JAKARTA—Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melontarkan candaan bernuansa sindiran (satir) saat menutup Kongres Pertama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) yang digelar pada Sabtu 19 Juli 2025.
Pernyataan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengenai perubahan logo ramai dikaitkan dengan perubahan logo “Gajah” Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ada apa dan kenapa Sufmi Dasco Ahmad, melemparkan guyonan yang dinilai ‘menyenggol’ PSI ?
Banyak pihak menganggap, ucapan yang diwarnai candaan tersebut sebagai sindiran terhadap pihak tertentu (PSI yang Ganti logo dengan gajah), bahkan ada yang mengaitkannya langsung dengan kelompok politik tertentu. Benarkah demikian?
Dalam sambutannya, Sufmi Dasco Ahmad menyinggung tren perubahan logo partai politik yang belakangan ramai dibicarakan publik.“Saya lihat-lihat apakah lambangnya Gekrafs berubah jadi kancil atau enggak. Ternyata enggak,” ucap Dasco disambut gelak tawa peserta kongres.
Tanpa menyebut nama partai tertentu, Dasco melanjutkan sindirannya dengan menyentil kreativitas dalam mengganti lambang organisasi. “Saya pikir, saking kreatifnya, nanti yang di sini ikut-ikutan jadi kancil,” tambah politikus Partai Gerindra
Pernyataan tersebut ditafsirkan banyak pihak sebagai sindiran halus terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang belum lama ini mengganti logonya dari bentuk bunga ke kepala gajah. Perubahan tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di publik dan media sosial, memicu berbagai tanggapan mulai dari dukungan hingga kritik.
Meskipun disampaikan dalam nada bercanda, pernyataan Dasco menambah warna dalam dinamika politik tanah air, terutama di tengah maraknya rebranding partai politik menjelang Pemilu 2029.
Seperti diketahui, PSI yang didominasi oleh para simpatisan Joko Widodo (kadang disebut juga Geng Solo), sebelumnya melangsungkan kongres dan menetapkan kembali Kaesang Pangarep, putra Joko Widodo sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia.
Adapun Sufmi, yang juga merupakan Ketua Dewan Penasehat DPP Gekrafs, menyampaikan sindiran untuk PSI saat memberi sambutan dalam kongres pertama organisasi tersebut, Sabtu 19 Juli 2025 kemarin.
Sufmi awalnya menyinggung semangat kreatifitas yang diusung organisasi Gekrafs tersebut.Dia pun mengaitkan semangat itu dengan salah satu Parpol, yang pada momen yang sama, sedang mengganti logo.“Saya ingat ada sebuah partai politik juga sedang melakukan kongres pertama,” kata Dasco.
Dia pun memandang ke belakang lalu kembali berbalik menghadap ke audiens.“Tadi saya lihat-lihat, apakah lambangnya Gekrafs berubah jadi kancil atau enggak. Ternyata enggak, masih,” ujarnya, yang langsung disambut antusias peserta kongres.
Dasco rupanya menyinggung perubahan logo PSI dengan gaya bercanda.“Nggak, saya pikir, kan saking kreatifnya ini, nanti yang sana berubah jadi [gajah] — bukan saya ngomong, yang di sini nanti berubah jadi kancil,” tambah Dasco.
Adapun perubahan simbol PSI menjadi gajah disinyalir banyak pihak untuk menunjukkan simbol partai tersebut ingin mengalahkan salah satu partai berlogo Banteng.
Sementara itu, Koordinator Komrad Pancasila Antony Komrad seperti dikutif dari media RM.id menegaskan, pernyataan Sufmi Dasco Ahmad tidak perlu dibesar-besarkan. Itu hanya gurauan ringan di tengah suasana politik yang makin hangat. Tak ada maksud menyindir atau menyerang pihak mana pun.( https://rm.id/baca-berita/parpol/273729/pernyataan-dasco-soal-logo-hanya-candaan-ringan ) “Pak Dasco orangnya santai. Kadang komentar beliau memang jenaka, ya begitu saja. Jangan ditarik-tarik ke tafsir politik,” ungkap Antony, Minggu (20/7/2025).
Menurut Antony, masyarakat dan elite politik harus mulai belajar membedakan antara pernyataan serius dan candaan politik yang sekadar mencairkan suasana. “Kalau semua dilihat dari kaca mata curiga, habis energi kita untuk ribut. Padahal kadang yang dibicarakan cuma soal warna dan bentuk logo,” tambahnya, sambil tertawa.
Logo PSI yang baru memang memunculkan diskusi publik. Namun, menurut Antoniy, itu justru tanda demokrasi hidup. Semua orang bebas berpendapat, asal tetap menjaga suasana tetap adem. Dia juga menekankan pentingnya tidak terlalu reaktif terhadap komentar-komentar yang sifatnya ringan dan tidak substansial.“Lebih baik fokus pada substansi: program, gagasan, dan solusi untuk rakyat. Soal desain logo, biar jadi urusan internal partai yang bersangkutan. Jangan semuanya dikaitkan dengan geng ini atau geng itu,” tutup Antony.
Dengan begitu, publik diimbau untuk menyikapi dinamika politik secara proporsional dan tetap mengedepankan akal sehat. Sebab, dalam dunia politik, tidak semua pernyataan punya muatan strategis. Jadang, hanya sekadar celoteh santai di sela agenda padat.
Untuk diketahui, di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep, PSI yang kini kental dengan nuansa simpatisan Jokowi atau kerap dijuluki ‘Geng Solo’ resmi mengganti logo partai dari bunga mawar menjadi gajah.Langkah ini diambil bertepatan dengan kongres PSI yang kembali menetapkan Kaesang sebagai ketua umum, pada hari yang sama dengan kongres Gekrafs
Statement dalam bentuk sindiran dan candaan yang disampaikan Sufmi Dasco Ahmad bertolak belakang dengan pidato Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra pada acara penutupan Kongres PSI. Bahkan,Prabowo panjang lebar membahas soal filosofi Gajah yang dijadikan logo PSI.(BERBAGAI SUMBER)****









Komentar