oleh

Bacalah Sholawat Kamilah (Nariyah) Secara Istiqomah

Oleh: Abah Anton Charliyan (Pembina Sejumlah Majlis Tak’lim)

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

SHOLAWAT NARIYAH adalah salah satu solawat yang popuer di Indonesia. Bahkan saking populernya banyak sekali jamaah ‘nariyahan’ yang ada di kampung-kampung.  Tentang asal usulnya banyak ekali perbedaan pendapat.

Namun yang paling masyhur disebutkan bahwa Sholawat Nariyah ini dikarang oleh Syekh Ibrahim at Tazy al-Maghrib, ulama’ sufi dari kota Taza, Maroko. Masyarakat di sana juga menyebut Sholawat Nariyah atau biasa disebut Shalawat Tafrijiyyah (shalawat agar dilepaskan dalam kesusahan),

Di kalangan penduduk Maroko menyetu dengan Nariyah yang berasal dari kata Nar atau api, disebabkan  dengan membaca sholawat ini sesuatu yang dihajatkan cepat terkabul.

Penduduk Maroko banyak membuktikan bahwa ketika mereka menginginkan apa yang mereka cari atau sedang dalam kesulitan, mereka membaca shalawat ini sebanyak 4444 kali dan dengan cepat keinginan mereka tersebut segera tercapai.

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni. Sedangkan Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Imam Ibrahim Ibn Muhammad At Taziy.

اَللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً. وَسَلِّمْ سَلاَمًا تآمًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ. وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ. وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ. وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ. وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

ALLAHUMMA SHOLLI SHOLAATAN

KAAMILATAN WA SALLIM SALAAMAN

TAAMMAN ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADINIL

LADzII TANHALLU BIHIL ‘UQOD(U),

WA TANFARIJU BIHIL KUROB(U),

WA TUQDhOO BIHIL HAWAA-IJ(U),

WA TUNAALU BIHIR ROGhOO-IB(U),

WA HUSNUL KhOWAATIIM(I), WA YUSTASQOL GhOMAAMU

BIWAJHIHIL KARIIM(I),

WA ‘ALAA AALIHI WA ShOHBIHI

FII KULLI LAMHATI (N/W) WA NAFASI(N/M)

BI’ADADI KULLI MA’LUUMI(N/L) LAKA.

Artinya: “YA ALLAH, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan kesejahteraan yang paripurna kepada junjunan kami, Nabi Muhammad, yang dengan perantaraan beliau menjadi terlepas semua ikatan, lenyap segala kesusahan, ditunaikan segenap kebutuhan, diperoleh segala keinginan, diraih akhir yang baik, dan awan hitam pernah diminta hingga turun hujan dengan berkat wajahnya yang mulia. semoga shalawat itu juga tercurah kepada keluarga dan para sahabatnya, dalam setiap kejapan mata dan tarikan napas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki”.

Shalawat ini lebih dikenal dengan sebutan “Shalawat Tafrijiyah”, yang berarti melapangkan kesulitan.Sebagian ulama menamakannya dengan shalawat Taziyah lantaran dinisbahkan kepada penyusun shalawat tersebut, Syaikh Abu Ishaq Ibrahim At Taziy.

Sebagian lainnya menamakannya shalawat Kamilah, artinya yang sempurna, penamaan ini dikutip dari redaksi shalawat itu sendiri.

Shalawat Tafrijiyyah ini juga disebut shalawat Nariyah oleh penduduk Maghrib (Maroko) yang berarti api karena sifatnya yang mustajab.

Lantaran apabila mereka ingin mendapatkan kesuksesan hajat dan terhindar dari bahaya, kemudian mereka berkumpul di satu majelis membaca shalawat tersebut bersama-sama sebanyak 4444 kali, maka mereka mendapatkan apa yang mereka niatkan, segala hajat akan terkabul dengan cepat seperti cepatnya kobaran api yang membakar jerami.

Utamanya bilangan 4444 kali shalawat Tafrijiyyah dibaca oleh satu orang dalam satu waktu.

Namun apabila terasa berat, jumlah 4444 kali itu bisa juga dibaca secara kolektif, misalnya oleh 40 orang, yang masing-masing membaca 111 kali dan sang pemandu menggenapi empat bilangan sisanya.

TENTANG SHALAWAT INI,

▪Imam Al Qurthubiy menuturkan  bahwa siapa saja yang membacanya secara rutin setiap hari sebanyak 41 kali atau 100 kali atau lebih, Allah akan melenyapkan kecemasan dan kesusahannya, menghilangkan kesulitan dan penyakitnya, memudahkan segala urusannya, menerangi hatinya, meninggikan kedudukannya, memperbaiki keadaannya, meluaskan rizkinya, membukakan baginya segala pintu kebaikan, dan lain-lain.

