Oleh: Ustadz Haris
Assalamualaikum warahmatullahi wa baroqatuh.
Pertanyaan ini sangat penting, karena zikir nafas memang bukan hanya sekadar teknik, tetapi adalah merupakan adab batin. Jika salah niat atau salah pemahaman, maka manfa’atnya bisa berubah arah.
Baiklah Saya akan jelaskan perbedaan nya secara hati hati dan aman, agar tidak salah dalam mempraktikkannya.
PENDAHULUAN :
1. Hakikat Zikir Nafas (sebelum teknis)
Dalam tasawuf, zikir nafas adalah bukan sekedar bacaan lisan, tetapi kesadaran hati yang mengikuti keluar masuknya nafas.
Nafas itu makhluk
Yang dihadirkan dalam nafas adalah Al-Khāliq (Allah)
Maka:
Nafas bukan yang dizikiri
Nafas hanya kendaraan kesadaran.
2. Mana yang benar:
“Allah–Hu (الله هو) atau “Hu–Allah”(هو الله)
Jawaban nya yang benar adalah :
ALLAH HU ( الله هو )
Takkala nafas masuk : ALLAH (الله)
Takkala nafas keluar: HU ( هو )
Mari kita bedakan maknanya, bukan hanya bunyinya.
Makna “Allah” الله dan “Hu” هو
1
Allah الله adalah : Isim Jalālah (Nama Dzat)
Menunjuk kepada Tuhan yang disembah.
Dalilnya :
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
Allah, tidak ada Tuhan selain Dia
(QS. Al-Baqarah ayat : 255)
2
Hu (هُوَ) Artinya :
Dia
Menunjuk kepada Dzat yang ghoibul guyub , tanpa bentuk , tanpa wujud ,tanpa tempat.
Dalil nya :
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Katakanlah: Dia-lah Allah Yang Maha Esa
(QS. Al-Ikhlash: 1)
Perhatikan: “Hu” هو tidak berdiri sendiri, selalu kembali kepada Allah.
3. Praktik Zikir Nafas yang AMAN (tidak menyimpang)
Takkala menarik nafas:
hadirkan kesadaran → ucapan ALLAH الله
Takkala Hembusan nafas:
pasrahkan diri → Ucapan HU هو
Bukan dibaca keras,
Bukan dibayangkan,
Hanya disadari di hati
Ini disebut: zikir sirr (zikir rahasia)
Apakah boleh dengan ucapan “HU ALLAH…هو الله…?
Takkala nafas masuk : HU هو
dan takkala nafas keluar: ALLAH الله..
Jawabannya tidak boleh ,karena ini menyalahi qudrat yang telah Allah tentukan dalam keberadaan nafas.
Ilustrasi nyata : coba misalkan anda barusan lari dan nafas ngos ngosan maka yang keluar dari nafas adalah ucapan HU HU HU هو هو هو…
Bukan ALLAH… ALLAH… ALLAH…
Benar kan…?
Jadi yang benar adalah :
Takkala menarik nafas:
hadirkan kesadaran → ucapan ALLAH الله
Takkala Hembusan nafas:
pasrahkan diri → Ucapan HU هو
Bahayanya jika membalikkan zikir menjadi
HU ALLAH ….
1- Bisa salah paham dan dapat mengaku diri menyatu dengan Allah menyebabkan menjadi faham ( hulul dan Ittihad )
2 – Bisa terjadi penyusupan jin tanpa disadari sewaktu menarik nafas HU هو
3 – bisa berubah tujuan makna zikir kepada Allah dan berakhir menjadi ilmu kedigjayaan/ilmu kekuatan karena di gelincirkan oleh jin.
Peringatan ulama:
مَنْ تَعَجَّلَ قَبْلَ أَوَانِهِ عُوقِبَ بِحِرْمَانِهِ
Man ta‘ajjala qabla awānihi ‘uqiba biḥirmānihi
Siapa yang tergesa sebelum waktunya, akan dihukum dengan terhalang manfaatnya.
