oleh

Ketimpangan Sebagai Penghambat Dalam Pembangunan Ekonomi

Oleh: Denisa Noviaristi (Mahasiswi Fakultas    Ekonomi dan Bisnis Jurusan  Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang)

KETIMPANGAN diartikan sebagai ketidak seimbangan, perbedaan, jurang pemisahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Ketimpangan atau disaritas antar daerah merupakan hal yang sering terjadi dalam kegiatan ekonomi dalam masyarakat suatu daerah.. Menurut Kuncoro (2006), ketimpangan mengacu pada standar hidup yang relatif pada seluruh masyarakat suatu daerah. Perbedaan ini yang membuat tingkat pembangunan di berbagai wilayah dan daerah berbeda-beda, sehingga menimbulkan gap atau jurang kesejahteraan di berbagai wilayah tersebut. Ketimpangan sering kali muncul karena diciptakan oleh manusia, baik melalui kebijakan, institusi, ataupun alasan lainnya.  Adanya gap tersebut terjadi karena adanya perbedaaan sumber daya alam dan perbedaan kondisi demografi yang terdapat pada masing-masing daerah. Perbedaan yang terdapat pada satu daerah dan daerah lain harusnya menjadi dorongan dalam proses pembangunan. Namun,dengan perbedaan yang ada ini malah membuat proses pembangunan yang dilakukan juga berbeda.

Pembangunan ekonomi adalah  usaha-usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang sering kali diukur dengan kualitas yang dipengaruhi oleh pembangunan tersebut. Pembangunan ekonomi sebagai suatu proses yang mencakup perubahan struktur, sikap hidup, kelembagaan, selain mencakup pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataan distribusi pendapatan dan pemberantasan kemiskinan. Untuk mengetahui pembangunan ekonomi disuatu bangsa bekerja atau tidak dapat dilihat dari salah satu indicator yaitu tingkat kesejahteraan masyarakat.

Kesejahteraan masyarakat dapat dipengaruhi oleh sumber daya alam, kualitas sumber daya manusia, dan letak geografis dimana kualitas dari beberapa hal tersebut memiliki perbedaan di berbagai wilayah. Akibat dari perbedaan dan keragaman potensi di berbagai wilayah tersebut yang diikuti dengan perbedaan kinerja setiap daerah telah menyebabkan terjadinya ketimpangan pembangunan antar wilayah (Todaro,2011). Ketimpangan yang ada dalam pembangunan ekonomi tersebut sangat umum terjadi pada suatu daerah.

Selain itu untuk melihat pembangunan tersebut berhasil atau tidak bisa dilihat dari indicator-indicator yang mempengaruhi. Indicator yang mempengaruhi pembangunan salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia.Indeks Pembangunan Manusia sendiri terdiri dari beberapa faktor seperti tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, angka harapan hidup, angka melek huruf, dan lain-lain.

Dengan indicator tersebut maka dapat dilihat seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari proses pembangunan tersebut. Karena dengan meningkatnya indicator tersebut di keseluruhan wilayah maka akan dapat diketahui seberapa besar juga ketimpangan yang terjadi. Seperti yang dketahui indicator diatas merupakan masalah utama dalam Negara berkembang. Masalah tersebut terjadi karena beberapa penyebab yang berasal dari internal dan eksternal yang mungkin dipengaruhi oleh suatu institusi.

Masalah-masalah perekonomian seperti ketimpangan ini menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam suatu bangsa. Keberhasilan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari dua indicator, salah satunya adalah indicator ekonomi. Dalam indicator ekonomi ini dapat dilihat dari tiga aspek yaitu laju pertumbuhan ekonomi, Gross National Product (GNP) atau Pendapatan Nasional Per Kapita, dan Gross Domestic Product (GDP) per kapita dengan Purchasing Power Parity. Dalam hal tersebut tidak semua masyarakat memilki kemampuan yang sama. Dengan begitu munculah ketimpangan.

Ketimpangan menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan karena ketimpangan merupakan salah satu penyebab terjadinya kemiskinan. Jika ketimpangan terjadi secara terus menerus maka akan memperburuk keadaan ekonomi suatu Negara. Salah satu yang menyebabkan terjadinya ketimpangan adalah pembangunan yang terpusat dan tidak merata pada beberapa sektor ekonomi di beberapa wilayah yang memiliki potensi yang tinggi.

Pembangunan ekonomi berkelanjutan tidak akan berjalan sesuai dengan rencana jika masalah ketimpangan yang akan berpengaruh ada tingkat kemiskinan ini tidak diatasi dengan segera. Ketimpangan merupakan salah satu penyebab yang berpengaruh besar dalam kemiskinan karena dengan adanya ketimpangan tersebut maka akan dilihat kemampuan dari masyarakat miskin dan bahkan dapat memperjelas lapisan masyarakat yang digolongkan berdasarkan kepemilikan.

Ketimpangan merupakan salah satu hambatan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ketimpangan dapat diukur oleh beberapa indicator yang dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan. Ketimpangan dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat yang mengalami terjadinya kesenjangan tersebut. Ketimpangan merupakan salah satu penyebab dari meningkatnya kemiskinan. Dengan kemiskinan yang semakin meningkat maka berpengaruh besar pada pembangunan ekonomi karena permasalahan ketimpangan harus diatasi terlebih dahulu agar proses pembangunan ekonomi dapat dilakukan dengan lebih baik.(***

Komentar