oleh

PT Kilang Pertamina Internasional RU II Sungai Pakning Gelar Pelatihan Budidaya Maggot di Desa Pakning Asal Kec Bukit Batu

Bengkalis, LINTAS PENA – Limbah sampah organik tak lagi terbuang percuma berkat insiatif baik PT. KPI RU II Sungai Pakning, bersama mitra binaan BUMDes Mekar Jaya menggelar kegiatan pemberdayaan yaitu Pelatihan Budidaya Maggot BSF di Desa Pakning Asal (21/7).

Acara pelatihan yang diikuti oleh 15 orang ini menghadirkan Wawan Kurniawan Z, S.P sebagai pemateri yang merupakan Penyuluh Pertanian di Kecamatan Bandar Laksamana. Dalam sesi pemberian materi, beliau menjelaskan secara rinci juga berdasarkan pengalamannya sehingga memberikan sudut pandang yang inspiratif mengenai tahapan budidaya maggot mulai dari persiapan, teknik pemeliharaan, hingga pemanfaatan hasil maggot sebagai solusi pakan alternatif. Materi yang diberikan disambut dengan antusias oleh para peserta, yang aktif bertanya dan mengikuti praktik secara lamgsung proses pembibitan maggot di biopond yang telah disediakan.

Hari Mardianto mewakili General Affair PT KPI RU II Sungai Pakning dalam sambutannya menyebutkan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekedar bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan saja juga upaya untuk mengembangkan program yang berbasis lingkungan dan kewirusahaan.

“PT Kilang Pertamina Sungai Pakning senantiasa berupaya hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Pelatihan Budidaya maggot ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap permasalahan sampah organik yang menyelematkan secara ekologis, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan secara ekonomis,” ujar Hari Mardianto.

Sementara itu, Suprayetno, Ketua BPD Desa Pakning Asal, turut menyampaikan apresiasinya kepada PT KPI RU II Sungai Pakning.“Terima kasih kepada tim CSR karena telah mengadakan pelatihan ini. Kegiatan ini sudah sesuai dengan rencana kerja yang sebelumnya telah kami diskusikan bersama. Semoga unit baru budidaya maggot ini bisa menjadi peluang usaha bagi BUMDes Mekar Jaya untuk lebih mandiri, sekaligus menjawab persoalan sampah organik rumah tangga dan menyediakan alternatif pakan yang lebih terjangkau untuk ternak unggas dan ikan air tawar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, namun juga mampu mengimplementasikan praktik budidaya maggot secara mandiri. Dengan demikian, potensi desa sebagai pusat inovasi dan kewirausahaan lingkungan dapat terus tumbuh dan berkembang, sejalan dengan komitmen PT KPI RU II Sungai Pakning dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan(MAHIR RITONGA)***

Komentar