KETEGANGAN di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel dan Hizbullah terlibat aksi saling serang, sementara Amerika Serikat memperluas keterlibatannya dalam konflik dengan Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan akan membalas kematian personel militer AS dan menyatakan bahwa konflik dengan Iran berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu
Selain itu, Amerika Serikat bersama sejumlah negara Arab mengutuk Iran atas rangkaian serangan yang ditujukan kepada negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan AS. Pernyataan bersama yang dirilis Departemen Luar Negeri AS bersama Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyebut tindakan tersebut sebagai perilaku sembrono dan destabilisasi.
Dunia kembali diguncang oleh eskalasi militer skala besar di Timur Tengah setelah pasukan gabungan Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan udara masif ke wilayah Iran. Operasi yang melibatkan lebih dari 700 sorti penerbangan ini dilaporkan menyasar lebih dari 2.000 target strategis, termasuk fasilitas intelijen, sistem rudal balistik, hingga pusat komando tinggi di Teheran.
Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa serangan yang dimulai pada Sabtu dini hari tersebut telah menewaskan sejumlah tokoh senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Teheran meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal yang menargetkan aset-aset Israel serta Amerika Serikat di kawasan Teluk. Ketegangan ini memicu kekhawatiran global akan terganggunya stabilitas keamanan dan jalur perdagangan internasional, terutama di titik krusial seperti Selat Hormuz.
Iran dilaporkan telah melancarkan serangan balasan ke Israel. Dilansir laman Aljazirah, tentara Israel mengatakan rudal yang diluncurkan dari Iran teridentifikasi menuju Israel. Serangan ini memicu bunyi sirene di beberapa wilayah negara itu.“Masyarakat diminta untuk mengikuti instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri,” kata militer Israel di Tel Aviv. “Saat ini, Angkatan Udara Israel beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika perlu untuk menghilangkan ancaman tersebut.”
Tentara mengonfirmasi, pertahanan Israel tidak sepenuhnya kedap, dan oleh karena itu sangat penting bagi masyarakat untuk terus mematuhi pedoman Komando Pertahanan Dalam Negeri.”Masyarakat diminta untuk terus mengikuti instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri.”
Sementara itu, laporan menyebut ledakan mengguncang Israel utara saat negara itu berupaya mencegat rudal Iran yang datang setelah melancarkan serangan nasional bersama AS terhadap Iran. Pertahanan Israel tidak bisa mencegah semua rudal Iran.
Iran mengonfirmasi telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan rudal dan drone telah menuju ke arah Israel menyusul serangan AS-Israel.“Sebagai tanggapan atas agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal terhadap Republik Islam Iran, gelombang pertama serangan rudal dan drone besar-besaran oleh Republik Islam Iran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai.”
Iran sebelumnya dilaporkan tengah menyiapkan balasan atas serangan Israel dan AS hari ini. Balasan itu bakal dilancarkan beberapa jam ke depan.
Rencana itu dilansir Reuters mengutip kata para pejabat Iran pada hari Sabtu. Pemimpin di Iran berjanji untuk melakukan “respons yang menghancurkan” terhadap serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran pada hari Sabtu ini.
“Teheran sedang bersiap untuk melakukan pembalasan; tanggapannya akan sangat keras,” kata para pejabat tersebut, menurut Reuters.
Para pejabat pertahanan menilai kemungkinan besar respons rudal Iran akan terjadi dalam beberapa jam. Sumber-sumber di lembaga pertahanan menilai kemungkinan respons Iran dalam beberapa jam, termasuk peluncuran rudal, semakin meningkat.
Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran, dengan ledakan terdengar dan terlihat di seluruh Teheran pada Sabtu. Beberapa rudal menghantam University Street dan daerah Jomhouri di Teheran, kantor berita Fars melaporkan. Asap terlihat membubung di kota itu, menurut koresponden Al Jazeera di lapangan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran bertujuan untuk menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran. Pemerintah Iran dinilai membahayakan rakyat Amerika.
