Bengkalis, LINTAS PENA. Musibah kebakaran lahan (Karla) terjadi Di desa kembung luar kecamatan Bantan sekitar jalan Akit Jaya,RT 03/RW 06 Dusun sejahtera Desa Kembung Baru sekitar ±10 Ha
Informasi yang didapatkan melalui Pusdatin Kecamatan Bantan Marwan Irwadi menyampaikan Melalui chatting whatsupnya Pribadinya kepada awak media ini ,Jumat (17/12/2020) menerangkan bahwa terjadi kebakaran ini semenjak pada hari Kamis 9 Desember 2021 pada pukul 15.30 WIB ada pun Titik Koordinat terjadi kebakaran lahan masyarakat sebagai berikut; 1,4049190, 102,4194180, 1.403949, 102.418956, 1.405422,102.419365, 1.406894,102.422699, ungkapnya.
Kemudian kami melakukan koordinasi dengan pihak pihak Terkait TNI, POLRI, dan juga Pemerintahan Desa, lahan terbakar saat ini sudah meluas sekitar lebih kurang 10 Ha lahan gambut semak belukar dan sebagian kebun kelapa sawit, sehingga masyarakat yang terdampak sekitar 100 KK.
Adapun personil yang mengikuti pemadaman kebakaran didesa kembung luar meliputi dari berbagai personil dari Dinas BPBD yakni Kabid Kedaruratan, Pusdatin BPBD 2 orang dan dibantu anggota Rescue kebakaran sebanyak 20 orang personil, dari anggota Damkar kecamatan Bantan sekitar 8 orang personil, dari Tim Manggala Agni pos Siak 10 orang personil, MPB/MPA 10 orang personil, dari anggota Polsek kecamatan Bantan 1 orang, dan anggota TNI 1 orang.
Kemudian Peralatan yang sudah disiapkan sebagai berikut :BPBD : Mesin Mini Stracker 3 unit,Mesin Shibaura 1 unit,selang 2,5 = 13 Roll, selang 1,5 = 15 Roll, why 3 buah, nozlle 6 buah, Drone 1 unit, radio HT 7 buah, Mobil 2 unit dan Motor trile 3 unit. MANGGALA AGNI : 1 Unit Mobil Strada,1.Unit Motor KLX, 1 Unit Mesin mini strker,1.Unit Mesin Mek.3,3 Unit Radio Motorola, 2 Unit Selang Hisap,5 Rol Selang 2.5, 15 Roll Selang 1.5 Inc,1 Unit Y Conector ,3 Unit Noozle,1 Unit Garu Tajam,1 Unit Garu Pacul dan 1 gepiok. MPA/ MPB desa : mesin mini stracker 1 unit- selang 10 Roll dan 1 unit Alat Berat Excavator Caterphilar ( Cat )
“Kami bersama tim petugas kebakaran pada hari ke 8 ini masih dalam melakukan pendinginan dibebarapa titik yang masih meninggalkan asap pasca hujan tadi malam agar titik api tidak timbul kembali, dibantu oleh alat berat excavator merek Caterphilar ( CAT ) PC 130 untuk percepatan proses pendinginan dalam fungsi pembuatan sekat bakar agar api tidak meluas dan melebar, dan pembuatan embung agar sumber air mudah didapatkan oleh tim pemadaman di dalam lokasi atau di tengah lahan karhutla untuk memadamkan titik asap.
Hari ini pendinginan telah selesai dilakukan dan besok masih akan dilakukan pemantauan baik melalui drone dan pemantauan langsung kedalam lokasi karhutla untuk memastikan perkembangan 1 x 24 jam kedepan bahwa titik titik asap benar benar padam total dan tidak menimbulkan api lagi, dan kalau masih terpantau ada titik asap, tidak menutup kemungkinan pendinginan akan tetap dilanjutkan, terangnya.( MURNI )
