KOTA BANDUNG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat (Jabar) akan menggelar West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026, dengan tema “ The Golden Belt of Java: Coffee Tea and Cocoa for the Future”.
Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani mengatakan acara perdana ini mengusung penguatan produk unggulan Jabar yakni teh, kopi dan kakao agar semakin berkibar di kancah global.”Ini merupakan pameran perdana yang kami selenggarakan. The Golden Belt of Java: Coffee Tea and Cocoa for the Future menjadi tema karena tiga produk ini memiliki kualitas premium dan juga mempunyai daya saing luar biasa dalam perdagangan global atau ekspor dari Jabar,” tuturnya dalam BEJA (Bewara Jawa Barat) Vol. 18, di Gedung Sate Selasa (9/6/2026).
WIITEX akan berlangsung pada 12-14 Juni 2026 di area Sumarecon Mall Bandung. Sejumlah kegiatan akan mengisi kegiatan WIITEX, seperti business matching yang mempertemukan pelaku usaha dan pembeli dari dalam dan luar negeri.
Sbanyak 42 pembeli dari 11 negara akan hadir, diantaranya dari Malaysia, Thailand, Filipina, Pakistan, Amerika, Mesir hingga Arab Saudi. Ada juga yang hadir secara daring seperti pengusaha dari Jerman.”Kegiatan ini tentunya akan membuka pasar global produk teh, kopi dan kakao dari Jabar. Akan tercipta kolaborasi dan kerja sama bagi 72 komunitas pelaku usaha yang hadir dalam 19 booth setelah kami kurasi sebelumnya,” tambah Nining.

Talkshow dan pelatihan singkat terkait ekspor, workshop produk, hingga pelepasan ekspor kopi sebanyak 2 kontainer menuju Mesir akan berlangsung di area WIITEX. Pengunjung juga dapat menikmati sajian kopi dan teh sambil menikmati cerita sejarah produk teh dan kopi khas Jabar.
Lebih lanjut Nining menyebutkan pada 2025 ekspor kakao Jabar mencapai 72 juta ton senilai USD 680 juta. Sementara ekspor kopi 5,3 juta ton dan menghasilkan USD 33,8 juta. Sedangkan teh sekitar 21 juta ton senilai USD 33 juta.
Analis Perdagangan Ahli Madya juga sebagai Ketua Tim Perkebunan pada Ditjen PEN Kemendag RI, Irman Adi Purwanto Moefthi menambahkan, pemerintah pusat sangat mendukung kegiatan WIITEX karena akan paralel dengan kegiatan Trade Expo Indonesia pada Oktober mendatang.
“Sebagai informasi pada Trade Expo Indonesia tahun lalu kita mendapatkan transaksi lebih dari USD 20 miliar, yang tentunya juga diharapkan pada 2026 ini akan semakin meningkat,” tuturnya.
Bahkan, akan ada paviliun khusus untuk produk perkebunan teh, kakao, dan kopi pada Trade Expo Indonesia Oktober mendatang.
“Tentunya juga diharapkan nanti dengan kehadiran para pembeli dari luar negeri akan semakin menambah tujuan ekspor yang bukan hanya ke Malaysia, tetapi ke banyak negara lainnya. Negara-negara seperti wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah, seperti Mesir itu bukan tertarik pada kopi saja, tetapi sebenarnya teh ini juga sangat potensial untuk dipasarkan di sana,” ujarnya. (ROS/ADV)***








Komentar