Hari Arafah (juga dieja Hari Arafat) jatuh pada tanggal 9 Dzul Hijjah, sehari sebelum Idul Adha. Tahun ini, Arafah diperkirakan akan jatuh pada malam hari Senin, 25 Mei 2026 dan berakhir pada malam hari Selasa, 26 Mei 2026.
Arafah juga merupakan salah satu hari terpenting dalam kalender Islam. Pada hari inilah Allah (SWT) menyempurnakan agama-Nya, melengkapi nikmat-Nya kepada Nabi Muhammad (ﷺ) yang tercinta, dan meridhai Islam sebagai jalan hidup. Sebagaimana Allah (SWT) berfirman dalam Surah Al-Ma’idah: ”Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agamamu untukmu dan telah melengkapi nikmat-Ku atasmu dan telah meridhai Islam sebagai agamamu.” (Quran 5:3)
Apakah itu Hari Arafah?
Hari Arafah adalah hari ke-9 bulan Dzul Hijjah dalam kalender Islam tahunan (Hijriah) . Hari itu jatuh pada 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah, yang, seperti Ramadan, memiliki makna penting dalam Islam.
Dalam banyak hadits, Nabi ﷺ beberapa kali menyebutkan pentingnya, keutamaan, dan pahala dari 10 hari yang diberkahi ini. Dalam salah satu hadits, beliau bersabda:“Tidak ada amal kebaikan yang lebih baik daripada yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzul-Hijjah…Bahkan jihad di jalan Allah pun tidak lebih baik, kecuali bagi seorang laki-laki yang keluar dengan mempertaruhkan nyawa dan hartanya, lalu kembali tanpa membawa apa pun.” (Sahih Al Bukhari)
Pentingnya Hari Arafah
Bagi umat Islam, Arafah adalah hari pengampunan, rahmat, dan berkah ilahi yang sangat besar. Bagi banyak dari kita, kita sering khawatir bahwa kita telah gagal selama Ramadan. Oleh karena itu, hari ini menandai kesempatan lain bagi kita untuk memperbaiki karakter dan perilaku kita serta mendekatkan diri kepada Allah (SWT).
Arafah juga merupakan hari di mana Nabi Muhammad (ﷺ) menyampaikan khutbah perpisahan pada haji terakhirnya. Hari di mana beliau menjadi saksi bahwa Allah (SWT) telah menyempurnakan agama-Nya, melengkapi nikmat-Nya kepada beliau, dan meridhai Islam sebagai jalan hidup.
Hari Arafah juga dikenal sebagai Yawm Al-Waqf (Hari Berdiri). Ini merujuk pada kenyataan bahwa para peziarah berdiri di hadapan Tuhan mereka untuk waktu yang lama, memohon rahmat Ilahi-Nya.
Nabi Muhammad (ﷺ) juga bersabda: ”Tidak ada hari di mana Allah membebaskan manusia dari api neraka lebih besar daripada hari Arafah. Dia mendekati orang-orang (yang berdiri di Arafah), lalu Dia berfirman di hadapan para Malaikat-Nya, ‘Apa yang dicari orang-orang ini?’ (Sahih Al Muslim)
Bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji , rukun Islam ke-5, Hari Arafah adalah hari yang paling penting.
Haji adalah ibadah haji yang wajib dilakukan setidaknya sekali seumur hidup oleh setiap Muslim yang mampu secara finansial dan sehat. Selama ibadah haji, Arafah menandai esensi dan inti dari ibadah tersebut. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ: “ Haji adalah Arafah” (Abu Dawud).
Kapan Hari Arafah tahun 2025?
Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzul Hijjah, bulan kedua belas dan terakhir dalam kalender Islam. Tahun ini, diperkirakan akan jatuh pada tanggal 26 Mei 2026, tergantung pada penampakan bulan.
Karena kalender Islam didasarkan pada kalender lunar, Hari Arafah terjadi sepuluh hari lebih awal setiap tahunnya.
Apa yang harus dilakukan pada Hari Arafah?
