Simulasi Edukasi Pertolongan Pertama Terhadap Masyarakat Yang Terkena Musibah Ganti Bencana

by

Pangandaran LINTAS PENA.

Kegiatan edukasi juga simulasi dini yang di pelopori oleh Kelompok dampingan JAMTANI (JAringan MAsyarakat Tani Indonesia) dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Pangandaran, dalam pertolongan pertama terhadap penanganan bencana alam atau musibah yang di alami Masyarakat di Pangandaran Khususnya, dan di laksanakan dalam waktu tiga hari.

Edukasi ini sangat penting dan perlu di ketahui oleh halayak umum, di karenakan dengan banyaknya kejadian bencana alam atau pun non alam di Pangandaran.

Dari Kelompok dampingan Jamtani berinisiatif berkolaborasi dengan PMI Pangandaran untuk melaksanakan edukasi dan simulasi, dan juga diberikan teori dasar dan praktek pertolongan pertama ketika satu masyarakat mendapatkan musibah dampak bencana.

Pelaksanaan kegiatan selama 3 Hari termasuk yang di laksanakan di lokasi kawasan wisata pantai barat Pangandaran, Jum’at (4/6/2021).

Direktur Jamtani Nasional, Haji Kustiwa Adinata menyampaikan, bahwa kegiatan ini bentuk dari kesadaran bersama adanya bencana alam.

“Karena kita menyadari, bencana itu tanggungjawab semua pihak. Khususnya, teman-teman (masyarakat) yang menjadi korban langsung berhadapan dengan bencana di tingkat desa,” ujar Haji Kustiwa saat ditemui di lokasi simulasi bencana, Jum’at (4/6/2021).

Untuk itu, kata Kustiwa, pihaknya bekerjasama dengan PMI untuk bagaimana mereka memahi Ganti memahami dalam melakukan tindakan pertolongan pertama kepada korban.”Yang sering kita temukan seperti patah tulang, itu di peraktekan bagaimana cara pengamanan sampai dibawa ke Ambulans dan sampai rumah sakit,” jelasnya.

Lanjut Kustiwa, mungkin juga ada yang pingsan, dan bagaimana cara sampai korban kembali siuman dan juga lainnya.”Jadi ini merupakan, bagaimana hal itu bisa dilakukan (penyelamatan awal) bukan hanya bisa di lakukan oleh tim medis saja, tetapi bisa juga oleh petani, tokoh masyarakat,” Terang Kustiwa.

“Jadi kalau kita menemukan kejadian di depan mata kita tidak akan ragu lagi karena kita sudah memiliki dasarnya, baik di jalan, di rumah dan dibeberapa tempat lainnya,”ungkapnya.Di lokasi yang sama Staf PMI Kabupaten Pangandaran Ai Wita, ini merupakan simulasi siaga bencana alam yang mungkin terjadi kapan saja khususnya di Pangandaran.

Menurutnya, pertolongan pertama ini perlu di pahami dan di kuasai oleh Khalayak Masyarakat umum seperti patah tulang baik bagian kaki, tangan, bagian pelipis juga bagian lainnya.

“Salain itu kami jelaskan juga, bagaimana caranya ketika terjadi bencana dan apa yang harus kita lakukan, bagaimana posisi yang ditolongnya, bagaimana kondisi penolongnya agar tidak panik,”

Pemahaman ini memang sangat perlu sekali, tambah Ai, karena dalam suatu kejadian kadang ada yang cepat bisa tertangani ada juga yang lambat dalam penanganan, tergantung situasi di lapangan, pungkasnya.(ERS/EL)