yaitu Pinunjul satu, Pasanggiri Maca Jeung Nulis Aksara Sunda Wanoja atas nama Nurul Widaningsih dari SDN II cisayong dan Pinunjul satu Pasanggiri Jajaka atas nama Andhika Rizky Pratama dari SDN II sukajadi.di Tingkat kabupaten Tasikmalaya beber Ati Kumayati S.Pd M.SI, Sabtu 26 November 2022.
FTBI imbuh Ati, merupakan media apresiasi kepada para peserta revitaslisasi bahasa daerah. Festival ini dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah di tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.“Para juara dari masing-masing jenjang akan berlomba ke jenjang berikutnya sesuai dengan mata lomba,termasuk peserta didik dari SDN II cisayong menjadi Duta Kabupaten Tasikmalaya, untuk ikut Tandang makalangan di Tingkat Provinsi Jawa Barat pada tanggal 30 November 2022 di Pangndaran, Jelasnya.
Sementara itu, salah satu guru pembimbing lomba, Endang Maman S.Pd, mengaku bangga dan senang para siswanya bisa meraih kejuaraan dalam ajang FTBI tingkat Kabupaten tersebut. “Alhamdulillah sangat bangga, semoga siswa kami bisa terus berprestasi,” tuturnya.
Menurutnya bahasa, seni dan budaya harus kita lestarikan bersama. FTBI sebagai upaya menggencarkan revitalisasi bahasa daerah yang menyasar generasi muda. Sehingga nantinya akan semakin bangga menggunakan bahasa daerah.“Kita lestarikan budaya kita dan bangga berbahasa daerah. Ayo kita terus lestarikan dan bangga menggunakan bahasa daerah sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia,” pungkasnya. ( JOHAN ROHANI) *