Ringkasan Praktis (pegangan aman)
Sebaiknya untuk para pemula, yaitu seseorang yang mulai berjalan kepada Allah hendaklah memakai zikir nafas , ALLAH HU dan hendaklah mengambil izazah nya dari seorang guru yang bersandar( Mursyid )
KETERANGAN ZIKIR
Nafas masuk: ALLAH الله
Nafas keluar: HU هو
Tidak boleh dibaca pada lisan
Tidak boleh dibayangkan rupanya
Hanya rasa kesadaran hadir kepada Allah
Jangan:
-Menganggap nafas = adalah Tuhan
-Menganggap “Hu” berdiri sendiri
-Mengejar rasa,
-Mengejar getaran,
– atau mencari pengalaman aneh.
,
Penutup (nasihat ruhani)
Zikir nafas bukan untuk menjadi “tinggi”,
tetapi untuk menjadi hamba yang hadir.
Jika:
sholat semakin khusyuk
akhlak semakin lembut
ego semakin luruh
itulah tanda zikir yang benar
KESALAHAN MELAKUKAN ZIKIR NAFAS
(yang paling sering terjadi dan sering tidak disadari)
Menjadikan NAFAS sebagai pusat perhatian
– Fokus kepada ke keluar masuk nafas
– Mengatur nafas dengan keras
– Menghitung jumlah nafas
– Menahan nafas untuk mengejar rasa
Dampak buruk nya :
Kesadaran menjadi berpindah dari tujuan kepada Allah
menjadi kepada makhluk.
Nafas menjadi tujuan, bukan lagi sarana,
Zikir berubah menjadi teknik meditasi.
Yang benar
– Biarkan saja nafas keluar masuk berjalan secara alami sesuai qudrat nya.
– Hati harus tetap dihadapkan kepada Allah
Dan juga kesalahan yang sering terjadi:
-Membaca “Allah – Hu” الله هو dengan
lisan atau suara keras.
– Bibir ikut bergerak
– Suara batin ikut “berteriak”
(Seolah-olah sedang melafalkan wirid)
Dampaknya :
Pikiran menjadi sibuk, Sulit khusyuk,
Zikir tetap di lisan, belum masuk qalbu.
Yang benar
Tidak dibaca, tidak dilafalkan, Hanya kesadaran yang hadir.
KESIMPULANNYA:
Zikir nafas adalah zikir sirr (rahasia) yang dilakukan untuk mencari hening.
Jika dalam niat Mengejar rasa, mencari getaran,merasa panas, mengejar cahaya ,
Atau menunggu getaran dan sensasi tertentu
Bangga jika tubuh merasa bergetar
Merasa “sudah sampai” karena pengalaman batin ini adalah suatu kesalahan.
Merasa tidak perlu sholat lagi atau meninggalkan syariat.
Menganggap zikir nafas lebih tinggi daripada sholat.
Meremehkan hukum fiqh.
Berkata: “Saya sholat batin saja”
Yang benar adalah :
Rasa datang → jangan disambut
Rasa pergi → jangan dikejar
Akhlak membaik = tanda benar
Sensasi yang meningkat = tanda tidak benar
Makrifat tanpa syariat = adalah palsu
Merasa “aku sudah fana / menyatu”
Mengucapkan: “aku dan Allah satu”
Menganggap hamba = Tuhan
Menghilangkan adab kehambaan
Dampak
– Syirik rasa (syirik yang sangat halus)
– Ego yang berpakaian spiritual
– Jauh dari maqam hamba
– Tidak mau dibimbing dan di nasihati
– Merasa ilmu sudah cukup
– Menolak untuk di koreksi
– Menganggap diri paling paham
– Tertutup dari cahaya ilmu
– Mudah tergelincir pada kesesatan.
– Sulit untuk kembali kepada jalan yang lurus
KESIMPULAN AKHIR
Orang yang paling dekat kepada kesesatan adalah yang merasa sudah sampai.
FANA itu adalah hilangnya EGO dalam diri, bukan hilangnya HAMBA lalu menyatu dengan TUHAN.
Semoga bermanfaat…!














Komentar