Kab,Tasikmalaya,LINTAS PENA—-Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya sukses menggelar kegiatan Semarak Kemerdekaan: Suara Santri untuk Negeri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.Kegiatan yang melibatkan santri dari berbagai pondok pesantren dan madrasah diniyah di Kabupaten Tasikmalaya ini menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui sejumlah perlombaan bertema kebangsaan, para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menghafal dan membacakan teks-teks penting yang menjadi simbol sejarah dan identitas bangsa Indonesia.
Daftar Pemenang Lomba
Pada kategori Lomba Pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945, juara terbaik pertama diraih oleh Ade Risma, dari Pondok Pesantren Cilenga. Posisi terbaik kedua diraih Alya Althafunnisa, dari Pondok Pesantren Shuffah Al-Jamaah, sedangkan terbaik ketiga diraih Moh Rifki Akbar, dari Pondok Pesantren Riyadul Falah.
Sementara itu, pada kategori Lomba Pembacaan Teks Proklamasi, juara terbaik pertama berhasil diraih Sania Bian Azahra, dari Pondok Pesantren Babusalam. Juara terbaik kedua diraih Arya Wijaya, S.P, dari Pondok Pesantren Zaad Al-Mahra, sedangkan posisi terbaik ketiga diraih Moza Aula A, dari Pondok Pesantren Cilenga.
Adapun pada kategori Lomba Hafalan Teks Pancasila, juara terbaik pertama diraih Nashri Alfarizi R, dari MDTU Miftahurohmah Sukajaya. Posisi terbaik kedua diraih Fadli Alvari, dari MDTU Al-Hakim, sementara juara terbaik ketiga diraih Habibi Ilham Nur I, dari MDTU Al-Kautsar.
Digelar Secara Online
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Fajri Adi Nugraha, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian lomba dilaksanakan secara daring.
Peserta diminta membuat video sesuai kategori lomba yang diikuti, kemudian mengunggahnya ke media sosial dan menandai akun resmi Humas Kemenag Kabupaten Tasikmalaya.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara online. Para peserta mengunggah video masing-masing dan menandai akun Humas Kemenag. Tujuannya untuk mengisi semarak kemerdekaan sekaligus menunjukkan kecintaan santri terhadap NKRI,” ujar Fajri, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana publikasi positif bahwa pesantren dan madrasah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Tanamkan Nasionalisme di Kalangan Santri
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Asep Lukman, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun karakter santri yang religius sekaligus nasionalis.
Ia menegaskan bahwa lomba hafalan dan pembacaan Teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta Teks Proklamasi bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga media pendidikan karakter bagi para santri.
“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya mengasah kemampuan dan keberanian santri, tetapi juga menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Nilai-nilai keagamaan dan kecintaan terhadap NKRI dapat berjalan beriringan,” katanya.
Menurut Asep, prestasi yang diraih para pemenang menjadi bukti bahwa santri memiliki potensi besar, kompetensi yang baik, serta semangat kebangsaan yang kuat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan agar semakin banyak santri yang tumbuh menjadi generasi religius, berwawasan kebangsaan, serta memiliki komitmen menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.“Selamat kepada seluruh santri yang berhasil meraih prestasi. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.(ADE BACHTIAR ALIF)****








Komentar