oleh

Potensi Pengembangan Wisata Religi di Tasikmalaya

Oleh : Dede Farhan Aulawi

TASIKMALAYA dikenal sebagai Kota Santri karena memiliki banyak pesantren dan tradisi keagamaan yang kuat. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata religi berbasis spiritual dan budaya Islam.

Salah satu destinasi utama adalah Gua Safarwadi Pamijahan, tempat makam Syekh Abdul Muhyi, yang setiap tahun ramai dikunjungi peziarah. Selain itu, Masjid Agung Manonjaya, Pesantren Suryalaya, dan Pesantren Cipasung juga memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi.

Keindahan alam di sekitar kawasan religi menambah daya tarik tersendiri.

Namun, pengembangan wisata religi di Tasikmalaya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, promosi yang minim, dan pengelolaan yang belum terkoordinasi dengan baik.

Diperlukan perbaikan akses jalan, fasilitas umum, promosi digital, serta pelibatan pesantren dan masyarakat lokal dalam pengelolaan.

Dengan dukungan pemerintah, pengembangan berbasis masyarakat (community-based tourism), dan penerapan konsep wisata halal, wisata religi di Tasikmalaya berpotensi menjadi sektor unggulan daerah yang tidak hanya meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas religius dan budaya lokal.(****