Lampung Timur , LINTAS PENA—Sejumlah tenaga kerja honorer yang bertugas di Islamic Centre Lampung Timur mengaku kecewa dan merasa diabaikan. Pasalnya, mereka diduga tidak diikutsertakan dalam proses pendataan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang saat ini sudah berjalan.
Informasi yang dihimpun, para honorer tersebut telah mengabdi cukup lama dan aktif menjalankan tugas sehari-hari. Namun, saat pendataan PPPK dilakukan, sebagian nama mereka justru tidak masuk dalam daftar usulan.
Kondisi ini menimbulkan keresahan karena mereka khawatir tidak mendapat kesempatan yang sama seperti rekan-rekan honorer lainnya.“Saya sudah bekerja bertahun-tahun di Islamic Centre, tapi nama saya tidak tercatat dalam pendataan. Padahal kami sama-sama honorer yang bekerja untuk daerah. Saya juga sudah mengikuti tahapan-tahapan dari pemerintah pusat,” ujar salah satu honorer yang enggan disebutkan namanya.
Mereka menilai, pihak terkait kurang transparan dan tidak adil dalam menyusun daftar usulan PPPK. Selain itu, ketiadaan sosialisasi yang jelas membuat tenaga honorer sulit memperoleh informasi mengenai mekanisme pendataan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Islamic Centre maupun instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Lampung Timur belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan adanya honorer yang terabaikan.Para honorer berharap pemerintah daerah segera turun tangan meninjau kembali proses pendataan, agar semua tenaga kerja honorer mendapatkan kesempatan yang sama untuk diusulkan sebagai calon PPPK paruh waktu.Sampai saat ini Nasib tenaga honorer tersebut belum ada kejelasan yang pasti.(JEPRI ANSORI/HERWAN)***









Komentar