oleh

Dua Sosok Pemimpin Besar Revolusi Yang Merubah Tatanan Keadaban , Kemanusiaan  dan Keadilan

Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung)*

KEDUA sosok  besar , Boeng Karno (Ir. Soekarno) dan Imam Ruhullah Khomaini qs, adalah Idiolog , bukan ilmuwan. Meskipun keduanya adalah mumpuni dalam bidang keilmuaan yang ditekuni dan dimilikinya. Beda idiolog dengan ilmuwan. Idiolog, adalah mereka yang bergulat pada kehidupan kemanusiaan, dengan apa yang diyakininya, dan ia menemukan fakta-fakta kebenaran. Sedangkan Ilmuwan, adalah mereka yang bergulat pada lapangan keilmuan, dan mereka menemukan data-data sebagai fakta ilmiah.

Menurut, Pitter Drucker,  bahwa ada sekolompok manusia  yang mampu mengubah wajah dunia  dalam membangun keadaban , keadilan dan kemanusiaan, yakni: Para Nabi , Rasul , dan Para Ilmuwan. Penemuan tersebut yang menjadi landasan pilosofis dalam pengembangan Manajemen, sebagai landasan ilmu organisasi.

Ali Syari’ati, seorang Sosiolog Agama (Islam), dan salah seoranh Arsitek Revolusi Islam Iran dari dunia Kampus, dalam buku,” Ideologi Kaum Intelektual”, menyebutkan, bahwa seorang Idiolog adalah dengan padanan kata, “Rausanfikr” , adalah sosok manusia yang selalu gelisah dalam menemukan ketertindasan manusia, mustadz’afin, oleh para tiran, penguasa dzalim. Lambang, simbol, dalam kitab suci yang merupakan kelompok tiran: Fir’an ( Penguasa); Haman (Imuwan yg hidup dimenara gading, tekstualis); dan Qorun ( Oligarki). Ketiga simbol tersebut, selalu hadir dan ada dimana-mana , ditiap negara. Ketika ketiga sosok tersebut bersatu, berkoalisi, maka terjadilah Rezim Tiran.

Boeng Karno dan Imam Khomaini qs adalah sosok yang mengibarkan perlawanan terhadap kapitalis dan imperialis, di Abad 20.

Soekarno  , lahir 6 Juni 1901, dan wafat pada 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.

Fakta penting:
Usia : 69 tahun
Penyebab : Komplikasi gagal ginjal, hipertensi, dan penyakit jantung. Kondisinya memburuk setelah jadi tahanan rumah pasca G30S 1965
Pemakaman : Dimakamkan di Blitar, Jawa Timur, di samping makam ibunya. Makamnya sekarang jadi kompleks Makam Bung Karno
Status saat wafat : Berstatus tahanan politik. Tidak ada upacara kenegaraan besar saat itu, baru di era Soeharto akhir dan reformasi namanya direhabilitasi

Soekarno sudah sakit sejak akhir 1960-an. Dari 1967 sampai wafat, beliau diisolasi di Wisma Yaso, Jakarta, dengan akses medis terbatas.

Perubahan tatanan Negara dari Kerajaan2 kecil di Nusantara, Sunda Besar dan Sunda Kecil, Pajajaran Raya, Galuh, Singasari -Mataram Kuno-, Majapahit, Mataram kedua, Pajaran Anyar- Galuh Pakuwan Pajajaran, berubah menjadi tatanan Negara Bangsa, Republik Indonesia, Indinesia tidak dikenal dimata dunia,  dengan kehadiran Bapak Pemimpin Revolusi, Indonesia menjadi negara Merdeka, tahun 1945 . “Tidak ada Indonesia bila tidak ada Sosok Boeng Karno”.

Tahun 1979, dunia diguncangkan oleh sosok seorang ‘Alim idiolog, Imam Ruhullah Khomaini, yang memerdekakan Bangsa Persia dari Imperialis modern, hegemoni barat dan Amerika, dan Syah Reza  Pahlvi, Raja Dzalim, tumbang dan kabur ke AS beserta keluarganya, hingga saat sekarang keluarga Reza Pahlevi di AS.
Imam Khomeini wafat pada 3 Juni 1989 di Teheran, Iran.

Fakta penting:
Usia : 86 tahun, lahir 24 September 1902
Penyebab : Serangan jantung setelah operasi pendarahan internal di sistem pencernaan. Beliau memang sudah lama sakit dan dirawat di rumah sakit
Pemakaman : 6 Juni 1989 di kompleks Behesht-e Zahra, selatan Teheran. Pemakamannya jadi salah satu yang terbesar dalam sejarah. Dilaporkan 10 juta orang hadir, sampai peti matinya jatuh karena desakan massa
Jabatan saat wafat : Masih menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran / Rahbar sejak Revolusi Iran 1979

Khomeini adalah tokoh kunci Revolusi Iran yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi dan mengubah Iran jadi Republik Islam. Setelah wafat, posisinya digantikan Ali Khamenei yang masih menjabat sampai 2026.

Imam Khomaini, menjadi populer, dengan jargon “Perlawanan Kaum Mustadz’afin melawan Kaum Mustakbarin”, “Perlawanan Kaum tertindas melawan kaum Penindas (Tiran, Dzalim). Kehadiran Imam Khomaini adalah memunculkan Republik Islam Iran, yang dikenal hingga hari ini.

Bagi hegemoni barat dan AS, kedua sosok  pemimpin besar revolusi, telah mengguncang dunia kapitalis dan iperialis.
Boeng Karno menyatakan perlawanannyw dengan, kalimat ,” Inggris dilinggis dan Amerika disetrika”.Imam Khomaini menyatakan pada kaum muslimin didunia, untuk Menentukan keIslaman, yakni dengan kalimat, Apakah kalian berada pada “Islam Muhammadin atau Islam Muawiyin (Amrikiyin)”.
Cag!@Abah Yusuf//Doct//Kabuyutan
Bandoeng,  21 Rayagung 1447 H/7 Juni 2026 M