
Oleh : Ali Assegaf
MANUSIA 250 TAHUN
Ucapan seseorang bisa saja berjalan dengan zaman berbeda terlihat tidak sesuai dengan perbuatannya. Namun seorang yang punya ketajaman pengetahuan – jika terlihat berbeda diwaktu yang lama – itu bukan oleh sebab pertumbuhan pengetahuannya, tetapi karena perbedaan reaksi atau perkara bada’ yang terjadi padanya. Itu sebabnya imam Ali Khamenei Hf membuat buku manusia 250 tahun – membuat catatan – reaksi, ucapan dan langkah pilihan imam – seluruhnya menjadi satu pelajaran, saking teliti dan konsistennya – jadi pelajaran seluruh kehidupan imam bagi kehidupan setelahnya.
Marja Taqlid
Kita diajarkan ketika jenjang seorang marja menjadi marja’ – alias kesimpulan hukum yang dibuatnya – harus terlebih dahulu memasuki fase muhtat – yaitu kesimpulan hukum hanya berlaku bagi dirinya – sedang selainnya diwajibkan ikut.
Dibalik semua itu masyarakat Muwali Ahl Bait As, diajarkan untuk percaya dengan ucapannya sebelum memerintahkan yang lain mengikutinya. Itu sangat penting hingga masyarakat dalam tatanan masyarakat Muwali Ahl Bait As, bukan hanya berkata jujur – tetapi juga berpegangan apa yang diucapkannya.
Tak semua dapat melakukan hal ini, tak perlu juga menjadi polisi atas ucapan orang per orang ini – namun jika ucapan itu tertuang dalam tulisan yang mengklaim atas nama syiah dan ke publik, seharusnya penulis dan dewan pimpinan di dalamnya – harus mempercayainya terlebih dahulu sebelum yang lain. Etika seperti ini yang seharusnya dijaga ditengah kita – tentu koreksi sendiri itu baik, namun apa yang harus dikatakan oleh lembaga yang merasa lebih atas yang lain – kemudian melakukan stigma ke publik – dan menyalahi etika seperti ini.
Tulisan-tulisan saya bisa saja panas dibaca – sebagian bisa membuat tuduhan agar maksud sebenarnya tulisan saya tidak tercapai. Namun saya masih percaya banyak yang masih peka dan bersih hatinya – membaca merenungkan dan mendialogkan ke yang lain.
Budaya Muwali Ahl Bait adalah berfikir, berani dan jujur. Mari kita bersama mempercayai lisan kita sendiri.(*****