oleh

Pasar Murah Tingkat Kabupaten Cilacap Digelar di Tritih Wetan, Jeruklegi

Cilaca, LINTAS PENA

Untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dalam mencukupi kebutuhan bahan pokok di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri sekaligus menjaga kestabilan harga pangan dan inflasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap menyelenggarakan kegiatan pasar murah.

Kegiatan pasar murah tersebar di 25 Kecamatan yang terbagi menjadi 2. Yakni pasar murah tingkat kecamatan yang dimulai sejak 14 Mei 2019 di Kecamatan Kroya dan berakhir di Kecamatan Nusawungu pada 28 Mei 2019. Sedangkan untuk pasar murah tingkat kabupaten akan dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Mei 2019 bertempat di lapangan Gelora Jaya, Desa Tritih Wetan Kecamatan Jeruklegi.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kabupaten Cilacap Drs. Wasi Ariyadi, M.M. mengatakan pasar murah diharapkan bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya di bulan Ramadhan dan Idul Fitri.“Harapannya memang dapat membantu masyarakat yang kurang berkecukupan hidupnya untuk bisa menikmati lebaran, kemudian disisi lain barangkali bisa mempengaruhi tingkat inflasi. Karena bisa dibantu belanjanya di pasar murah,” kata Wasi.

Kegiatan ini juga sebagai perwujudan tanggungjawab sosial dari pemerintah dan dunia usaha kepada masyarakat khususnya yang kurang mampu. Pada kegiatan ini Pemkab Cilacap akan bekerjasama dengan Perum BULOG Subdivre IV Banyumas sebagai penyedia barang komoditas yang dijual. Pemkab akan bersinergi dengan pihak BUMN/BUMD serta swasta dengan membentuk panitia pasar murah BUMN/BUMD dan swasta Kabupaten Cilacap tahun 2019.

Pemkab Cilacap menyiapkan 6.000 paket sembako, namun tidak menutup kemungkinan jumlah ini akan bertambah seiring banyaknya partisipasi dari pihak-pihak lain. Harga yang ditawarkanpun cukup menarik yakni 50% dari harga pasar.“Dari APINDO, BUMN/BUMD, bahkan swasta dan Bank Indonesia juga membantu, partisipasi PNS melalui OPD juga berperan dalam pasar murah,” ujar Wasi.

Sebagai upaya untuk ketertiban pelaksanaan pasar murah maka penjualan dilakukan dengan sistem kupon. Calon pembeli sudah terlebih dahulu dibagikan kupon oleh panitia penyelenggara yang mengacu pada data Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2018.

BUMN/BUMD, swasta, Bank Indonesia dan instansi lainnya juga menyediakan paket barang dengan harga murah yang pembeliannya melalui kupon.

Stand pasar murah untuk Dinas/instansi/Dharma Wanita dan UMKM juga menyediakan penjualan sembako, tepung dan pakaian pantas pakai. Sedangkan Dinas Pertanian akan menggelar lapak petani dengan penjualan tanpa kupon. (H.ARIYANTO SULAEMAN/ RAMA PUTRA/HUMAS)***

 

Komentar