Oleh : KPHA H.Derajat Hadiningrat (Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita)
Kita Adalah Keabadian, Kitalah Sumber Kehidupan Yang Nampak
RISALAH ini khusus bagi engkau sahabatku kalimah Bismillah yang berjalan di muka bumi.
Saudaraku, sungguh aku turunkan ijazah berupa risalah ini timbul dari rasa cinta kasihku kepadamu.
Aku tahu engkau banyak dikecewakan, banyak menderita kesusahan, hidup terasa dimarginalkan dan merasa sulit memperoleh kebahagiaan. Mengapa hal ini terjadi ?
Jawabannya adalah karena engkau tidak mengetahui bahwa sesungguhnya engkaulah sumber kehidupan, engkaulah sumber kebahagiaan dan keagungan karena engkau hakikatnya adalah kalimah BISMILLAH.
Aku pernah menasehati istriku : “selama kebahagiaan engkau ukur dengan terpenuhinya nafsu syahwat keduniaan maka selama itu engkau tak akan pernah bahagia. Nun jauh di dalam lubuk hatimu ada sumber kekuatan The Power Of Life yang dariNya kita berasal, denganNya kita bersama dan kepadaNya kita harus kembali. Dan inilah kebahagiaan sejati bagi orang Mukmin”.
Marilah kita mencoba untuk menyelami diri kita agar tahu bahwa diri kita yang sejati tidaklah diukur dari sejak kita lahir hingga akhirnya kita kembali. Jauh sebelum lahir diri kita telah ada. Sahabat kami telah memaparkan tentang diri kita yang sejati sbb :
Mursyid kami Mama Arjaen berkata bahwa hidup itu satu hanya saja dipakai oleh seluruh semesta raya ini.
Kita bukanlah sekedar penyebut nama Tuhan tetapi lebih dari itu karena kita adalah Sang Pengucap namaNya sendiri ketika kita menyadari bahwa semua gerak, baik gerak batin (hati maupun pikiran) dan gerak jasad kita bergerak sendiri tanpa kita meminta dan menyadari karena sesungguhnya kita adalah penyandang BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. Mursyid kami Syekh Rahmatullah di Garut pernah berkata bahwa definisi Allah itu adalah OYAG (red. Bahasa Sunda yang artinya GERAK).
Bagi orang yang ingin mengenal Allah itu tidak jauh bagaikan percikan air laut yang menangis aku ingin mengenal lautan padahal dia adalah bagian dari lautan. Kita pun demikian sejak kita terlahir ke alam dunia ini kita adalah percikan dari kehendak Allah belaka.
Kita tidak pernah terpisah sama sekali dari Tuhan hanya terlupa. Mama Arjaen pernah berkata : “Hirup mah langgeng ngan kahalangan ku poho” (hidup itu abadi cuma terhalang lupa).
Saudaraku, kita adalah huruf BA, SIN, MIM, LAM, HA (bismillah). Huruf Ba adalah permulaan wujud, huruf Sin rahasia perjalanan hidup, huruf Mim samudra rahmat, huruf Lam lintasan cinta dan huruf Ha adalah nafas kehidupan yang menyelimuti segalanya. Lengkaplah diri kita adalah Kalimah Bismillah yang berjalan di alam semesta ini. Bagi siapapun yang bisa menyelami tentang hal ini maka sesungguhnya dialah KHALIFAH ALLAH yang karenanya dunia ini diadakan. So, tidak mungkin kita akan disusahkan di dunia ini.
Mengapa kita hidup seolah penuh dengan kesusahan dan penderitaan karena kita terbelenggu dengan wujud “aku” yang kecil dan bukan wujud “Aku” yang Maha Besar, Maha Agung, Maha Luas yang telah disematkan kepada diri kita sejak lahir.
Bagaimana mungkin kita membenci sedangkan orang lain adalah juga perwujudan Bismillah.
Bagaimana mungkin kita kecewa padahal semua dihadirkan sebagai rahmat Allah kepada kita tanpa pernah kita sadari dan menerimanya.
Akhirul kalam sesungguhnya engkau adalah rahmat Allah yang diberi wujud.
Semoga Allah memberimu hidayah untuk memahami ajaran para Wali Allah ini. Aamiin.









Komentar