oleh

BUPATI TASIKMALAYA : “MENJAGA NKRI DENGAN TIGA PILAR UTAMA (ISLAM, NASIONALIS DAN TENTARA)“

Kab.Tasikmalaya, LINTAS PENA

“Dengan semangat kemerdekaan, mari kita kobarkan kembali semangat perjuangan didalam jiwa masing-masing untuk membangun kecintaan kepada nusa, bangsa dan negara. Dalam menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita harus berpedoman kepada tiga pilar utama kekuatan nasional yaitu islam, nasionalis dan tentara”.  Hal tersebut disampaikan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum saat menjadi Inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun [HUT]  Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Manonjaya, Kamis [17/8/17]. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, Ketua DPRD Kab.Tasikmalaya H.Ruhimat, Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Abdul Kodir, M.Pd., Para Kepala SKPD di Lingkungan Pemeritah Kabupaten Tasikmalaya, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Kab.Tasikmalaya, dan  tamu undangan lainnya.

Bupati Uu menegaskan pentingnya peran umat Islam dalam perjuangan mencapai kemerdekaan Republik Indonesia dan tegaknya NKRI. “Ulama adalah pelopor perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pertempuran 10 November 1945 yang dipimpin oleh ulama, merupakan bukti nyata peran besar umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan”, imbuhnya.

HUT ke-72 proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, demikian ujar Bupati Uu, merupakan bentuk tasyakur dan tahaduts binnikmat serta perwujudan rasa kegembiraan atas kemerdekaan bangsa kita. Dalam peringatan proklamasi kemerdekaan ini, jiwa dan semangat kebangkitan nasional perlu terus dipelihara dan dipupuk sejalan dengan tuntunan perkembangan jaman. Semangat para pejuang dalam merebut kemerdekaan harus senantiasa mewarnai dan menjiwai sendi-sendi kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Langkah nyata yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia adalah mengisi perjuangan melalui berbagai kegiatan pembangunan yang nyata dan memiliki muatan untuk kepentingan masyarakat,” kata Bupati.

Bupati mengimbau agar masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dapat menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai selama ini untuk terus dipelihara dan dimanfaatkan, bahkan ditingkatkan secara optimal bagi kepentingan seluruh masyarakat. ”Dalam mengisi pembangunan bangsa dan negara tercinta ini telah banyak yang kita capai, namun kita tidak menutup mata terhadap kekurangannya. Hal ini terlihat dari masih adanya tuntutan dan aspirasi masyarakat terkait reformasi dalam berbagai bidang pembangunan yang dinilai masih kurang memadai dalam perkembangan kehidupan demokrasi Pancasila. “Untuk menghadapi segala kekurangan yang masih ada, perlu ditunjang dengan kemauan dan kemampuan secara maksimal. Secara bertahap  kita sempurnakan dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, “ujar Bupati.

Bupati Uu menekankan pentingnya kerjasama yang sinergi dan saling pengertian antara pemerintah dan masyarakat, sehingga diantara keduanya memiliki visi, misi dan persepsi yang sama dalam mencapai cita-cita yang disuarakan masyarakat. ”Melalui peringatan hari kemerdekaan kali ini, mari kita jadikan momentum untuk membangun komitmen bersama. Melalui ‘Tasik Siap’ mari kita lakukan upaya bersama untuk membangun Kabupaten Tasikmalaya dan Jawa Barat yang lebih maju dan sejahtera, “ajak Bupati.

Bupati Uu menghawatirkan adanya gejala semakin lunturnya semangat patriotisme dan rasa kebangsaan di kalangan kaum muda,  antara lain terlihat dari rendahnya solidaritas sosial, menipisnya semangat bela negara, dan semakin berkurangnya pemahaman kaum muda terhadap sejarah serta nilai-nilai budaya bangsa. Sejarah telah menunjukkan bahwa keruntuhan suatu bangsa dimulai dengan menurunnya semangat, rasa kebangsaan dan semakin lunturnya akhlak serta budi pekerti kaum muda.

Saat menyampikan sambutan, Bupati juga mengingatkan akan bahaya terorisme yang semakin mengancam di Indonesia. Menurutnya, faham terorisme merupakan cara yang paling efektif untuk mengahancurkan Islam, karena  teroris seolah-olah adalah orang Islam tetapi sebenarnya kita sebagai umat Islam tidak mengajarkan faham itu. Kalau kita tidak waspada, benih-benih penghancuran terhadap Islam  akan muncul di negara kita. ”Mengapa demikian, karena di negara kita adalah negara muslim terbesar di dunia yang dapat menunjukan betapa indahnya Islam dan betapa damainya Islam. Pada  bulan Ramadhan yang lalu, Indonesia nilai negara teraman di dunia, jangan sampai negeri ini menjadi kancah konflik antara agama dan internal muslimin serta tetap waspada terhadap komunisme, “tegas Bupati.

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Pesantren Miftahul Huda Kab. Tasikmalaya beberapa waktu lalu, Bupati mengingatkan Negara Indonesia adalah  negara muslim terbesar di dunia yang memiliki 17 ribu pulau, 714 suku dan 1.100 bahasa lokal.  “Kebhinekaan dan kemajemukan inilah yang harus kita jaga dan kita bina. Kuncinya ada di Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Jenderal Sudirman pernah mengatakan, kuatkan persatuan kita, pegang teguh pendirian kita, berjuang terus di bawah satu komando mewujudkan dan mempertahankan kedaulatan serta kemerdekan RI supaya kita dapat bersyukur dan bergembira yang abadi, sekali merdeka tetap merdeka, sekali di proklamasikan tetap dipertahankan, “ ungkap Bupati.

Usai pelaksanaan upacara, Bupati bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kab.Tasikmalaya melepas dan menyaksikan “Helaran Budaya” berupa pawai kreasi dan seni masyarakat dari  39 Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya.***

Komentar