Bengkalis, LINTAS PENA
Panggelaran seni budaya Suku Asli Akit peranakan Tionghoa berlangsung selama tiga hari mulai Sabtu (10 -12/ 11/ 2018) bertempat di Desa Hutan Ayu Kecamatan Rupat Utara. Ini untuk pertama kalinya digelar yang melibatkan unsur pemerintahan desa, BPD, LPMD, kepala dusun, Ketua RW / RT ,linmas dan FKPM .
Acara pengukuhan Seni Budaya Suku Asli Akit Peranakan Tionghoa ini cukup meriah, yang juga dihadiri anggota DPRD Kab, Bengkalis, Kepala Suku Batin dan Suku Kapitan yang berasal dari Desa Hujan Panjang, Desa Dungun Baru, Desa Darul Aman,Kel.Tanjung Kapal, Desa Pancur Jaya, Kel.Pergam, Desa Sukadamai, desa Titi Akar, Desa Sungai Cingam dan Desa Pangkalan Nyirih serta warga masyarakat.
“Juga sekaligus pengukuhan para kepala suku, pengurus tokoh Adat Akit peranakan Tionghoa, serta turut melibatkan tradisi adat istiadat Suku Batak , dan seni budaya masyarakat tersebut.”ujar Pettrus, Kepala Desa Hutan Ayu kepada LINTAS PENA
Pada acara pengukuhan yang memiliki simbolis ciri khas masing masing diterima oleh kepala suku dan kapitan dari Pemdes Hutan Ayu yang merupakan suatu tradisi khas oleh suku suku baik Suku Akit, Peranakan Tionghoa, Melayu, dan Batak. Kemudian acara penyeraan keranjang berciri khas bagi peranakan Tionghoa, dilanjutkan dengan pementasan penck silat, seni ronggeng, seni budaya Melayu, Batak Jawa Asi Akit, Barongsai dan kesenian lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam acara ini. Kami berharap kedepannya guna meningkatkan persatuan dan kesatuan demi kemajuan serta segala tradisi tidak hilang ditelan jaman , agar seni budaya suku tersebut dapat dikembangkan lagi “ujar Pettrus, Kepala Desa Hutan Ayu dalam kata sambutannya. (ALAN JERI FANUS)***
Komentar