Ahlul Asrar menamakan shalawat Tafrijiyyah dengan nama “ مفتاح الكنز المحيط لنيل مراد العبيد “ (kunci perbendaharaan samudra untuk menggapai tujuan hamba).

▪Imam As Sanusiy berkata: “Siapa saja yang melazimi membaca shalawat Tafrijiyyah setiap hari sebanyak 11 kali, maka seakan-akan rizki dari langit turun kepadanya dan rizki dari bumi tumbuh untuknya”.

▪Imam Ad Dinawariy mengatakan:  ”Siapa saja yang lazim membacanya 11 kali setiap selesai shalat dan ia menjadikan wiridannya, maka rizkinya tidak pernah putus.

Siapa saja yang lazim membacanya setiap selesai shalat shubuh sebanyak 41 kali, maka segala hajatnya akan diijabah.

Siapa saja yang lazim membacanya setiap hari 100 kali, maka akan mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan segala hal melebihi apa yang ia sangka.

Siapa saja yang lazim membacanya setiap hari sebanyak 313, maka Allah akan membukakan baginya tabir segala rahasia.

Siapa saja yang lazim membacanya 1000 kali, maka Allah akan memberikan sesuatu yang tidak bisa disifati oleh manusia, mata manusia belum pernah melihatnya, telinga manusia belum pernah mendengarnya dan belum pernah terlintas dalam hati mereka”.

Dalam redaksi shalawat ini terdapat permohonan kepada Allah dengan bertawassul kepada Rasulullah sebanyak 8 kali. Satu kali dengan menyebut nama Rasulullah menggunakan isim zhahir, dan 7 kali dengan menggunakan isim Dhamir (kata ganti). Susunan seperti ini tidak ditemukan pada redaksi shalawat lainnya.

Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan sholawat Nariyah/Kamilah/Tafrijiyah tersebut di atas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, untuk pengamalannya

@Silahkan dipilih sesuai kemampuan dan keinginan seperti yang disebutkan diatas (11x, 41x, 100x, 313x, 1000x atau 4444x).

Oleh: Abah Anton Charliyan (Pembina Sejumlah Majlis Tak’lim)

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

SHOLAWAT NARIYAH adalah salah satu solawat yang popuer di Indonesia. Bahkan saking populernya banyak sekali jamaah ‘nariyahan’ yang ada di kampung-kampung.  Tentang asal usulnya banyak ekali perbedaan pendapat.

Namun yang paling masyhur disebutkan bahwa Sholawat Nariyah ini dikarang oleh Syekh Ibrahim at Tazy al-Maghrib, ulama’ sufi dari kota Taza, Maroko. Masyarakat di sana juga menyebut Sholawat Nariyah atau biasa disebut Shalawat Tafrijiyyah (shalawat agar dilepaskan dalam kesusahan),

Di kalangan penduduk Maroko menyetu dengan Nariyah yang berasal dari kata Nar atau api, disebabkan  dengan membaca sholawat ini sesuatu yang dihajatkan cepat terkabul.

Penduduk Maroko banyak membuktikan bahwa ketika mereka menginginkan apa yang mereka cari atau sedang dalam kesulitan, mereka membaca shalawat ini sebanyak 4444 kali dan dengan cepat keinginan mereka tersebut segera tercapai.

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni. Sedangkan Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Imam Ibrahim Ibn Muhammad At Taziy.

اَللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً. وَسَلِّمْ سَلاَمًا تآمًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ. وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ. وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ. وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ. وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

ALLAHUMMA SHOLLI SHOLAATAN

KAAMILATAN WA SALLIM SALAAMAN

TAAMMAN ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADINIL

LADzII TANHALLU BIHIL ‘UQOD(U),

WA TANFARIJU BIHIL KUROB(U),

WA TUQDhOO BIHIL HAWAA-IJ(U),

WA TUNAALU BIHIR ROGhOO-IB(U),

WA HUSNUL KhOWAATIIM(I), WA YUSTASQOL GhOMAAMU

BIWAJHIHIL KARIIM(I),

WA ‘ALAA AALIHI WA ShOHBIHI

FII KULLI LAMHATI (N/W) WA NAFASI(N/M)

BI’ADADI KULLI MA’LUUMI(N/L) LAKA.

