oleh

Satria Pribadi Bicara Soal Wasilah “Gelang dan Tasbih Syekh Amir Hasan” dari Bahan Kayu Bertuah Kalimasodo

SATRIA PRIBADI, seorang spritualis muda sesepuh “MAJELIS WISMA AGUNG SAMUDERA SHOLAWAT”   Kabupaten Jombang pada berita sebelumnya mengungkapkan, walaupun banyak pasien atau muridnya yang berasal dari luar kota, maka Gus Satria panggilan akrabnya   tidak  menyediakan berbagai macam “media” untuk berbagai keperluan. Dia hanya membuat  4 macam media/sarana yang dibutuhkan yakni Bio Aura, Air Berkah, Tasbih dan Gelang Sholawat. “Saya cenderung lebih fokus memberikan gemblengan program keilmuan daripada membuat media atau sarana yang dibutuhkan pasien. Untuk sementara ini, saya hanya membuat 4 jenis media yang multi fungsi,”katanya.

            Pada kesempatan kali ini, LINTAS PENA membahas soal media syareat gelang dan tasbih yang dibuat dan dirituali sejumlah do’a oleh Gus Satria Pribadi, namanya “Gelang dan Tasbih ++Asror Sholawat Kalimosodo Syekh Amir Hasan”. Bahan gelang dan tasbih dari kayu bertuah bernama kayu Kalimosodo yang cukup terkenal itu.

            Kenapa Gus Satria membuat dan merituali gelang berikut tasbih dari bahan kayu Kalimosodo? “Produk gelang dan tasbih terbaru yang saya keluarkan memang dari bahan kayu Kalimosodo. Kenapa saya lebih memilih bahan dari kayu Kalimosodo ? Jujur saja, bahan dari kayu Kalimosodo jauh lebih bagus disbanding bayu kayu bertuah lain yang umum dipakai untuk tasbih/gelang seperti stigi, Liwung, gaharu, cendana, galih kelor, nogosari dan lainnya. Sebab, kayu Kalimosodo memiliki aura sendiri yakni aura keunguan yang merupakan aura spiritual.”jelasnya

            Dia mengakui, bahwa raja kayu bertuah dipegang oleh kayu Nogosari. “Namun, saya lebih memilih kayu Kalimosodo karena memiliki aura spiritual yang bagus jika diisi/dirituali/riyadhohi sebagai media syareat untuk berbagai keperluan. Sebenarnya, kayu kayu bertuah memiliki aura masing masing yang bisa digunakan sebagai media syareat, bukan sekedar untuk berdzikir.”tuturnya.

            Sementara itu, gelang dan tasbih yang terbuat dari bahan batu, Gus Satria lebih memilih Tiger Eye ketimbang pirus, marjan, fospor, giok dan batu jenis lainnya.”Kalau batu tiger eye asli murni alami. Sedangkan batu jenis lain kebanyakan olahan/proses pabrikan. Karena itu, batu tiger eye lebih cocok dan bagus untuk isian-isian media syareat berbagai keperluan, terutama dalam penyerapan energinya.”kata Gus Satria.

            Adapun tasbih dan gelang “Kalimosodo Syekh Amir Hasan” ini oleh Gus Satria diisi dengan do’a, asmak dan shalowat (Hayul Aurod 11.000 kali, asmak nabi 980.000 kali, sholawat Kun Muhammad 4444 kali, Sholawat Ashonaka 4444 kali, Sholawat Rajah Putih 4444 kali, Sholawat Badar Rajeh 4444 kali, Sholawat Rajah Alam 4444 kali, Sholawat Pancer Llangit 4444 kali, Sholawat Banyu Segoro 4444 kali, Aji Kidung Wahyu Solawat 4444 kali, Sholawat Simo/Singa Putih 4444 kali, Isim Alam 7000 kali, Aji Fatihah Bumi 7000 kali dan Doa Kanzul Arasy 41 kali. “Kemudian ditutup dengan asma kuncian semesta dan direndam dengan air 7 pesantren, dicampur air zam zam, air sumur taflah wadi, al aqiq, sumur sayidina Utsman, air zafaron dan ditabaruki dengan rendaman rambut Rasulollah. Wasilahnya multi fungsi seperti pengasihan, kerejekian,kewibawaan, kedigjayaan, keberuntungan dan sebagainya. Juga sangat bagus digunakan berdzikir  terutama bagi yang mendalami ilmu al hikmah,”paparnya.

            Gus Satria pun menjelaskan, bahwa Kayu Kalimasada mempunyai warna yang cenderung hitam, kayunya ringan berserat dan belang mirip sono keling. Semua bagian kayu Kalimosodo berwarna abu-abu kehitaman (tak ada bagian kayu berwarna putih). Fisik kayu ringan, terapung di air baik yang tua atau yang muda. Karimunjawa memang pulau mistik yang banyak menyimpan keanekaragaman jenis kayu langka bertuah termasuk kayu Kalimasada yang biasa digabungkan dengan Setigi maupun Dewandaru.Dalam bahasa Jawa, bahwa  KALIMASADA atau KALIMOSODO mempunyai arti Kalimah Syahadat. Jenis kayu ini apabila dibawa saat bertasbih, dzikir, ataupun membaca aurad lelaku maka dapat meningkatkan energi spiritualis seseorang. Selain itu juga mempunyai kelebihan untuk menyimpan energi aurad yang dibaca. Khowas kayu Kalimasada yang sejuk beraura ungu atau biru baik digunakan sebagai campuran atau peyeimbang energi.Kelangkaan pohon ini memang terbukti, sangat sulit ditemukan dan melegenda. Kalimasada mempunyai motif yang indah hitam dengan belang-belang melingkar yg berasal dari motif serat pada batang yang belang-belang lurus.

            Nah,bagi Anda yang ingin memiliki atau memahari “Gelang dan Tasbih ++Asror Sholawat Kalimosodo Syekh Amir Hasan” yang sudah melalui ritual/riyadhoh oleh Gus Satria Pribadi hubungi MAJELIS WISMA AGUNG SAMUDERA SHOLAWAT” Dusun Kayen Rt.06 / 02 Kec. Peterongan Kabupaten Jombang. Tlpn/sms/ WA :0821-4141-7723 sekaligus yang hendakKonsultasi Spiritual-Supranatural, Pemesanan Media dan Gemblengan Keilmuan (REDI MULYADI)***

Komentar