Catatan: Nyai Tangulun “Ani Suhartini,M.Pd” (Ketua Komunitas Pecinta Kebuyutan Gunung Sanghyang (KPKGS) Limbangan)
Pola tiga merupakan landasan dasar pemikiran kepercayaan manusia peladang dalam semua hal. Pola tiga bertolak dari kepercayaan dualistik antagonistik segala hal. Langit diatas bumi dibawah. Langit basah bumi kering. Langit perempuan, bumi lelaki. Langit terang, bumi gelap. Keduanya terpisah dan berjarak.
Pemisahan itu tidak akan baik karena akan mendatangkan kematian. Pemisahan segala hal yang dualistik antagonis harus diakhiri, yakni dengan mengawinkan keduanya. Hidup ini dimungkinkan karena adanya harmoni . Syarat hidup keduanya adalah harmoni dari dua entitas yang bertentangan tetapi saling melengkapi dan penekanan pada komplemeternya. ( somardjo, 2006: 73).
Gunung Sangiang merupakan pola tiga… TRITANGTU…. didepan ada batu belah syimbol wanita dan belakang Gunung Sangiang ada batu Gantung sebagai symbol laki-laki… dan batu panjang tengah penyatunya…. maka akan terjadi keseimbangan dalam kehidupan, derajat dan cara hidupnya manusia Peladang Pra Modern ****









Komentar