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” katanya, seperti dilansir https://news.republika.co.id/berita/tb5tre377/breaking-news-iran-balas-serang-israel-dengan-rudal-pertahanan-zionis-bobol
Kantor berita AP melaporkan, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pada Sabtu terhadap Iran, dengan serangan pertama yang terlihat terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Media Iran melaporkan serangan di seluruh negeri, dan asap terlihat mengepul dari ibu kota.
Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran bertujuan untuk menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran. Pemerintah Iran dinilai membahayakan rakyat Amerika.“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” katanya.
Saluran berita milik negara Iran, IRINN, dalam teks berjalan, telah mengkonfirmasi serangan Israel pada Sabtu (28/2/2026) di Teheran. Tel Aviv menggambarkan operasi militer itu sebagai serangan pendahuluan terhadap Iran.
Stasiun tersebut sempat mengalami gangguan audio sekitar pukul 06:30 GMT, sebelum melanjutkan siaran, menampilkan teks berjalan yang melaporkan kepulan asap dan suara ledakan di beberapa bagian ibu kota.
Iran dilaporkan sedang mempersiapkan pembalasan menyusul serangan tersebut. Iran juga telah menutup wilayah udaranya. “Dengan respons yang akan sangat menghancurkan,” demikian kata seorang pejabat Iran kepada Reuters.
Kepala komisi keamanan nasional parlemen Iran Ebrahim Azizi mengingatkan AS dan Israel.“Kami sudah memperingatkan Anda!” tulisnya di media sosial. “Sekarang Anda telah memulai jalan yang ujungnya sudah tidak lagi berada dalam kendali Anda,” tambahnya.
Israel Membalas Serangan Rudal Hezbollah
Informasi yang dilansir https://www.idnfinancials.com Israel melancarkan serangan udara baru ke Iran dan memperluas ofensifnya dengan menyerang militan Hezbollah yang didukung Teheran di Lebanon pada Senin (2/3). Di saat yang sama, Iran mengumumkan peluncuran gelombang rudal baru yang diklaim telah “membuka gerbang api besar” terhadap Israel.
Israel, seperti dikutip Reuters, menyatakan serangan di Lebanon menargetkan lokasi-lokasi yang terkait dengan Hezbollah Syiah, salah satu sekutu utama Iran di Timur Tengah. Serangan tersebut dilakukan setelah Hezbollah menembakkan rudal dan drone ke wilayah Israel sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Badan berita negara Lebanon, NNA, melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dan 149 lainnya luka-luka akibat serangan Israel. Militer Israel menyebut target utama berada di pinggiran selatan Beirut, kawasan yang dikuasai Hezbollah, serta menargetkan sejumlah tokoh senior kelompok tersebut.
Serangan balasan antara Israel dan Hezbollah ini terjadi setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada 2024, sekaligus memperluas konflik yang telah mengguncang Timur Tengah sejak AS dan Israel menyerang Iran pada Sabtu lalu. Eskalasi tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu penerbangan internasional.
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, mengatakan operasi melawan Hezbollah berpotensi berlangsung lama.“Ini membutuhkan kesiapan defensif yang kuat dan kesiapan ofensif berkelanjutan, dengan operasi berlapis sambil terus memanfaatkan peluang,” ujarnya.
Serangan ke Iran
Militer Israel menyatakan pada Minggu malam bahwa angkatan udaranya telah mencapai keunggulan udara di atas Teheran dan menarget pusat-pusat intelijen, keamanan, serta komando militer Iran.
Serangan lanjutan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Iran. Media pemerintah Iran menyebut ledakan terdengar di sejumlah bagian Teheran, termasuk di kota Sanandaj, Provinsi Kurdistan Barat, yang menewaskan sedikitnya tiga orang.
Tak lama setelah pukul 07.00 waktu setempat (05.00 GMT), sirene serangan udara berbunyi di seluruh Israel, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem, menandai gelombang serangan baru dari Iran.
