Oleh: Gus Qusyairi Zaini (Majlis Zikir Tauhid Padepokan Sadar Bumi Alif Kabupaten Sumenep)
SEBAGIAN orang berkata, “Jangan su’uddhon, husnuddhon saja..!” Seraya berasumsi bahwa سوء الظن itu adalah suatu hal yang mutlak tidak boleh kita lakukan dalam hidup dan kehidupan kita
Begini loh dhuluurrr, su’uddhon atau berprasangka buruk yang mutlak tidak boleh kita lakukan dan harus bersih dari hati kita adalah su’uddhon kepada Allah Azza wa Jalla. Adapun su’uddhon kepada sesama manusia tentu sesekali boleh dan bisa juga menjadi keharusan, tergantung konteks yang ada. Makanya, beberapa ulama justru menganjurkan agar kita memiliki su’uddhon demi menjaga diri dari kejahatan manusia-manusia lainnya. Ulama ahli hadits dari Syam yang bernama Al-‘Ajluny dalam kitab Kasyfu Al-Khafa berkata:
احترسوا من الناس بسوء الظن
“Bentengilah diri kalian dari kejahatan manusia dengan su’uddhon..!”
Bahkan ada sebuah hadits marfu’ yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas berikut ini:
من حسن ظنه بالناس كثرت ندامته.
“Barang siapa berprasangka baik kepada seluruh manusia, maka ia akan banyak merasakan penyesalan.”
Dalam kitab Kanzul Ummal, imam Ali Karramallahu Wajhahu berkata:
الحزم سوء الظن
“Sikap berhati-hati itu adalah su’uddhon”
Juga dikatakan:
سوء الظن من الحزم
“Su’uddhon itu sebagian dari sikap berhati-hati”
Imam Syafi’i pernah berpesan dalam salah satu syairnya, beliau berkata:
لا يكن ظنك إلا سيئاً
إن سوء الظن من أقوى الفطن
“Jangan sampai pradugamu ada kecuali praduga yg buruk (su’uddhon), sebab itu pertanda kuatnya kecerdasan.”
Sebagian yg lain berkata:
وحسنُ الظنِّ يحسنُ في أُمورٍ
ويمكنُ في عواقبِه ندامه
“Berprasangka baik bisa jadi baik dalam beberapa hal, namun mungkin akan membawa akibat penyesalan² pada akhirnya.”
وسوءُ الظنِّ يسمجُ في وجوهٍ
وفيه مِن سماجتِه
حزامه
“Sedangkan berprasangka buruk bisa jadi terlihat buruk di mata orang-orang, namun dalam keburukannya itu terkandung sifat kehati-hatian..”
Didalam QS. Al-Hujurat: 12 tidak secara mutlak سوء الظن itu dianggap dosa, karena ada kalimat بعض yg berarti sebagian, sebagian itu kebalikan dari keseluruhan. Artinya, sebagian prasangka buruk (su’uddhon) itu adalah dosa, maka jauhilah itu (yg sebagian), namun tentu yg sebagiannya lagi boleh kita lakukan, tergantung konteksnya apa.
Kesimpulannya, sebagaimana dikatakan oleh beberapa ulama:
فبعض سوء الظن ما هو محمود العاقبة
“Maka sebagian dari Su’uddhon itu dapat terpuji akibatnya”
كانت العرب تقول: العقل التجارب والحزم سوء الظن.
Orang-orang arab sering berkata: “Kebijaksanaan diperoleh dari pengalaman, sedangkan sikap kehati-hatian diperoleh dari Su’uddhon..”
وقالوا : “سوء الظن من الحزم”
Mereka berkata: “Su’uddhon/Prasangka buruk/ negatif thinking adalah sebagian dari sikap berhati-hati dalam kehidupan.”
So, berburuk sangkalah kalian, karena sikap berburuk sangka adalah tanda kuatnya kecerdasan kalian..!! Namun tetap jangan over loh ya..!!
@sorotan
