oleh

Buat Apa MUSDA, Kalau Pemuda Tidak Berdaya

Penulis:  Endri Herlambang, S.IP., M.Pd

MUSDA KNPI Kab Tasikmalaya dalam waktu dekat akan dilaksanakan. pelaksanaan MUSDA itu berada ditengah-tengah Kondisi dimana Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya yang di akui atau tidak kini berada dalam zona stagnan dan jalan di tempat,  oleh karena itu kemandirian pemuda merupakan modal utama yang wajib dimiliki sebagai langkah awal pembangunan Kab Tasikmalaya menuju visi dan misinya, maka dari itu keorganisasian pemuda mesti dibangun dengan kesungguhan dan kepastian, sehingga visi misi organisasi tidak lagi dianggap mimpi dan angan-angan, akan tetapi visi & misi dapat menjelma sebagai jalan yang dapat ditempuh secara terukur dan pasti. Maka atas dasar itulah KNPI perlu membongkar kebiasaan lama dimana program yang dijalankan seringkali hanya berputar dalam zona stagnan yang bersifat ritus dan monoton, sehingga waktu dan biaya yang terkuras, seakan sia-sia belaka. Maka kondisi tersebut telah membuktikan, bahwa KNPI ada dalam kerugian.

Kerugian yang terjadi ini, salah satunya dipengaruhi oleh beberapa hal dimana program yg dilaksanakan sebatas “cupar kawajiban saja” dan anggaran yang digunakan bersifat habis pakai saja. Selain itu PK dan OKP yang berintegrasi cenderung nyaman dieksploitasi, hal ini terbukti tidak ada upaya kontrol dan evaluasi yang dilakukan oleh PK & OKP atas anggaran KNPI yang nilainya cukup besar disetiap tahunnya, tetapi mereka sudah merasa nyaman sebatas diperjual belikan pada saat MUSDA saja. Sungguh memprihatinkan kini pemuda bukan saja keluar dari nilai-nilai kepemudaannya, merekapun sudah keluar dari nilai-nilai kemanusiaannya sehingga  ia rela diperjual belikan, seperti hewan-hewan kurban yang dibeli pada saat MUSDA saja dan akhirnya mereka mati didalam hidup.

Perlu kita fahami bersama bahwa KNPI merupakan wadah integrasi para pemuda dalam bentuk komite. artinya orang-orang yang ada didalamnya adalah mandataris dari berbagai kepentingan pemuda. Jadi secara fungsional KNPI ini sejajar dengan Bupati dan setara dengan DPRD, begitupun KNPI provinsi, pusat, merekapun sejajar dengan kepala daerah diberbagai tingkatannya. Tetapi apalah daya ketia KNPI sebagai wadah kini cenderung terisi, oleh orang-orang yang masih terjajah oleh sifat feodalisme, terhegemoni oleh sifat primordialisme dan ego sektoral, yang akhirnya pemuda di KNPI belum mampu berkata “Inilah aku” serta KNPI kab Tasikmalayapun belum terbersihkan dari orang-orang yang berkata “Inilah bapakku” .

Maka dari itu jika KNPI ingin eksis dan bergengsi, ia harus berani membongkar kebiasaan-kebiasaan lama sehingga KNPI mampu merangkai mimpi para pemuda menjadi visi dan misi yang rasional dan kostruktif, sehingga anggaran yang diberikan dapat menciptakan kemandirian ekonomi pemuda, dan periodesasi yang dijalankan dapat membantu dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Begitulah seharusnya KNPI.(****

Komentar

News Feed