Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Geger Kalong Bandung)
PIDATO Presiden RI ke 8, Prabowo Subianto di forum Sidang Umum PBB, yang paling krusial disampaikan dengan suara tegas, tegar dan berani adalah tentang keberfihakan pada Bangsa Palestina , serta mendukung Negara Palestina, menjadi Negara berdaulat (23 Sept’25). Utusan Netanyahu , Israel, tentu dialah yang paling kecewa. Kebenaran muncul dan keluar berupa kata-kata adalah hati nurani yang berbicara. Seorang ideolog tampil menyampaikan gagasannya bukan dari fakta-fakta ilmiah, akan tetapi dari Realitas kehidupan kemanusiaan.
Hegemoni Israel (Zionits), berada pada negara-negara yg memiliki hak veto. Tentu blok Barat dan AS. Permainan catur politik internasional Prabowo, sulit dutebak oleh pemimpin Negara lain. Masukan, dan penilaian dari Menlu Sugiono, menjadi faktor dominan dalam mengambil langkah strategis Internasional.
Kemerdekaan Palistina yang kedua, sebelum itu Prabowo mengambil sikap dalam tatanan mata uang Dolar yg mendominasi, Prabowo bergabung dengan mata uang BRICH, dan melakukan kunjungan persahabatan ke China, Xi Jim Ping menyambut hangat kerjasama ekonomi. Terjadi polarisasi politik dari negara2 yg punya hubungan diplomatik dengan Indonesia.
Prabowo bukan hanya mendapat serangan dari luar negeri, namun dari dalam negeri pun mendapat serangan, kecaman, terutama pada pengendalian kebijakan para pembantunya, yang tidak satu komando dan tidak sinergi, tidak bisa kolaboratif, bahkan cenderung menyimpang dari apa yang sudah digariskan dan dipidatokan pada rapat paripurna dgn DPR RI, serta pada sidang Kabinet Merah Putih Bagi kelompok pesimis, gaya kepemimpinan Prabowo Subianto makin miris, namun bagi kelompok optimis, maka apa yang dilakukan Prabowo sudah pada rel yang benar.
Contoh ketidak becusan BGN dalam mengelola MBG, maka kelompok sumir terhadap Prabowo, semakin nyinyir dan mencibir. Kesalahan pengelola MBG , celakanya yang disalahkan Presiden. Pola fikir tsb berbahaya, dan berdampak bagi masyarakat luas, mengalami dampak….@ BRAVO PRABOWO
#Salam Pada Ratu Adil #Salam Pada Leluhur Nusantara #Salam Karahayuan #Sampurasun









Komentar