oleh

Silfester Matutina: “Kaum Pembenci Tak Akan Mengakui Keaslian dan Keabsahan  Ijazah Pak Jokowi”

 JAKARTA – Bareskrim Polri menegaskan bahwa dokumen ijazah Joko Widodo dinyatakan asli dan sah berdasarkan hasil penyelidikan dan uji forensik yang mendalam. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri di Lobby Utama Gedung Awaloedin Djamin, Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5).Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan menyusul pengaduan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang melaporkan dugaan pemalsuan ijazah S1 milik Jokowi.

Roy Suryo memberikan tanggapan terkait Bareskrim Polri yang menyatakan ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) asli. Dia tetap meragukan dan menuding ijazah S1 Jokowi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga palsu.”Bareskrim kita apresiasi dulu ya dengan hasil hari ini mengikuti saran saya untuk menyampaikan tahap-tahapnya. Tapi ini kan baru disampaikan tahap-tahapnya ada uji tinta, uji kertas, hasilnya belum,” ungkap Roy Suryo dalam program Sapa Indonesia Petang Kompas TV, Kamis. Dia berdebat dengan Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina.  

Roy Suryo bersikukuh, apa yang disampaikan Bareskrim Polri belum final.”Jadi yang final itu adalah pengadilan,” tegasnya.

            Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina menanggapi apa yang disampaikan Roy Suryo pada program Sapa Indonesia Petang Kompas TV tersebut, bahwa kaum pembenci Jokowi  seperti Roy Suryo Cs tidak akan percaya penjelasan Polri yang dipaparkan secara gamblang.

            “Pada konferensi pers itu kan sangat jelas sekali, Dimana Bareskrim Polri menegaskan bahwa dokumen ijazah Joko Widodo dinyatakan asli dan sah berdasarkan hasil penyelidikan dan uji forensik yang mendalam.Namun kaum pembenci Pak Jokowi seperti Roy Suryo, Egi Sujana, Resmon Sianipar Dkk tidak akan percaya apa yang dijelaskan Polri terkait keaslian ijazah tersebut.”ujarnya

            Jika mereka tidak percaya pada institusi Polri, lanjut Silfester Matutina, kenapa pula mereka melaporkan pula ke institusi tersebut ? “Karakter kaum pembenci seperti itu, tidak akan percaya kepada siapapun. Bahkan kepada malaikat pun tak akan percaya jika menjelaskan keaslian ijazah Pak Jokowi. Karena kebenciannya sudah mendarah daging,”ungkapnya

            Silfester lebih jauh menjelaskan,” Pak Jokowi tahu persis bahwa kalaupun ijazahnya ditunjukan ke publik, para peragu (pemfitnah/ kaum pembenci) akan tetap mempersoalkan keabsahannya. Sudah terbukti dua kali. Ketika pihak UGM mengklarifikasi keabsahan ijazah Pak Jokowi, mereka tetap menuding UGM bohong. Ketika polisi melakukan uji forensik-pun, mereka menyatakan tidak akan mengakui hasilnya jika ijazah dinyatakan terbukti sah. Hasil rekayasa dan lainnya. Mereka tidak percaya kepada Polri yang memberikan hasil penyelidikan dan uji forensik  ijazah Pak Jokowi, tapi mereka melaporkan hal itu kepada Polri. Ini kan lucu.Jadi, target mereka hanya menjatuhkan, meruntuhkan nama baik Pak Jokowi, bukan mencari kebenaran atas ijazah tsb.”paparnya

Kalaupun ijazah asli mantan Presiden Jokowi diperlihatkan saat ini, kata Silfester,  tetap saja mereka (kaum pembenci Roy Suryo Cs) akan ribut, karena tujuannya hanya menghasut rakyat supaya ikut membenci  Jokowi. “Gerombolan sakit hati atau kaum pembenci  akan selalu menolak fakta, karena tujuan mereka hanya akan membuat kegaduhan dan mendiskreditkan Pak Jokowi beserta keluarga, mereka penuh kebencian dan sudah kehilangan akal sehat,”imbuhnya

            Bahkan yang lebih lucu lagi, menurut Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, alumni sendiri sudah tidak dapat menjaga marwah almamaternya. “ Alumni seperti ini merusak citra UGM itu sendiri,  karena pihak UGM  sudah menjelaskan bahwa ijazah Pak Jokowi itu asli dikeluarkan UGM dan teman kuliah satu angkatannya sudah bersaksi bahwa beliau betul-betul kuliah di UGM.  Tetapi gerombolan  perusuh ini tidak percaya akan kredibilitas almamaternya sendiri. Ini kan benar benar lucu…!!!”pungkasnya.(REDI MULYADI)****

Komentar