Media pemerintah Iran melaporkan rudal diluncurkan dari wilayah tengah negara itu menuju “lokasi musuh”. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan rudal-rudal tersebut menargetkan kompleks pemerintahan Israel di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta wilayah Yerusalem Timur. Mereka menegaskan serangan akan terus berlanjut dan sirene di Israel “tidak akan berhenti”.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam wawancara pada Minggu bahwa operasi militer gabungan AS–Israel terhadap Iran dapat berlangsung setidaknya empat minggu.
Dampak Regional
Eskalasi konflik turut menjalar ke negara-negara sekutu AS di kawasan.
- Kuwait melaporkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat drone musuh. Kedutaan Besar AS di Kuwait mengeluarkan peringatan agar warga berlindung dari potensi serangan rudal dan drone. Saksi mata melaporkan kehadiran besar aparat keamanan, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran di sekitar kedutaan, sementara rekaman video menunjukkan asap hitam mengepul di area tersebut.
- Ledakan juga dilaporkan terdengar di Dubai, Doha (Qatar), serta Samha, sekitar 50 kilometer dari Abu Dhabi.
- Sebuah serangan drone menghantam pangkalan Angkatan Udara Inggris di Akrotiri, Siprus, menyebabkan kerusakan terbatas tanpa korban jiwa. Ini merupakan serangan pertama ke pangkalan tersebut sejak serangan militan Libya pada 1986 dan menandai eskalasi signifikan konflik.
Sumber yang mengetahui operasi Israel menilai serangan kali ini jauh lebih intens dan luas dibandingkan perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni tahun lalu. Israel juga berencana memanggil gelombang tambahan pasukan cadangan dalam 48 jam ke depan untuk memastikan kesiapan ofensif dan defensif tetap terjaga.
“Ambisi Delusional” Trump
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa meski Trump pada akhirnya akan berbicara dengan kepemimpinan baru potensial Iran, kampanye militer tetap berlanjut.
“Presiden Trump mengatakan kepemimpinan baru di Iran telah menunjukkan keinginan untuk berbicara dan pada waktunya ia akan melakukannya. Namun untuk saat ini, Operasi Epic Fury berlanjut tanpa henti,” ujar pejabat tersebut.
Namun, penasihat mendiang Khamenei menegaskan melalui platform X bahwa Iran tidak akan bernegosiasi dengan Trump. Ia menyebut Presiden AS memiliki “ambisi delusional” dan kini khawatir terhadap jatuhnya korban dari pihak Amerika.
Trump bersumpah serangan militer akan terus berlanjut hingga “seluruh tujuan tercapai”, tanpa merinci detailnya. Ia mengklaim operasi sejauh ini telah melumpuhkan komando militer Iran serta menghancurkan sembilan kapal dan satu fasilitas angkatan laut.
Militer AS mengumumkan pada Minggu bahwa tiga personel Amerika tewas dan lima lainnya luka parah akibat serangan balasan Iran. Trump menyebut kematian tersebut sebagai bagian dari “misi yang benar”. “Kemungkinan akan ada lebih banyak korban sebelum semuanya selesai. Begitulah kenyataannya,” ujar Trump.“Amerika akan membalas kematian mereka dan memberikan pukulan paling keras kepada para teroris yang, pada dasarnya, telah memerangi peradaban,” pungkasnya.
Iran Bakal Mulai Membalas Serangan AS-Israel
Iran dilaporkan tengah menyiapkan balasan atas serangan Israel dan AS hari ini. Balasan itu bakal dilancarkan beberapa jam ke depan.Rencana itu dilansir Reuters mengutip kata para pejabat Iran pada hari Sabtu. Pemimpin di Iran berjanji untuk melakukan “respons yang menghancurkan” terhadap serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran pada hari Sabtu kemarin.
“Teheran sedang bersiap untuk melakukan pembalasan; tanggapannya akan sangat keras,” kata para pejabat tersebut, menurut Reuters.
Para pejabat pertahanan menilai kemungkinan besar respons rudal Iran akan terjadi dalam beberapa jam. Sumber-sumber di lembaga pertahanan menilai kemungkinan respons Iran dalam beberapa jam, termasuk peluncuran rudal, semakin meningkat.
Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran, dengan ledakan terdengar dan terlihat di seluruh Teheran pada Sabtu. Beberapa rudal menghantam University Street dan daerah Jomhouri di Teheran, kantor berita Fars melaporkan. Asap terlihat membubung di kota itu.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa ledakan juga terjadi di wilayah Seyyed Khandan di utara Teheran. Media Iran lainnya mengutip serangan di seluruh negeri, termasuk di provinsi Ilam bagian barat.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim Israel melancarkan serangan rudal untuk “menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel”. Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada Aljazirah bahwa serangan itu dilakukan sebagai operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika. Negara itu telah mengumpulkan armada besar jet tempur dan kapal perang di wilayah tersebut untuk mencoba menekan Iran agar membuat kesepakatan mengenai program nuklirnya.
Amerika Serikat telah mengerahkan kapal induk, jet tempur, kapal perusak berpeluru kendali, dan kemampuan lainnya ke Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Presiden AS Donald Trump menggambarkannya sebagai armada angkatan laut yang sangat besar.
Ini mencakup dua kapal perang terbesar AS – USS Gerald R Ford dan Abraham Lincoln. Ford adalah kapal induk terbaru dan terbesar di dunia di Amerika Serikat. Kapal ini memiliki reaktor nuklir dan dapat menampung lebih dari 75 pesawat militer. Pesawat ini juga dilengkapi radar canggih yang dapat membantu mengendalikan lalu lintas udara dan navigasi.
USS Abraham Lincoln, kapal induk bertenaga nuklir yang dapat menampung sekitar 90 pesawat militer, dipindahkan ke wilayah tersebut dari Asia-Pasifik pada bulan Januari. Pada awal Februari, salah satu jet tempurnya menembak jatuh sebuah drone Iran yang “secara agresif” mendekati kapal tersebut, kata militer AS.
Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Qatar menerapkan perlindungan di tempat bagi semua personel, dan merekomendasikan agar semua warga negaranya melakukan hal yang sama hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kementerian Transportasi Irak mengatakan mereka telah menutup wilayah udara nasionalnya.
Menurut seorang pejabat pertahanan Israel yang dikutip oleh badan tersebut, serangan tersebut telah direncanakan selama berbulan-bulan dan tanggal peluncurannya diputuskan minggu yang lalu, bahkan ketika AS dan Iran sedang melakukan negosiasi.
Mehran Kamrava, direktur unit studi Iran di Pusat Penelitian dan Studi Kebijakan Arab dan profesor di Universitas Georgetown di Qatar, mengatakan Israel “tampaknya telah melancarkan serangan yang dirancang untuk menggagalkan negosiasi”.
Kuwait Salah Tembak Jatuh Tiga Jet Tempur F-15E Amerika
Perang udara Amerika Serikat–Israel melawan Iran meluas pada hari Senin dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Israel menyerang Lebanon sebagai balasan atas serangan Hizbullah, sementara Teheran menembakkan rudal dan drone ke negara-negara Teluk serta sebuah pangkalan udara Inggris sejauh Siprus. Seperti dilansir https://www.idnfinancials.com/id/news/61817/kuwait-salah-tembak-jatuh-tiga-jet-tempur-f-15e-amerika
Pertahanan Angkatan Udara Kuwait, seperti dikutip Reuters (2/3), secara keliru menembak jatuh tiga jet tempur F-15E milik Amerika Serikat saat berlangsungnya serangan Iran.
Seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri menggunakan parasut dan dievakuasi dengan selamat. Sebuah video yang direkam di lokasi dan diverifikasi Reuters memperlihatkan salah satu jet berputar jatuh dari langit dengan salah satu mesinnya terbakar.
Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) melaporkan bahwa jet tempur F-15 Strike Eagle tersebut ditembak secara keliru saat menjalankan patroli di tengah situasi pertempuran aktif melawan serangan pesawat, rudal balistik, dan drone Iran. Pemerintah Kuwait mengakui insiden tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap operasi militer AS yang diberi nama sandi Operation Epic Fury.
