Pangandaran LINTAS PENA – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan pedoman teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB Reguler. Kebijakan terbaru ini menghadirkan sejumlah pembaruan sistem seleksi yang diklaim lebih objektif, transparan, dan akuntabel berbasis digital.
Salah satu program yang paling menyita perhatian publik adalah hadirnya jalur ‘ Sekolah Manusia Unggul’ atau populer dengan sebutan *Sekolah Maung*. Program ini digagas sebagai wadah bagi siswa-siswi berprestasi yang memiliki keunggulan akademik maupun non-akademik untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas di sekolah pilihan.
Di Kabupaten Pangandaran, SMAN 1 Parigi resmi ditetapkan sebagai salah satu sekolah penyelenggara program Sekolah Maung. Penetapan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika sekolah sekaligus masyarakat sekitar.
Kepala SMAN 1 Parigi, Drs. H. Sukirman, S.T., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah.“Penetapan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, karakter, serta daya saing peserta didik. SMAN 1 Parigi siap menjadi rumah bagi generasi unggul yang berintegritas, berprestasi, dan berakhlak,” ujarnya.
Seleksi Ketat Berbasis Prestasi dan Potensi
Dalam skema penerimaan Sekolah Maung, Disdik Jabar menetapkan beberapa jalur seleksi khusus.
Pertama, jalur potensi akademik, diperuntukkan bagi siswa dengan kemampuan intelektual tinggi. Peserta diwajibkan memiliki skor IQ minimal 130 yang dibuktikan melalui hasil asesmen psikolog terdaftar di HIMPSI.
Kedua, jalur kompetensi akademik, yang terbagi menjadi prestasi rapor dan prestasi akademik berbasis kompetisi. Peserta wajib memiliki rata-rata nilai rapor semester 1 hingga 5 minimal 85. Selain itu, siswa yang memiliki prestasi di bidang sains, teknologi, riset, maupun inovasi dapat melampirkan piagam kejuaraan maksimal tiga tahun terakhir.
Ketiga, jalur kompetensi non-akademik , bagi siswa berprestasi di bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Jalur ini mensyaratkan rata-rata nilai rapor minimal 80 serta dokumen pendukung berupa sertifikat atau piagam prestasi.
Tak hanya itu, Disdik juga membuka jalur kepemimpinan bagi siswa yang pernah menjabat sebagai Ketua OSIS, MPK, maupun pimpinan organisasi Pramuka, dengan bukti SK Kepala Sekolah serta rekam jejak berkarakter baik.
Persyaratan dan Dokumen Pendaftaran
Calon peserta didik wajib merupakan lulusan SMP atau sederajat dan berusia maksimal 21 tahun per 1 Juli tahun berjalan.
Dokumen yang harus dipersiapkan antara lain:
- Ijazah atau surat keterangan lulus
- Akta kelahiran/Kartu Identitas Anak (KIA)
- KTP orang tua
- Kartu Keluarga dengan domisili minimal satu tahun
- Surat Tanggung Jawab Mutlak (STJM) atau pakta integritas bermaterai
Seluruh dokumen wajib dipindai dan diunggah melalui sistem pendaftaran online sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Sistem Digital, Tanpa Celah “Siswa Titipan”
Disdik Jabar menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan sepenuhnya melalui sistem komputerisasi.Penilaian dilakukan otomatis hingga kuota terpenuhi. Jika terjadi nilai akhir yang sama di batas kuota, sistem akan melakukan pemeringkatan ulang berdasarkan total rata-rata nilai rapor semester 1 sampai 5.
Dalam regulasi terbaru, sekolah juga dilarang menerima peserta didik di luar hasil pengumuman resmi, termasuk praktik “siswa cadangan” atau titipan.“Tidak ada lagi istilah siswa cadangan di luar sistem resmi. Semua proses harus mengikuti hasil seleksi digital,” demikian tertulis dalam pedoman SPMB 2026.
Harapan Lahirkan Generasi Unggul Jawa Barat
Dengan hadirnya program Sekolah Maung, pemerintah berharap dapat mencetak generasi muda Jawa Barat yang unggul secara akademik, kuat dalam karakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Bagi siswa yang belum lolos melalui jalur Sekolah Maung, Disdik tetap membuka kesempatan mengikuti SPMB reguler tahap berikutnya maupun mendaftar ke sekolah swasta mitra.
Masyarakat diimbau aktif memantau akun pendaftaran masing-masing serta memanfaatkan kanal pengaduan resmi yang telah disediakan Disdik Jabar demi memastikan proses penerimaan berjalan jujur, adil, dan transparan.
Dengan penunjukan SMAN 1 Parigi sebagai Sekolah Maung, Pangandaran kini memiliki salah satu pusat pendidikan unggulan baru yang diharapkan mampu melahirkan generasi terbaik untuk masa depan Jawa Barat. (EL)****









Komentar