
Padangpanjang,LINTAS PENA—Drama musikal mengangkat peristiwa sejarah Perang Kamang 1908, yakni perlawanan rakyat Minangkabau terhadap kebijakan pajak langsung atau belasting yang diberlakukan pemerintah kolonial Belanda. Pajak tersebut dinilai memberatkan rakyat dan melukai martabat masyarakat yang hidup berlandaskan adat dan agama.
Pemeran drama musikal Perang Kamang 1908: Tanah Nan Subur Kini Terikat menampilkan adegan perlawanan rakyat Kamang dalam pementasan di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, ISI Padangpanjang, Kamis (19/12/2025), sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-60 ISI Padangpanjang.
Pertunjukan ini memadukan seni tradisi Minangkabau seperti randai dan silek dengan musik orkestra, paduan suara, serta teknologi panggung kontemporer. Tata cahaya dan visual mapping digunakan untuk memperkuat suasana dramatik, mulai dari gambaran kehidupan nagari hingga adegan konflik dan perlawanan rakyat.
Salah satu bagian paling emosional adalah adegan gugurnya Syekh Abdul Manan, tokoh utama Perang Kamang yang dikenal sebagai Inyiak Kamang, yang digambarkan ditembak tentara Belanda saat sedang sujud dalam salat. Adegan tersebut disambut hening sejenak oleh penonton sebelum tepuk tangan panjang memenuhi gedung pertunjukan.
Komposer sekaligus penulis naskah, Sastra Munafri, mengatakan bahwa drama musikal ini bertujuan menghadirkan sejarah lokal dalam bahasa seni agar lebih mudah dipahami oleh generasi muda.“Melalui seni pertunjukan, sejarah tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan. Sejarah adalah guru, dan seni adalah suara rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, sutradara Enrico Alamo menjelaskan bahwa penggunaan teknologi panggung dilakukan untuk memperkuat pesan sejarah tanpa menghilangkan ruh seni tradisi Minangkabau.
Pertunjukan ini melibatkan dosen dan mahasiswa ISI Padangpanjang serta seniman lokal. Selain menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis, pementasan ini juga mencerminkan komitmen ISI Padangpanjang dalam pengembangan seni berbasis riset, sejarah, dan pengabdian kepada masyarakat. (ADE BACHTIAR ALIF)***








Komentar