oleh

Uang Rakyat “Jadi Taruhan” Pengerukan Lumpur DI Kelingi Pesimis Bertahan Lama

Lubuklinggau, LINTAS PENA—-Diketahui dari sumber media ini dengan menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah pada tahun 2026, Unit Pelaksana Irigasi Water vang telah melakukan pemeliharaan Daerah irigasi meliputi  pengangkatan Sedimen lumpur dan pembersihan tanaman eceng gondok disepanjang  aliran Irigasi Induk (Besar) Daerah Irigasi (DI) Kelingi dari BK (Bendung Kelingi) 0 sampai BK 1

Ironisnya,  dalam kegiatan swakelo ini  uang rakyat “jadi taruhan”  Ratusan juta melayang karena pesimis bertahan lama, hingga akhrinya  mendapat kritik dari masyarakat  Sebut saja Reson(50) juga mengaku memiliki sawah yang menggunakan air dari aliran Irigasi DI Kelingi .Menurutnya, pekerjaan pengangkatan sedimen lumpur terkesan “asal-asalan” buktinya tanah hasil pengerukan lumpur dari saluran irigasi dibiarkan berada di bantaran atau bibir tanggul irigasi

“Mana bisa tahan lama pengerukan lumpurnya pak cuba bapak lihat sendiri hasil dari pengerukan lumpur ditumpuk dan dibiarkan saja berada di bibir irigasi.Dengan dibiarkan begitu saja tentu ini ditambah material lumpur hasil pengerukan bukan tanah melainkan bercampur pasir sangat mudah terbawa air ditambah lagi untungnya saat ini kan memang musim kemarau”

“Jika nanti datang musim penghujan ya otomatis lumpur bekas yang dikeruk masuk irigasi lagi dan bisa dipastikan hitungan bulan Siring akan dangkal lagi makanya saya pesimis pengerukan ini bisa bertahan lama” Ungkap Reson

Saat di tanya wartawan berapa kedalaman yang dikeruk oleh alat berat saat dilakukan pekerjaan pengangkatan sedimen lumpur Reson mengaku tidak mengetahui pasti

“Kalo untuk kedalamannya saya kurang tahu pak walau saat dilakukan pekerjaan saya sering melintas dan melihat langsung,akan tetapi tentu kami harap saat dikerjakan kemarin kedalaman lumpur yang dikeruk sesuai sehingga siring ini tidak cepat dangkal yang pada akhirnya membuat debit air berkurang dan tidak lancar” Tambah Reson

Sementara itu, pengamatan sejumlah awak media di lapangan, Kegiatan swakelola, Terkait pengerukan terkesan begitu cepat, tetlihat beberapa titik Irigasi tidak dilakukan pengerukan secara merata,  bahkan masih ada tumpukan sampah disungai dan tumbuhan eceng gondok didalam irigasi,  Belum lagi saat pengunaan alat berat,  terlihar beberapa jalan mengalami kerusakan, dan  sempat mendapat protes dari  masyarkat,

Akhirnya awak media, mencoba untuk  Chek and Balance dalam pemberitaan, Kepala.Unit Irigasi Kelingi Mardiansyah tidak ada dikantornya beralamat kompleks Watervang Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan  (Sumsel)

Terpisah, Ari Lubis selaku PPK dalam pekerjaan pemeliharaan Irigasi saat dihubungi melalui pesan Whtas App dengan Nomor  0812- 8357- 5XXX  guna konfirmasi  mengenai SOP pekerjaan,Spek kedalaman galian sedimen,Volume pekerjaan lumpur dan pengangkatan eceng gondok,alat-alat berat yang digunakan memang disewa atau milik dinas sendiri sampai berita ini tayang belum ada tanggapan secara terpisah (TIM)