Pilot AS dilaporkan mendarat dengan parasut di wilayah Al Jahra, sekitar 30 kilometer dari Pangkalan Udara Ali Al Salem. Rekaman lain menunjukkan jet tempur tersebut berputar tak terkendali sebelum akhirnya jatuh, disaksikan warga dengan kepulan asap hitam membumbung di kejauhan.
Sejumlah saksi mata sempat mengira pesawat itu milik Iran, sebelum menyadari bahwa jet tersebut adalah milik Amerika Serikat. Hingga kini, penyebab pasti insiden salah tembak tersebut masih dalam penyelidikan.
Setelah akhir pekan pengeboman yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, menyeret negara-negara tetangga ke dalam konflik, serta menghentikan lalu lintas pelayaran di Teluk, pasar global dibuka pada hari Senin dengan lonjakan tajam harga energi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi dunia.
Dalam pengarahan resmi Pentagon pertama sejak kampanye militer dimulai, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menolak menetapkan kerangka waktu untuk mengakhiri operasi, dengan menyatakan bahwa keputusan tersebut berada di tangan Presiden Donald Trump.
Tujuan militer operasi ini, kata Hegseth, adalah menghancurkan kemampuan Iran untuk memproyeksikan kekuatan di luar perbatasannya, yang menurut Washington digunakan sebagai perlindungan untuk mengembangkan senjata nuklir.“Kami menyerang mereka secara presisi, masif, dan tanpa permintaan maaf,” ujarnya.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menggambarkan kampanye ini sebagai penggunaan kekuatan luar biasa, termasuk serangan terhadap lebih dari 1.000 target dalam 24 jam pertama. Ia menambahkan bahwa lebih banyak pasukan masih dalam perjalanan ke kawasan tersebut.
“Ini bukan operasi satu malam. Tujuan militer yang ditugaskan kepada CENTCOM dan Pasukan Gabungan akan membutuhkan waktu untuk dicapai, dan dalam beberapa kasus akan menjadi pekerjaan yang sulit dan melelahkan,” kata Caine.
Namun demikian, para pemimpin ulama konservatif Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerahkan kekuasaan. Para analis militer menilai kekuatan udara AS dan Israel, tanpa kehadiran pasukan darat, mungkin tidak cukup untuk menyingkirkan mereka.
Sementara itu, puluhan warga Iran dilaporkan tewas akibat serangan udara, termasuk dalam beberapa insiden yang diduga mengenai sasaran sipil. “Mereka membunuh anak-anak dan menyerang rumah sakit. Apakah ini jenis demokrasi yang ingin dibawa Trump kepada kami? Orang-orang tak bersalah pertama kali dibunuh oleh rezim, dan sekarang oleh Israel dan Amerika Serikat,” kata Morteza Sedighi (52), seorang guru, melalui sambungan telepon dari Tabriz, Iran barat laut.
Arab Saudi mengonfirmasi bahwa Iran melancarkan serangan ke Ibu Kota Riyadh dan wilayah timurnya pada Sabtu (28/2/2026). Pemerintah Saudi menyatakan, serangan tersebut berhasil dipukul mundur, tetapi menegaskan bahwa negara kerajaan itu berhak mengambil langkah balasan. Ledakan juga dilaporkan terdengar di sejumlah negara Teluk lainnya, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar.
Menurut laporan Reuters, satu orang tewas di Abu Dhabi setelah pecahan proyektil dari serangan rudal Iran menghantam ibu kota UEA tersebut. Sementara itu, dentuman keras juga terdengar di Dubai, meski penyebab pastinya belum dapat dipastikan. AFP melaporkan beberapa ledakan keras juga mengguncang Riyadh. Dua koresponden di Riyadh mengatakanmereka mendengar satu dentuman keras disusul beberapa ledakan, setelah Iran bersumpah akan melakukan pembalasan atas serangan AS dan Israel.. (BERBAGAI SUMBER)****















Komentar