BANDUNG—Dalam debat Capres – Cawapres 2024 yang digelar KPU pada hari Jum’at(22/12/2024).,Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka memberikan pertanyaan terkait State of the Global Islamic Economy (SGIE) kepada Calon Wakil Presiden Nomor Urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Dan ternyata, Muhaimin mengaku kebingungan menjawab pertanyaan yang diajukan pesaingnya, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka, soal kondisi perekonomian syariah global. “Terus terang saya tidak paham SGIE itu apa?” ungkapnya.
Ketika dimintai komentarnya terkait SGIE di debat Cawapres 2024, Anton Charliyan selaku Ketua Gernas GNPP Prabowo Gibran hanya tersenyum. “Ini pukulan telak Mas Gibran terhadap Cak Imin, sehingga cawapres nomor urut 1 itu tampak kebingungan, bahkan mengaku tidak paham soal SGIE itu. Seharusnya beliau pun paham soal SGIE. Karena saat ini Indonesia sedangan focus mengembangkan ekonomi syariah, keuangan syariah, otomatis kita harus mengerti juga masalah SGIE.
Abah Anton panggilan Anton Charliyan menjelaskan, bahwa peringkat Indonesia di SGIE mesti ditingkatkan karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia. Karena posisi kita, yang masih di bawah ini, membutuhkan langkah-langkah penting agar yang disebut SGIE ini kita bisa menaikkan peringkat. Langkah untuk menaikkan peringkat SGIE tersebut adalah dengan menyiapkan seluruh perangkat regulasi agar industri halal dapat berkembang dan sebagainya. “Dalam hal ini, Mas Gibran tentunya akan melakukan beberapa hal untuk menaikkan peringkat di SGIE, misalnya menyiapkan seluruh perangkat regulasi agar tumbuh kembang seluruh industri halal, termasuk bagaimana membantu sertifikasi secara murah bahkan gratis, terutama bagi UMKM ” ujarnya.
Mantan Kadiv Humas Polri dan Kapolda Jabar ini mengatakan, SGIE yang dimaksud Cawapres Nomor 2 Gibran Rakabuming Raka, merupakan laporan yang dikeluarkan oleh DinarStandard di Dubai, Uni Emirat Arab yang mencakup sektor ekonomi, keuangan, perdagangan, investasi, dan industri seperti makanan, kosmetik, farmasi yang seusai dengan nilai Islam.
Ada kabar menggembirakan pasca Debat Cawapres 2024 tersebut, dimana pada SGIE Report 2023 yang dikeluarkan DinarStandard di Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa, (26/12/23), Indonesia naik satu peringkat, dari sebelumnya peringkat empat menjadi peringkat ketiga setelah Malaysia dan Arab Saudi. “Indonesia naik ke posisi ketiga secara keseluruhan peringkat GIEI dan mempertahankan posisi kedua dalam industri makanan halal dan mempertahankan posisi ketiga pada indikator fesyen dan mode,” ujar Senior Partner of DinarStandard Sayd Farook dalam diskusi daring yang diikuti, Selasa, (26/12/23).
Dalam laporan SGIE, Indonesia naik signifikan pada indikator media dan rekreasi halal hingga menduduki peringkat keenam. Sebelumnya, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar kategori ini.Indonesia turun satu peringkat dari peringkat keenam ke peringkat ketujuh dalam hal keuangan syariah. Untuk makanan halal, Indonesia masih menempati peringkat ke-2, hanya tertinggal dari Malaysia.
Dalam hal halal fashion, Indonesia berada di peringkat ke-3, masih tertinggal dari Turki dan Malaysia. Dari sisi industri obat dan kosmetik halal, Indonesia naik tiga peringkat ke peringkat lima. “Indonesia memiliki pasar muslim besar karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun bukan hanya kehalalan produk yang terpenting, tapi juga kualitas produknya harus juga diperhatikan,” imbuh Sayd.
SGIE merupakan singkatan dari State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report atau laporan indikator ekonomi Islam global yang dirilis DinarStandard, di Dubai, Uni Emirate Arab, Kamis (31/3/2022). Dikutip dari Dinar Standard, dalam laporan Indikator Ekonomi Islam Global yang mencakup 81 negara, Indonesia berada di peringkat empat di bawah Malaysia, Arab Saudi, UEA, dan di atas Turkiye. Sejumlah kriteria yang menjadi penilaian mencakup sektor keuangan Islam, makanan dan minuman halal, kosmetik halal, obat-obatan halal, perjalanan ramah Muslim, fesyen sederhana, serta media dan rekreasi bertema Islam. (REDI MULYADI)***









Komentar