oleh

Anton Charliyan: “Hotel Alhambra Singaparna, Konsep Hotel Islami Siap Dukung Pariwisata dan Tingkatkan Perekonomian di Kabupaten Tasikmalaya”

Singaparna,LINTAS PENA

Hotel Alhambra Singaparna adalah nama sebuah hotel berbintang yang menerapkan konsep hotel Islami siap mendukung pariwisata dan meningkatkan perkonomian di Kabupaten Tasikmalaya bakal dibangun di Jln.Raya Singaparna – Garut. Peletakan batu pertama pembangunannya oleh mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan,MPKN pada hari Jum’at (30/10/2020? Pukul 13.00 WIB yang dihadiri Kepala DPMPTSP Drs. H. Nana Heryana, MM,Kasatpol PP Kab.Tasikmalaya, sesepuh Pondok Pesantren Cipasung KH Ubaidillah bersama tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

“Selain mendukung kepariwisataan dan meningkatkan perekonimian masyarakat di Kab.Tasikmalaya khususnya, juga kehadiran Hotel Alhambra Singaparna ini tentunya akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Karena hotel yang akan kita bangun ini 10 lantai dengan 130 kamar,”ujar Gita Fadilawati,SE perwakilan dari perusahaan PT Usaha Saparakanca dalam kata sambutannya.

Hal senada diungkapkan owner Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan,MPKN, bahwa pembangunan Hotel Alhambra konsep hotel Islami milik keponakannya itu,maka diharapkan  bisa menjadi salah satu cara mendongkrak perekonomian Kab Tasikmalaya melalui pariwisata dan sektor lainnya,juga akan menyerap tenaga kerja.

“Kehadiran Hotel Alhambra Singaparna  dengan manajemen sesuai syariat Islam ini nantinya diharapkan akan mendukung kegiatan pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya, terutama kaitannya dengan pariwisata yang akan mengembangkan Geopark Galunggung dan lainnya.”jelas Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan seraya menyebutkan, bahwa nama Alhambra ini diambil dari Kerajaan Islam di Granada Spanyol.

Abah Anton menjelaskan, pembangunan Hotel Alhambra Singaparna akan dimulai kurang lebih 2 minggu lagi, untuk alat berat akan didatangkan mulai sabtu 31 Oktober 2020. Untuk pembagunan sendiri masih menunggu desain hotel dan peralatan datang. “Untuk pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu 1-2 tahun, insyaallah pertengahan 2022 beres. Untuk izin sendiri sudah beres. Bangunannya terdiri dari 10 lantai, dengan rincian kamar hotel kurang lebih 130 kamar di 8 lantai, sementara 2 lantai lainnya untuk ruang pertemuan dan café.”katanya

Sementara itu,  untuk manajemennya sendiri akan diberlakukan manejemen hotel Syariah, sehingga untuk pengunjungnya sendiri diharuskan yang sudah menikah ditunjukkan dengan adanya buku nikah, “Jadi diharapkan Hotel Alhambra Singaparna ini tidak digunakan oleh sembarang orang yang ingin melakukan hal negative, terlebih kita ada di   Tasikmalaya yang terkenal dengan kota pesantren atau kota santri.”pungkasnya. (REDI MULYADI)***

 

Komentar