oleh

Revitalisasi SDN 5 Pataruman Kota Banjar Digelontor Anggaran Rp.802,1 Juta, Libatkan Warga Setempat

Kota Banjar LINTAS PENA —SDN 5 Pataruman, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mendapat bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas serta penataan lingkungan sekolah dengan nilai anggaran mencapai Rp.802.100.000 yang bersumber dari APBN.

Kegiatan revitalisasi tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh Tim P2SP SD Negeri 5 Pataruman. Dalam pelaksanaannya, mayoritas tenaga kerja yang dilibatkan berasal dari masyarakat sekitar sekolah.

Kepala  SDN 5 Pataruman, Tia Munawarotul Ula, S.Pd., menyampaikan bahwa program revitalisasi tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan revitalisasi ini. Pembangunan dan penataan lingkungan sekolah sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan pendidikan,” ujar Tia.

Menurutnya, pihak sekolah berupaya memastikan seluruh proses pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain meningkatkan kualitas fasilitas sekolah, pelaksanaan kegiatan juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, tenaga kerja yang digunakan dalam pekerjaan tersebut mayoritas berasal dari warga setempat.

Dalam pelaksanaan pembangunan, kualitas dan kesesuaian material menjadi salah satu perhatian. Sejumlah material yang digunakan antara lain baja ringan 0.75 mm.sesuai sfek dan berbagai jenis besi beton yang pengadaannya disesuaikan dengan spesifikasi teknis pekerjaan.

Pengadaan barang dan jasa dalam kegiatan tersebut dilaksanakan melalui mitra kerja SIPLah, dengan penyedia CV Athalla Putra Kusma.

Penyedia barang, Kusmayadi, mengatakan kepada Lintaspena Media saat ditemui  pihaknya berkomitmen menyediakan material sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan.“Kami sebagai penyedia berupaya memenuhi kebutuhan material sesuai spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Setiap material yang digunakan kami sesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan ketentuan yang berlaku,” kata Kusmayadi.

Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Tim P2SP selama proses pelaksanaan agar kebutuhan material di lapangan dapat terpenuhi dengan baik.

Sementara itu, Ketua Tim P2SP SD Negeri 5 Pataruman, Tata S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Pelaksanaan kegiatan kami lakukan secara swakelola dengan melibatkan tenaga kerja yang mayoritas berasal dari lingkungan sekitar. Kami juga memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 agar pekerjaan dapat berjalan dengan aman dan tertib,” ungkap Tata.

Ia mengatakan, Tim P2SP bersama pihak sekolah dan penyedia terus melakukan koordinasi selama pelaksanaan pekerjaan.Menurutnya, pengawasan terhadap pekerjaan juga penting dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun penggunaan material.

Program revitalisasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah. Dengan adanya ruang kelas yang lebih layak serta lingkungan sekolah yang semakin tertata, proses belajar mengajar diharapkan menjadi lebih nyaman.

Pihak sekolah juga berharap hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi peserta didik dan masyarakat. Dengan anggaran yang bersumber dari APBN sebesar Rp.802,1 juta, revitalisasi SDN  5 Pataruman menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.pungkasnya. (AJAT SUDRAJAT)****