Kab.Tasikmalaya LINTAS PENA
Pada hari Sabtu 5 september 2020, keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya di Desa Tanjungkerta Kec.Pageurageung Kabupaten Tasikmalaya beserta ikhwan akhwat TQN telah menggelar acara peringatan hari jadi (MILAD) yang ke- 115 tahun.
pada acara milad tersebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) DR.H.Anton Charliyan MPKN, Kapolres Tasikmalaya Kota,Kapolres Kabupaten Tasikmalaya dan tamu undangan lainnya.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pondok Pesantren Suryalaya Drs.Iing Farid Ghozin M.Si yang merupakan cucu dari Abah Anom menyampaikan dalam pidato pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya menyampaikan sejarah pendiriannya ponpes sejak tanggal 5 September 1905 dirintis oleh KH Syeh Abdullah Mubarrok bin Nur Muhammad yang dikenal panggilan Abah Sepuh sejak awal tahun 1905. Adapun nama Suryalaya diambil dari istilah sunda yaitu “Surya = Matahari dan Laya = tempat terbit, jadi suryalaya secara harpiah mengandung arti tempat terbit matahari,.Setelah Abah Sepuh wafat, kepemimpinan Ponpes Suryalaya dilanjutkan oleh Abah Anom KH.Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin. “jelasnya
Selanjutnya terkait perkembangan teknologi informasi, menurut Iing Farid Ghozin bahwa pengembagan digitalisasi itu sesuai dengan program pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ingin pondok pesantren terbaik dalam bidang teknologi.
Bertepatan dengan milad ke 115 tahun di ponpes kami sudah dikembangkan metode pembelajaran digital beberapa hari sudah dilaksanakan. “Digitalisasi yang dilaksanakan di ponpes itu adalah pengajian, pembelajaran melalui teknologi informasi dalam digitalisasi ini pengajian dapat selalu disiarkan dimana saja berada santri bisa terus berjalan dan pengembangan metode pembelajaran secara digital itu sekaligis menjawab tantangan pendiriannya ditengah masa pandemi covid-19 sebab srlama covid -19 terjadi banyak metode pembelajaran secara daring.
“Insyaa Alloh kedepan pihaknya akan terus mrlanjutkan pengembangan digitalisasi di pesantrennya sebab pesantren juga harus mengikuti moderenisasi zaman. Karena itu santri juga harus terus mengikuti perkembangan terutama teknologi informasi kita mulai rumuskan hari ini ada dakwah,pengajian kuluah keagamaan melalui internet kita sudah coba dan dapat di ikuti oleh 1000 orang .Perkemvangan daring sangat perlu dilakukannya sebab santri ponpes ini tersebar diberbagai daerah bahkan hingga ke Singapura,Thailand dan Malaysia.”paparnya
Namun menurut Iing Farid dalam pengembangan digitalisasi Pesantren Suryalaya masih terkendala, misalnya infrastuktur selain itu jaringan internet di wilayah kami masih terbatas “Kendati demikian kami tidak akan berhenti mengembamgkan digitalisasi baik akan dikomunikasikan ke provider agar jaringan internet bisa dibenahi ini adalah cikal bakal pesantren digitalisasi di Jawa Barat “jelasnya.
Sementara itu,Gubernur Jawa Barat Ridwan. Kamil dirinya mengapresiasi digitalisasi yang dilakukan oleh pihak Pondok Pesantren Suryalaya sebuah pendidikan era pandemi covid 19 seperti saat ini baik institusi ekonomi dan pendidikan harus fasih dalam dunia digital karena itu “Saya menyambut baik Milad ke 115 Ponpes Suryalaya yang sekaligus mengembangkan pembelajaran secara digital Itulah yang harus dilakukan oleh pesantren lainnya Provinsi Jawa Barat akan terus mendukung pengembangan yang dilakukan Ponpes Suryalaya di Jawa Barat. Kami juga akan terus memperjuangkan untuk merampungkan pembahasan perda pesantren sehingga dukungan kepada pesantren di Jawa Barat menjadi sistematis baik dari kurikulum,infrastuktur hingga pendidikan Jelas kang emil. (ADE BACHTIAR ALIF)*