Hari Arafah sangatlah diberkahi. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menerima lebih banyak pahala dengan mengabdikan diri kepada Allah (SWT), memohon ampunan-Nya, dan melakukan banyak amal kebaikan demi-Nya.
Selanjutnya, ibadah-ibadah berikut ini sangat dianjurkan pada Hari Arafah.
Ritual Arafah Selama Haji
Setelah melaksanakan salat Subuh di Mina, para jamaah haji menuju ke dataran Gunung Arafat. Para jamaah berdiri di Dataran Arafat dan banyak berdoa, memohon ampunan kepada Allah (SWT). Mereka juga melaksanakan salat Zuhur dan Asar yang dipersingkat (dua rakaat, bukan empat).
haji, pergi ke pegunungan Arafat
Ada juga khutbah yang disampaikan dari Masjid al-Nimra di Gunung Arafat. Jika Anda sedang melaksanakan ibadah haji, ingatlah untuk mendengarkan khutbah jika memungkinkan.
Puasa Arafah
“Para ahli ilmu menganggap berpuasa pada Hari Arafah sebagai hal yang dianjurkan, kecuali bagi mereka yang berada di Arafat.” (Tirmidhi)
Jika seseorang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, berpuasa pada Hari Arafah adalah cara untuk memaksimalkan pahala hari yang penuh berkah tersebut. Meskipun berpuasa pada Hari Arafah tidak wajib, namun sangat dianjurkan menurut semua mazhab (aliran pemikiran)
Nabi Muhammad ﷺ menekankan besarnya pahala puasa pada hari Arafah, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini: “Ini akan menghapus dosa-dosa tahun-tahun sebelumnya dan yang akan datang.” (Sahih Muslim)
Secara umum, berpuasa selama sembilan hari pertama bulan Dzul-Hijjah juga merupakan sunnah bagi seorang Muslim.“Nabi Muhammad SAW biasa berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzul-Hijjah dan hari Asyura, serta tiga hari setiap bulan, yaitu hari Senin pertama setiap bulan dan dua hari Kamis.” (Abu Dawood)
Meningkatnya Kegiatan Penyembahan
Arafah adalah hari paling mulia dalam setahun bagi umat Islam. Hari Arafah adalah hari diterimanya doa dan Allah (SWT) mencurahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada mereka yang bertaubat kepada-Nya.
Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan amal kebaikan kita agar dapat memanfaatkan berkah di hari ini sebaik-baiknya. Baik kita melaksanakan ibadah haji maupun di rumah tahun ini, kita dapat menuai pahala dengan melakukan ibadah. Ini termasuk berzikir (mengingat Allah), beristighfar (memohon ampunan), dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berdoa adalah cara yang baik untuk memanfaatkan hari Arafah (arafat) sebaik-baiknya.
Amalan ibadah terbaik pada hari ini meliputi shalat sunnah (Nafl), membaca Al-Qur’an, dan mengirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Membaca Tahleel (Laa ilaaha il-lal-laah), Takbir (Allahu Akbar) dan Tahmid (Alhamdulillaah) secara sering pada Hari Arafah, dan pada hari raya Idul Adha – tanggal 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah – adalah sunnah. Sebagaimana sabda Nabi kita (ﷺ):
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah atau hari-hari di mana amal kebaikan lebih dicintai-Nya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah membaca tahleel, takbir, dan tahmid selama hari-hari tersebut.” (Ahmad)
Berikan Sedekah
Penting untuk mengingat saudara-saudari kita yang membutuhkan di seluruh dunia pada hari yang penuh berkah ini. Memberikan sedekah adalah salah satu ibadah yang paling mulia, dan memberikan sedekah pada hari suci ini dapat membantu kita memperoleh berkah.
Nabi Muhammad (ﷺ) bersabda:“Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api” (Timidhi)
Jangan lupa untuk memberikan kurban pada Idul Adha.
Qurban adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang berakal sehat dan memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. Biasanya, mereka yang wajib membayar Zakat dan Fitrana (Zakat al-Fitr) harus memberikan Qurban.









Komentar