oleh

Walikota Tasikmalaya Hadiri Launching Hutan Edukasi Ekoliterasi di Kawasan Objek Wisata Kampung 9 Urug Kawalu

Kota Tasik,LINTAS PENA

Walikota Tasikmalaya Drs.H.Budi Budiman menghadiri acara  Launching Hutan Edukasi Ekoliterasi di kawasan Kampung 9 dan Objek Wisata Urug Kec.Kawalu pada hari Sabtu (23/3/2019). Launching Hutan Edukasi Ekoliterasi itu sendiri diprakarsai PGRI Kota Tasikmalaya, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Perhutani, Padepokan Garuda Paksi Kampung 9 dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kawalu.

Pada kesempatan itu tampak hadir Rektor Universitas Airlangga Surabaya Mohammad Nasih (Prof. Dr. SE., M.T., Ak., CMA),Unsur Forkopinda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi,S.Sos, Kepala Dinas Pariwisata, Olahraga dan Budaya Kota Tasikmalaya Hadian,SH , Ketua Padepokan Kampung Salapan Dian Hadianto, Lurah dan Camat Se Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.  .

Dalam sambutannya, Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman mengatakan sangat mengapresiasi dengan kegiatan acara Edukasi Ekoliterasi memberikan manfaat untuk memberikan edukasi tentang bagaimana menjaga lingkungan sekitar khususnya hutan yang berada di Kota Tasikmalaya. “Dengan mengedukasi untuk selalu menjaga hutan akan menumbuhkan kepedulian terhadap hutan tidak tumbuh serta merta tetapi perlu dibina, didik, ditumbuhkan terutama pada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa ini dimasa yang akan mendatang.Penumbuhan kepedulian ini bisa dilakukan melalui berbagai upaya diantaranya dengan adanya pendidikan karakter yang berfungsi sebagai pembentuk dan pengembang potensi, perbaikan dan penguatan, penyaring (menyaring budaya bangsa lain yang tidak seusai dengan nilai-nilai karakter budayadan bangsa). tujuan pendidikan karakter untuk mengembangkan potensi hati nurani peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki karakter bangsa.”paparnya.

Selain itu, Walikota Tasikmalaya berharap dengan adanya huntan edukasi ekolitersi ini bisa memiliki spirit memiliki bagaimana mencintai lingkungan kepada setiap anak agar lingkungan kita terjaga dengan baik serta jangan sampai anak-anak tidak tahu tentang bagaimana cara menjaga lingkungan dan menjaga hutan karena hutan merupakan sumber kehidupan.”ujarnya

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Bangbang Hermana,SPd,MPd mengungkapkan, bahwa Launching Hutan Edukasi Ekoliterasi di kawasan Kampung 9 dan Objek Wisata Urug dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional yang melibatkan sekitar 2.000 orang pelajar (SD,SMP,SMA/SMK) beserta guru se-Kota Tasikmalaya.” Jadi, melalui kegiatan ini sekolah-sekolah yang ada di Kota Tasikmalaya   menanam seribu pohon kopi sebagai sarana pendidikan dan pelestarian alam.  Kota Tasikmalaya punya 320 hektar hutan yang sudah lama tidak ditanami. Ini bisa dimanfaatkan untuk sarana pendidikan,” jelasnya

Bangbang Hermana menambahkan, melalui kegiatan tersebut  menjadi langkah awal mengenalkan kepada siswa, guru, orang tua dan masyarakat pentingnya memelihara alam dan menjadikan alam sebagai sarana pendidikan.

Ketua Padepkan Garuda Paksi Kampung 9 Dian Hadianto  menuturkan, bahwa  program Penanaman Pohon Hutan Edukasi ini berangkat dari keprihatinan akan kondisi pelajar saat ini yang kurang mengenal budaya dan lingkungan. Makanya, dalam kegiatan tersebut ada pengenalan hutan untuk membentuk cinta alam. Ada juga ekoliterasi, yakni selama anak melakukan perjalanan di hutan akan dituangkan dalam bentuk karya tulis yang dikirim melalui aplikasi khusus.” Adapun pohon kopi yang   ditanam para pelajar itu    bisa menjadi laboratorium bagi sekolah dan meningkatkan kewirausahaan sekolah,”jelasnya, seraya berharap ke depannya di Kampung 9 Urug ini akan dibangun koperasi dan industri kopi kebanggaan Kota Tasikmalaya. (REDI MULYADI/SUNAR)****

Komentar