Artinya: “YA ALLAH, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan kesejahteraan yang paripurna kepada junjunan kami, Nabi Muhammad, yang dengan perantaraan beliau menjadi terlepas semua ikatan, lenyap segala kesusahan, ditunaikan segenap kebutuhan, diperoleh segala keinginan, diraih akhir yang baik, dan awan hitam pernah diminta hingga turun hujan dengan berkat wajahnya yang mulia. semoga shalawat itu juga tercurah kepada keluarga dan para sahabatnya, dalam setiap kejapan mata dan tarikan napas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki”.

Shalawat ini lebih dikenal dengan sebutan “Shalawat Tafrijiyah”, yang berarti melapangkan kesulitan.Sebagian ulama menamakannya dengan shalawat Taziyah lantaran dinisbahkan kepada penyusun shalawat tersebut, Syaikh Abu Ishaq Ibrahim At Taziy.

Sebagian lainnya menamakannya shalawat Kamilah, artinya yang sempurna, penamaan ini dikutip dari redaksi shalawat itu sendiri.

Shalawat Tafrijiyyah ini juga disebut shalawat Nariyah oleh penduduk Maghrib (Maroko) yang berarti api karena sifatnya yang mustajab.

Lantaran apabila mereka ingin mendapatkan kesuksesan hajat dan terhindar dari bahaya, kemudian mereka berkumpul di satu majelis membaca shalawat tersebut bersama-sama sebanyak 4444 kali, maka mereka mendapatkan apa yang mereka niatkan, segala hajat akan terkabul dengan cepat seperti cepatnya kobaran api yang membakar jerami.

Utamanya bilangan 4444 kali shalawat Tafrijiyyah dibaca oleh satu orang dalam satu waktu.

Namun apabila terasa berat, jumlah 4444 kali itu bisa juga dibaca secara kolektif, misalnya oleh 40 orang, yang masing-masing membaca 111 kali dan sang pemandu menggenapi empat bilangan sisanya.

TENTANG SHALAWAT INI,

▪Imam Al Qurthubiy menuturkan  bahwa siapa saja yang membacanya secara rutin setiap hari sebanyak 41 kali atau 100 kali atau lebih, Allah akan melenyapkan kecemasan dan kesusahannya, menghilangkan kesulitan dan penyakitnya, memudahkan segala urusannya, menerangi hatinya, meninggikan kedudukannya, memperbaiki keadaannya, meluaskan rizkinya, membukakan baginya segala pintu kebaikan, dan lain-lain.

Ahlul Asrar menamakan shalawat Tafrijiyyah dengan nama “ مفتاح الكنز المحيط لنيل مراد العبيد “ (kunci perbendaharaan samudra untuk menggapai tujuan hamba).

▪Imam As Sanusiy berkata: “Siapa saja yang melazimi membaca shalawat Tafrijiyyah setiap hari sebanyak 11 kali, maka seakan-akan rizki dari langit turun kepadanya dan rizki dari bumi tumbuh untuknya”.

▪Imam Ad Dinawariy mengatakan:  ”Siapa saja yang lazim membacanya 11 kali setiap selesai shalat dan ia menjadikan wiridannya, maka rizkinya tidak pernah putus.

Siapa saja yang lazim membacanya setiap selesai shalat shubuh sebanyak 41 kali, maka segala hajatnya akan diijabah.

Siapa saja yang lazim membacanya setiap hari 100 kali, maka akan mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan segala hal melebihi apa yang ia sangka.

Siapa saja yang lazim membacanya setiap hari sebanyak 313, maka Allah akan membukakan baginya tabir segala rahasia.

Siapa saja yang lazim membacanya 1000 kali, maka Allah akan memberikan sesuatu yang tidak bisa disifati oleh manusia, mata manusia belum pernah melihatnya, telinga manusia belum pernah mendengarnya dan belum pernah terlintas dalam hati mereka”.

Dalam redaksi shalawat ini terdapat permohonan kepada Allah dengan bertawassul kepada Rasulullah sebanyak 8 kali. Satu kali dengan menyebut nama Rasulullah menggunakan isim zhahir, dan 7 kali dengan menggunakan isim Dhamir (kata ganti). Susunan seperti ini tidak ditemukan pada redaksi shalawat lainnya.

Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan sholawat Nariyah/Kamilah/Tafrijiyah tersebut di atas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, untuk pengamalannya

@Silahkan dipilih sesuai kemampuan dan keinginan seperti yang disebutkan diatas (11x, 41x, 100x, 313x, 1000x atau 4444x).

Komentar