oleh

Bermalam di Negeri Ginseng

Oleh : Dede Farhan Aulawi

PERJALANAN ke Korea Selatan adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Negeri yang dikenal sebagai “Negeri Ginseng” ini tidak hanya terkenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena budaya, disiplin, dan kemajuan teknologinya yang luar biasa. Bermalam di sana memberi saya kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat Korea yang penuh semangat dan kerja keras.

Malam pertama di Seoul terasa begitu berbeda. Udara musim semi yang sejuk menyapa lembut, sementara cahaya lampu kota berpendar di setiap sudut jalan. Dari jendela penginapan kecil di kawasan Myeongdong, saya dapat melihat orang-orang masih sibuk beraktivitas meskipun waktu sudah menunjukkan tengah malam. Toko-toko masih buka, aroma makanan khas seperti tteokbokki dan odeng tercium menggoda, menandakan betapa hidupnya kota ini bahkan di malam hari.

Saya memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri jalan-jalan sempit yang dipenuhi pedagang kaki lima. Mereka menjajakan berbagai hidangan tradisional dengan senyum ramah. Di antara mereka, ada seorang ahjumma (ibu paruh baya) yang dengan sabar menjelaskan bahan makanan yang dijualnya, meskipun bahasa kami berbeda. Dari situ saya belajar bahwa keramahan tidak membutuhkan banyak kata—cukup dengan ketulusan dan senyum hangat.

Ketika malam semakin larut, saya singgah di tepi Sungai Han. Angin malam berhembus lembut, membawa aroma bunga sakura yang mulai bermekaran. Di kejauhan, sepasang muda-mudi duduk berdampingan sambil menikmati musik dari gitar jalanan. Suasana begitu damai, seolah waktu berhenti sejenak untuk memberi ruang pada keindahan. Saya pun tersadar bahwa di balik hiruk-pikuk kehidupan modern Korea, tersimpan sisi manusiawi yang lembut dan penuh kehangatan.

Bermalam di Negeri Ginseng bukan hanya sekadar pengalaman wisata. Ia menjadi perjalanan batin yang membuka mata saya tentang arti kedisiplinan, keindahan budaya, dan pentingnya menghargai waktu. Orang Korea hidup dengan semangat tinggi, bekerja keras di siang hari, namun tetap tahu cara menikmati malam dengan tenang dan bersyukur.

Ketika pagi datang dan matahari perlahan menyinari kota Seoul, saya merasa telah belajar banyak hal dari satu malam yang singkat namun penuh makna. Malam itu mengajarkan bahwa setiap perjalanan bukan hanya tentang tempat yang kita kunjungi, tetapi tentang bagaimana kita merasakan kehidupan di dalamnya.(****

Komentar