Jakarta, 25-02-2026 – Di tengah ketatnya persaingan global, banyak pelaku UMKM sebenarnya memiliki produk berkualitas, tetapi terkendala akses informasi pasar, jejaring internasional, hingga pemahaman prosedur ekspor yang kerap dianggap rumit. Tanpa pendampingan yang konkret dan kolaborasi yang berjalan beriringan, potensi ekspor tersebut sulit berkembang optimal. Karena itu, Bea Cukai hand in hand dengan pemerintah daerah (pemda) mengupayakan agar UMKM matang secara administratif dan strategi pasar. Pendekatan ini diwujudkan melalui penguatan koordinasi kebijakan di daerah serta pembekalan langsung mengenai peluang pasar global.
Di Makassar, BeacukaiMakassar menghadiri Forum Perangkat Daerah yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar pada Selasa (3/2) di Hotel Almadera Makassar. Forum ini digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027 dengan tema “Penguatan, Sinergitas, dan Regulasi dalam Optimalisasi Penataan Sektor Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar”.
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program dan kebijakan antarperangkat daerah serta pemangku kepentingan, khususnya dalam mendorong pengembangan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
Melalui kolaborasi kebijakan, fasilitasi perdagangan, dan dukungan regulasi yang kondusif, diharapkan UMKM Kota Makassar semakin berdaya saing dan mampu memperluas akses pasar. Bagi pelaku usaha, pendekatan ini memberikan kepastian regulasi dan arah pengembangan yang lebih jelas, sehingga mereka dapat fokus meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi untuk menembus pasar ekspor.
Sinergi Bea Cukai dan pemda juga terlihat di Malang melalui kegiatan Market Insight bertajuk “UMKM Go Los Angeles” pada Rabu (18/2). Bea Cukai Malang menghadirkan forum ini sebagai wadah strategis untuk membekali pelaku UMKM dengan pemahaman mendalam terkait peluang dan karakter pasar ekspor Amerika Serikat.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi menegaskan bahwa Market Insight merupakan bagian dari peran Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance. Tidak hanya memastikan kelancaran prosedur ekspor, Bea Cukai Malang juga aktif memberikan edukasi, pendampingan, serta membuka akses jejaring internasional bagi UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua ITPC Los Angeles, Kumara Jati memaparkan potensi dan tren konsumen di Los Angeles sebagai pasar high-value dengan minat tinggi terhadap produk niche dan kreatif. Sementara itu, Mr. Michael Passage, Owner Passage Automotive, memberikan perspektif langsung dari sisi buyer internasional, termasuk standar kualitas dan ekspektasi pasar. Kegiatan yang dimoderatori oleh Agnita Adityawardani ini berlangsung interaktif dan diikuti UMKM dari seluruh Indonesia, bahkan peserta dari Belanda.
Melalui langkah yang berjalan beriringan, penguatan kebijakan di tingkat daerah dan pembekalan strategi pasar global, Bea Cukai menunjukkan bahwa dukungan ekspor tidak cukup hanya dengan regulasi. Diperlukan pendampingan nyata, dialog terbuka, dan kolaborasi yang konsisten agar UMKM benar-benar siap bersaing di pasar internasional. Sinergi Bea Cukai dan pemda dapat membuat peluang produk lokal untuk menembus pasar dunia menjadi semakin terbuka dan berkelanjutan.(Beacukai_RI)****









Komentar