oleh

Madrasahku Layak Jadi Pilihan, Tagline Madrasahku TSANDAKOTAS “MANTAP PISAN”

Oleh : Hendri Hendarsah (Tenaga Kependidikan MTs Negeri 2 Kota Tasikmalaya)

SEBELUM penulis mengulas judul artikel ini, ijinkan penulis menyampaikan sebuah pantun :

“Pingin pepes ikan kerapu,

 Pepesnya buat ibu tercinta

 Pingin MTs yang bermutu

 Ya, MTs Negeri 2 Kota Tasikmalaya”

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  Tahun Pelajaran 2023/2024 sebentar lagi akan dibuka. Tentunya masyarakat sedang mencari sekolah/madrasah mana yang akan menjadi pilihan untuk putra-putrtinya belajar. Sebuah spirit bagi penulis yang merupakan bagian civitas akademika MTs Negeri 2 Kota Tasikmalaya sebagai tenaga kependidikan bisa memberikan referensi kepada masyarakat khususnya Kota tasikmalaya. Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Tasikmalaya merupakan salah satu dari empat madrasah tsanawiyah negeri yang berada dibawah  Kementerian Agama Kota Tasikmalaya. Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Tasikmalaya yang beralamat di Jalan Raya Leuwidahu No. 8 Kelurahan Indihiang Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.

Kami perkenalkan kepada seluruh masyarakat dimanapun berada khususnya Kita Tasikmalaya, lembaga kami  memiliki Tagline madrasah   TSANDAKOTAS “MANTAP PISAN”  bukan hanya sebuah kalimat biasa, tetapi kalimat yang menjadi spirit dan semangat seluruh civitas akademika dan menjadi ruh dalam setiap gerak dan langkah menuju pencapaian visi dan misi MTs Negeri 2 Kota Tasikmalaya.  Kami sampaikan  arti Tagline madrasah kami :

Mandiri.

Mandiri dengan mengembangkan pendidikan madrasah sebagai wujud implementasi  di bidang pendidikan Islam di tingkat madrasah-tsanawiyah. Madrasah idaman yang mandiri dan memiliki banyak prestasi. Madrasah mandiri bukan berarti  tidak mau diatur. Mandiri disini adalah kemampuan untuk merasakan, mengidentifikasi dan kemudian berkembang lebih jauh. Misalnya, belajar mandiri berarti belajar mandiri atau self-directed learning. Umumnya apa yang akan dipelajari siswa biasanya ditentukan oleh guru dan kemudian dimasukkan ke dalam kurikulum. Namun, terkadang siswa lebih tahu tentang kekuatan dan kelemahan mereka daripada guru mereka. Dengan cara ini, siswa tahu kapan harus menghabiskan waktu dan energi ekstra untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Siswa mengetahui keterampilan apa yang harus dikembangkan. Kemandirian yang harus dikembangkan  adalah a) mandiri dalam belajar, b) mandiri dalam hidup, c) mandiri dalam berpikir, d) mandiri dalam berpendapat, e) mandiri dalam berkreasi, f) mandiri dalam inovasi, g) mandiri kuat dalam iman.

Terampil.

Pesatnya arus informasi yang disebabkan oleh perkembangan teknologi memudahkan dan mempercepat pembelajaran siswa. Mengumpulkan informasi dan data, coba-coba dengan berbagai cara, bahkan terkadang tanpa bantuan seorang guru. Ini berarti bahwa ketika teknologi informasi berkembang, para pembelajar membentuk diri mereka sendiri. Maka jangan heran jika ada siswa yang mengetahui informasi lebih banyak daripada gurunya. Jangan heran jika ada siswa yang belajar lebih cepat dan lebih pintar dari gurunya.

Untuk memahami hal ini, guru harus menjadi fasilitator dan motivator. Untuk membentuk keterampilan dalam belajar, siswa harus memiliki motivasi dan rasa percaya diri. Penguatan motivasi dan penguatan kepercayaan diri merupakan tugas guru dan tenaga kependidikan. Namun, perlu diingat bahwa keterampilan belajar siswa tetap membutuhkan guru dan teman untuk berbagi dan mendiskusikan masalah. Atau dengan orang lain, saling menyemangati dan memecahkan kesulitan bisa menjadi cara yang efektif untuk belajar mandiri.

Prestasi

Prestasi  harus menjadi value atau ruh dalam setiap agenda-agenda kemadrasahan. Kepala, guru, tenaga kependidikan dan siswa madrasah musti memiliki target prestasi yang harus dicapai, baik tingkat lokal, nasional maupun internasional. Prestasi adalah materi promosi yang paling efisien dan efektif dalam mengangkat citra dan nama madrasah. Hanya madrasah-madrasah yang memiliki prestasi sajalah yang akan menjadi incaran orangtua dan pilihan tempat belajar. 

Target-target inilah yang nanti akan menjadi semacam Quality Point Average (QPA), atau semacam perjanjian kinerja bagi civitas madrasah. Target-target dalam kemandirian dan prestasi ini harus di-breakdown indikator-indikatornya dan kemudian dibuatkan check-list-nya sehingga bisa menjadi parameter. Dengan begitu, tagline Madrasah dalam konteks ini cukup implementatif dan bisa terukur.  Berprestasi mencakup :  a) berprestasi dalam belajar, b) berprestasi dalam hidup, c) berprestasi dalam berkarya, d) berprestasi dalam berinovasi, e) berprestasi dalam akademik, f) berprestasi dalam afektif/karakter, g) berprestasi dalam psikomotorik/skill/ketrampilan, h) berprestasi berkompetisi dalam kebaikan.

Perilaku Santun

Sebagai lembaga pendidikan agama, madrasah mengedepankan nilai-nilai agama di lingkungan madrasah, salah satunya adalah budaya perilaku santun. Perilaku santun adalah salah satu norma kehidupan sehari-hari. The “behavioral theory” menyatakan bahwa perilaku manusia dapat diamati dan dijelaskan sebagai suatu jenis reaksi terhadap berbagai pengalaman rangsangan yang dirasakan.

Oleh karena itu, perilaku santun adalah bagian dari karakter, yang hanya merupakan cerminan dari kepribadian dan yang dilihat orang lain baik dalam tindakan maupun dalam interaksi dengan lingkungannya. Perilaku siswa meliputi moral, berbagai sikap, sosial, emosional, disiplin dan konsep diri.

                Tagline Tsandakotas “MANTAP PISAN”  adalah sebuah komitmen kami untuk menjadikan madrasah yang menghasilkan siswa-siswi berprestasi tentunya dengan didukung oleh sumber daya manusia tenaga pendidik MTS Negeri 2 Kota Tasikmalaya yang memiliki jenjang pendidikan Strata 2 (S-2) sebanyak 18 Guru ASN,  1 Guru Non ASN, Strata 1 (S-1) sebanyak 10  Guru ASN dan 16 Guru Non ASN. Kemudian penunjang sarana prasana seperti  perpustakaan, perpustakaan  digital, lab komputer, taman madrasah, dll. Dengan jumlah  985 siswa dalam 30 rombongan belajar adalah bukti kepercayaan masyarakat kepada madrasah kami untuk mendidik putra-putri yang memiliki lulusan unggul dalam prestasi akademik maupun non akademik.

                Tentunya dengan prestasi yang kami memiliki, dapat memperkuat  niat kesungguhan bagi masyarakat untuk menitipkan putra-putrinya di madrasah kami.  Salam TSANDAKOTAS….”MANTAP PISAN” (****