JAKARTA—-Organisasi Aktivis Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) menyoroti kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah masalah di BCA.
Ketua Umum DPP KAMAKSI Joko Priyoski mengatakan, “seharusnya OJK menangani serius masalah PT Paramitra Alfa Sekuritas (PAS) bersama sejumlah nasabahnya dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berperan utama mengatur, mengawasi, dan melindungi sektor perbankan secara terintegrasi guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. OJK mempunyai tugas utama menyusun standar tata kelola bank yang baik (Good Corporate Governance) dan melindungi hak-hak nasabah dari praktik perbankan yang merugikan. KAMAKSI juga menyoroti kasus yang viral terkait pengakuan seorang nasabah BCA di Tasikmalaya yang mengaku kehilangan dana sekitar Rp160 juta dari layanan mobile banking, meski menurut pengakuannya tidak pernah melakukan transaksi tersebut. Direksi BCA diminta agar bertanggung jawab dan memberikan solusi nyata terhadap persoalan tersebut. KAMAKSI mendesak OJK dan KPK memanggil dan memeriksa Direksi BCA untuk memastikan apakah Prinsip Kehati-hatian (Prudential Principle), mitigasi resiko dan GCG telah berjalan optimal.,” tegas Joko Priyoski.
KAMAKSI juga melontarkan kritik tajam atas prioritas kegiatan operasional OJK. KAMAKSI mengkritik dugaan anggaran kegiatan permainan golf Dewan Komisioner OJK yang disebut mencapai Rp15,8 miliar pada 2023 dan Rp12 miliar pada 2024. Besarnya anggaran tersebut terus menjadi sorotan publik apalagi masih terdapat persoalan nasabah yang membutuhkan perlindungan dan penyelesaian dari OJK sebagai regulator.
Selain itu, KAMAKSI menyoroti maraknya penipuan Phishing Website Palsu BCA. BCA telah mengimbau nasabah agar tidak memberikan data rahasia seperti PIN atau OTP kepada pihak lain.
Kasus Phishing ini jelas sangat membahayakan dan merugikan nasabah. KAMAKSI meminta BCA agar lebih proaktif melakukan mitigasi pencegahan, pengawasan dan memberikan edukasi terhadap nasabah BCA agar tidak mudah tertipu modus Phishing Website Palsu BCA. Selain itu, KAMAKSI meminta Presiden Direktur BCA Gregory Hendra Lembong dan Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih membenahi tata kelola dan GCG serta memberikan perhatian serius terhadap keluhan nasabah dan menyelesaikan segala masalah secara baik. BCA juga diminta memastikan sistem keamanan layanan mobile banking BCA dapat melindungi dana nasabah. Sebagai salah satu Bank terbesar di Indonesia, KAMAKSI mendorong BCA agar lebih responsif dan memastikan hak-hak nasabah terlindungi, pungkas Joko Priyoski.(RLS)****
