oleh

Semua Pendeta Pendeta  Sakti Nestorian Bersembunyi di Semua Gunung di Sundanesia

Oleh: Abah Yusuf Bachtiar Kabuyutan (Tokoh Budaya Jawa Barat)

Tradisi saling melindungi keturunan antar prajurit bertombak Bareusan Pangawinan, sejak 500 ratus tahun lalu, sama dengan tradisi kesetiaan pasukan-pasukan  komando kerajaan dan kelompok intelijen sedunia. Barisan pelatih pasukan komando Prabu Suryakencana yang disebut Guru Alas dan Puun, direkrut, dilatih dan berperang non stop selama 12 tahun,  sejak tahun 1567-1579 Masehi.

Sebagai hadiah penghargaan kepada pasukan-pasukan elit Saolin Cina dibawah komando keturunan-keturunan Raden Aji Mantri, semua keturunan-keturunan Prabu Suryakencana yang mengungsi di kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, bangun kawasan Pecinan di Pecenongan Welvreden, Bidara Cina Meste, Cipinang, Bantarjati dan Kampung Baru di Jakarta Raya.

Pasukan komando khusus pengawal Raja Suryakencana ini bergerilnya sepanjang Gunung Wayang, Gunung Padang, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Salak hingga Gunung Halimun, melindungi Prabu Suryakencana. Sedangkan pasukan khusus Saolin Cina, Pan Ko Bio, menyerah dan bergabung dgn pasukan kerajaan Cirebon Raya, bersama anak-anaknya Prabu Suryakencana, bernama Raden Aji Mantri.

Pasukan Saolin Cina, Pan Ko Bio, tercatat ikut mengungsi ke Sumedang. Putranya Raden Aji Mantri bernama Santowan Kandang Serang, terkenal bersama anak-anaknya, Kiyai Pralaya, Kyai Singa Manggala dan Kyai Tanudjiwa, terlibat melawan VOC di Batavia bareng pasukan-pasukan Shaolin dan pasukan khusus  Sabrang Mataram, dipimpin oleh sosok Pangeran Jayakarya, tahun 1682 Masehi.

Begitupun dengan pasukan komando Macan Ali dan Macan Hussein dari Kerajaan Cirebon Raya dan Kerajaan Demak Raya yang ketika berperang dengan Kerajaan Pajajaran Raya, semua prajurit komandonya juga dididik di wilayah-wilayah pengunungan Sundanesia dan Jawanesia. Kemampuan perang gerilya dan beladirinya juga sama dengan pasukan Pajajaran Raya. Yaitu Silat, Kungfu Cina, Gulat Persia, Pedang Arab, Panah Mongol, Kalaripayattu India dan Bokator Champa. Kesemua ilmu perang dan beladiri ini berakar dari sejarah perang kaum Nestorian dan Muhammaden global.

Kisah misteri gerilyawan- gerilyawan  mantan pasukan elit Bareusan Pakawinan dan pasukan elit Saolin Pan Ko Bio, paska hancurnya kekuasaan raja terakhir Kerajaan Pajajaran Raya, Prabu Ragamulya  Suryakencana di wilayah kasepuhan dan kabuyutan-kabuyutan di pegunungan-pegunungan Sundanesia, terkait dengan kehadiran pendeta-pendeta Nestorian dan kaum Muhammaden yang mendirikan Padepokan beladiri kuno Kung Fu, Gulat dan Kalaripayattu di pegunungan-pegunungan. Sundanesia…Cutatan lanjutan…Cag!@Abah Yusuf//Doct-Kabuyutan

Komentar